HR Excellency

4 Tips Penting Supaya Betah Di Tempat Kerja

4 Tips Penting Supaya Betah Di Tempat Kerja
Jan 26, 18|Tips & Motivasi| 2594 times

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang konsultan HR yang telah pensiun dan membahas soal tingginya turn over (keluar masuk kerja) di perusahaan yang didampinginya saat ini. Beliau bekata, “Ada yang tidak suka dengan bossnya. Ada yang merasa kerjaannya terlalu berat. Ada yang tidak suka dengan rekan-rekan kerjanya. Ada yang tidak suka dengan praktek bisnis di tempat itu”. Lantas, si konsultan senior ini tersenyum dan berkata. “Tapi, kalau disimpulkan sebenarnya alasannya cuma satu: PENYESUAIAN DIRI”.

Tampaknya itulah masalah utama saat ini.

Anda bisa punya tempat kerja yang paling buruk di dunia. Tapi kalau Anda mau menyesuaikan diri, maka Anda akan betah. Tetapi, Anda bisa punya tempat yang paling menyenangkan di muka bumi ini, tapi kalau Anda tidak menyesuaikan diri dengan lingkungan itu, maka Anda pun akan tidak betah!

Jadi, itulah masalahnya: penyesuaian diri.

Ingat. Dunia kerja adalah dunia yang terus-menerus dinamis dan berubah bagi setiap orang. Sebagai contoh. Walaupun seseorang sudah pernah bekerja sebelumnya, namun ketika ia baru bergabung pada perusahaan baru, itupun menjadi dunia yang baru baginya. Di sinilah letak pentingnya kemampuan menyesuaikan diri yang baik untuk dapat beradaptasi dengan dunia kerja yang baru. Nah, bagaimana caranya supaya bisa lebih betah?

1. Jangan terus membandingkan dan berharap pergi ke tempat lain

Banyak karyawan baru gagal dalam proses penyesuaian diri ini, karena terus membandingkan. Sehingga meraka merasa tidak betah atau menjadi orang asing di lingkungan baru tersebut. Ujung-ujungnya adalah memutuskan untuk meninggalkan lingkungan baru tersebut. Lantas, ia pun mencoba peruntungannya di tempat yang baru. Tapi apa yang terjadi? Banyak yang lantas kecewa lagi, lantaran tempatanya tidak seperti apa yang mereka harapkan.

2. Lakukan yang terbaik di bulan-bulan awal untuk mencari alasan mengapa orang betah disana

Baik penyesuaian terhadap lingkungan pekerjaan maupun penyesuaian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, keduanya sangatlah penting untuk dilakukan. Apalagi bagi perusahaan yang menggunakan masa percobaan selama 3 bulan. Hal ini menjadi semacam tes untuk melihat apakah kita tipe orang yang mudah menyesuaikan diri atau tidak. Masa percobaan yang berlangsung selama 3 bulan menjadi sangat singkat untuk bisa memberikan gambaran yang meyakinkan kepada atasan bahwa kita akan mampu dan berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

3. Fokuskanlah dengan melihat yang positif, bukan mencari-cari yang negatif

Banyak juga karyawan baru yang dapat dengan mudahnya menyesuaikan diri, meskipun terkadang baru melewati bulan pertama mereka bekerja di perusahaan baru. Apa sebabnya? Karena mereka selalu berusaha positif. Sayangnya, kadang dengan berjalannya waktu, sikap melihat hal-hal yang positif inipun jadi luncur digantikan dengan fokus hal yang  negatif. Mereka yang betah, biasanya lebih positif=, meskipun ada kendala sekalipun. Itu artinya mereka memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan baik, termasuk menghadapi kesukaran dan tantangan. Meski lingkungan mereka tidak nyaman, karyawan seperti ini, masih bisa mengerjakan tugas yang diberikan dengan penuh semangat.  Bahkan, ketika ditunjukkan hal-hal yang buruk di tempat kerja mereka, mereka bukannya tidak tahu. Tapi, bagi mereka, hal ini bukanlah masalah yang besar! Jadi, mereka masih bisa tetap positif dalam kesulitan mereka.

