HR Excellency

Observasi.... Sumber Belajar yang Kaya

Observasi.... Sumber Belajar yang Kaya
Jul 25, 16|Tips & Motivasi| 2745 times

Pernah nggak hanya duduk dan mengamati orang-orang di sekitar karena sedang menunggu atau tidak ngapa-ngapain. Saya teringat waktu pernah mengalami delay di Bandara Kualanamo, Medan. Saat itu saya naik pesawat yg harusnya jam 14.00. Tapi, pesawat ditunda. Pengumumannya baru akan berangkat jam 17.00. Saat itu, sesuai dengan saran yang pernah saya peroleh. Sy berusaha mencari penerbangan yang lain. Sialnya nyaris semua flight penuh. Dan dari rencana jam 5.00 diundur jadi jam 19.00 lantas diundur lagi jadi jam 23.00. Jadi akhirnya dari rencana jam 14.00 siang akhirnya baru terbang jam 23.00. Padahal tahu nggak? Itu adalah Garuda, penerbangan yg dianggap terbaik di negeri ini. Tapi bukan itu yang mau saya permasalahkan. Justru yang paling menarik buat saya adalah mengamati bagaimana reaksi orang. Ada wajah pasrah, tapi banyak juga yang marah sampai mengumpat dan menggebrak meja. Yang paling kasihan adalah manager yang mengurusi penerbangan. Mukany udah pucat dan terbata-bata. Sampai-sampai ada penumpang yg mengangkat krah bajunya. Padahal, mungkin bukan kesalahan dia. Dan setelah ditelusuri pesawatnya ternyata sudah ada tapi mesinnya bermasalah sehingga pesawat lain yg didatangkan. Buat saya, lebih baik naik pesawat lain yang mesinnya baik meskipun akhirnya telat daripada "on time" tapi tetap ngotot naik pesawatnya yang baru diperbaiki mesin. Risikonya besar bok!

Tapi, kembali ke pengalaman itu. Yang menarik adalah mengamati perilaku orang-orang.

Bicara soal mengamati, mungkin karena sejak kuliah psikologi awal kami dilatih untuk banyak mengamati. Saya masih ingat sewaktu mata kuliah psikologi dasar, sang dosen senior pernah berkata, "Sebagai seoarang mahasiswa psikologi kalian meati terlatih untuk suka mengamati perilaku orang. Sebab psikologi adalah ilmu soal perilaku orang". Tapi yang menarik, sang dosen menambahkan  "Waktu mengamati saksikan saja tanpa memberikan judgementmu". Dan sejak itulah diam-diam saya jadi mulai suka mengamati orang.

Dan akhirnya saya belajar, dengan mengamati tanpa memberikn judgement apapun,ternyata ada banyak hal yang bisa kita pelajari.

Dan obrolin soal observasi ini, ternyata ini berkaitan erat dengan kemampuan para komik di acara  stand up comedy. Tatkala ditanya bagaimana caranya mereka punya ide-ide yang segar, rata-rata menjawab "Itu adalah hasil observasi yang lantas dibuat menjadi bahan komedi". Nah.

Bahkan, di awal-awal menjadi trainer..saya belajar banyak trainer punya bahan training yg kaya dan menarik karena punya daya observasi dan refleksi yang bagus. Cerita mereka menjadi hidup karena itu berasal dari hasil kacamata pengamatan mereka ditambah dengan refleksi mereka yang sangat mendalam. Jadilah bahan training mereka menjadi menarik serta enak didengarkan. Kalau bahasa lebaynya..jadi gurih di telinga!

So, apa kesimpulan soal observasi ini? Pertama, berusahalah hentikan aktivitas dan lihatnya dgn santai segala aktivitas atau apapun yang ada disekelilingmu. Kalau ada orang amati dan coba refleksikan apa yg terjadi. Kalau tidak ada manusia, binatang, benda bahkan pemandangan sekalipun bisa jadi bahan observasi.