4. Bekerjalah untuk passionmu!

Ketika kita merasa bekerja untuk seseorang, sesuatu ataupun suatu organisasi, mungkin kita akan dibuat kecewa. Yang terbaik adalah bekerja untuk passionmu, tujuannmu yang nyata. Saat ini, malah sedang marak-maraknya istilah IKIGAI  ( lihatlah penjelasan lengkapnya disini: https://en.wikipedia.org/wiki/Ikigai) . Ikigai adalah istilah dalam bahasa Jepang soal alasan keberadaanmu. Hal ini menyangkut: (1) apa yang kamu kuasai; (2) apa yang kamu sukai; (3) apa yang dibutuhkan orang; (4) apa yang membuatmu dibayar. Passion inilah yang akan dapat membuat seseorang bekerja dengan maksimal untuk mempelajari, menjalani, dan berhasil melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan. Sudah terbukti, mereka yang bekerja dengan passion yang tinggi, tidak mudah terombang-ambing oleh situasi pekerjaan ataupun orang-orang yang tidak mendukungnya. Baginya, ia bekerja untuk sesuatu yang lebih besar. Itulah yang membuat mereka merasa betah. Bahkan, inilah yang mulai kita ajarkan dalam berbagai training dan pelatihan kita ke berbagai perusahaan di Indonesia.

Selamat mencoba dan salam sukses dari Top Trainer Indonesia!

#toptrainerindonesia #pelatihan

Related Blog

No Image
Service| 4053 times

Melayani Pelanggan dengan Beres

Apakah yang dibutuhkan pelanggan saat mereka marah dan jengkel? Anda mungkin setuju dengan saya bahwa yang jelas ada dua hal yang dibutuhkan, yakni pertama, didengarkan dan kedua, diberikan solusi....

Tindakan Tepat untuk Karyawan Terlambat

Pengaruh buruk yang bisa muncul dari kebiasaan datang terlambat seorang karyawan adalah kemarahan karyawan lainnya kepada karyawan yang suka datang terlambat. Maka hal ini bisa berdampak pada suasa...

Mengapa Trainer Harus Punya Sertifikat BNSP? Inilah Alasannya Yang Perlu Anda Pahami

"Aku udah sering ngajar, dapet pujian terus dari peserta. Ngapain lagi ikut sertifikasi BNSP?" Kalimat ini seringkali terdengar dari para trainer berpengalaman. Mereka yang telah menapaki panggung ...

Character for Sales: Karakter, Kunci Sukses dalam Dunia Penjualan
Sales Negotiation| 1925 times

Character for Sales: Karakter, Kunci Sukses dalam Dunia Penjualan

Dalam dunia penjualan, karakter adalah aset yang berharga. Sangat berharga. Karakter tidak hanya memengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan pelanggan tetapi juga menentukan keberhasilan kita da...

Kepemimpinan yang Tidak Efektif: 10 Tanda Pemimpin dengan EQ Rendah
Leadership| 4871 times

Kepemimpinan yang Tidak Efektif: 10 Tanda Pemimpin dengan EQ Rendah

Steve Jobs adalah salah satu pemimpin yang brilian namun dianggap memiliki EQ rendah. Dia dikenal sebagai sosok yang sering berperilaku otoriter, tidak peka terhadap perasaan karyawan, dan seringka...

Berbagai Salah Kaprah Orang Soal Training Kecerdasan Emosional!

Bertahun-tahun kita menyelenggarakan training Kecerdasan Emosional (EQ). Namun, hingga sekarang masih banyak peserta yang datang ke tempat training ataupun hadir di ruangan kelas dengan pikiran dan...

Observasi.... Sumber Belajar yang Kaya
Tips & Motivasi| 2746 times

Observasi.... Sumber Belajar yang Kaya

Pernah nggak hanya duduk dan mengamati orang-orang di sekitar karena sedang menunggu atau tidak ngapa-ngapain. Saya teringat waktu pernah mengalami delay di Bandara Kualanamo, Medan. Saat itu saya ...

Tips Manajemen Konflik: Selesaikan Setiap Konflik Dengan Tiga Sisi Argumentasi Ini

“Seringkali ada tiga sisi dari setiap argumentasi: sisiku, sisimu dan sisi yang sebenarnya!". Ketika seseorang bertengkar dan berargumentasi seseorang seringkali melihat sisinya sendiri, lantas men...