Kedua, setelah sekian lama mengobservasi lihatlah dari kacamata tertentu. Kamu bisa pakai kacamata lucu seperti para komedian untuk memaknai secara lucu ataupun melihat dari kacamata training atau seorang penulis, seperti yg saya lakukan. Percayalah ternyata bahan observasi ini memberikan kita banyak sekali ide-ide menarik. Try!

Ketiga, terpenting usahakan utk mengamati tanpa terlalu banyak memberikan penilaian atau judgementmu.

Percayalah, kamu akan belajar banyak disini. Dan disini kamu juga akan mengerti bahwa yang namanya belajar...tidak harus selalu dengan buku atau kuliah. Saat buku tidak ada, observasi pun bisa jadi sumber pelajaran buatmu.

Oya, satu hal lagi. Ingat nggak pada jama dahulu, ketika orang tidak memiliki buku ataupun sekolah untuk belajar dan mempelajari teori, bagaimanakah ilmu-ilmu dibuat? Bener! Melalui observasi. Jadi, observsi adalah cara belajar paling kuno yang kini banyak dilupakan.

 

Related Blog

Cerdas EQ Saat Kumpul Keluarga: Seni Bertanya dengan Empati Yang Tak Bikin Ilfil
Parenting| 364 times

Cerdas EQ Saat Kumpul Keluarga: Seni Bertanya dengan Empati Yang Tak Bikin Ilfil

Lebaran selalu identik dengan kehangatan. Rumah yang ramai, meja penuh makanan, dan tawa yang saling bersahutan. Namun di balik suasana itu, ada cerita lain yang sering tidak terlihat. Bukan tentan...

Kecerdasan Emosional: Kunci Pegawai Negeri yang Lebih Humanis dan Efektif

Di lingkungan kerja mana pun, Kecerdasan Intelektual (IQ) selama ini seringkali dianggap sebagai penentu utama kesuksesan seseorang. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman dan kompleksitas intera...

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN PRESENTASI HR EXCELLENCY: “PERHATIKAN! BAGAIMANA SUPAYA TAK BUANG UANG PERCUMA?”
Tips & Motivasi| 2974 times

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DAN PRESENTASI HR EXCELLENCY: “PERHATIKAN! BAGAIMANA SUPAYA TAK BUANG UANG PERCUMA?”

"Now that you can improve your value by 50% just by learning communication skills – public speaking." (Warren Buffet) Itulah sepenggal kalimat yang diungkapkan oleh Warren Buffet, seorang pengusaha...

Menata Kebiasaan Setiap Hari Untuk Mencapai Kesuksesan
Tips & Motivasi| 3416 times

Menata Kebiasaan Setiap Hari Untuk Mencapai Kesuksesan

Kesuksesan adalah hasil dari proses dan kerja keras seseorang. Maka dari itu Top Trainer Indonesia selalu mengingatkan untuk membangun kebiasaan yang baik untuk kesuksesan kita. Ingin sukses tanpa ...

Merindukan Pemimpin Yang Tidak Egois
Leadership| 4067 times

Merindukan Pemimpin Yang Tidak Egois

Tanggal 29 Mei 1953, hari yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, puncak tertinggi di dunia ditaklukkan. Dunia mencatat ada dua orang yang pertama kali sampai ke Puncak Mount Everest yakni Edmund H...

Apa Itu NLP? Mengapa Belajar NLP?
NLP| 5555 times

Apa Itu NLP? Mengapa Belajar NLP?

Ketika studi psikologi di awal tahun 90-an, seorang dosen senior mengatakan ada ilmu praktis yang bisa digolongkan dalam ilmu psikologi, tapi tidak menyebutnya psikologi. Namanya NLP. Neuro Linguis...

Perubahan atau Transisi?

Things do not change; we change. (Henry David Thoreau) Istilah ‘transisi’ popular setelah diperkenalkan oleh William Bridges dalam bukunya berjudul “Transition”. Persisnya, William Bridges mengat...

Percuma Bikin Resolusi Tahun Baru!
Tips & Motivasi| 2035 times

Percuma Bikin Resolusi Tahun Baru!

Percuma bikin resolusi tahun baru. Survei oleh insideoutmastery.com mengatakan hanya 9% orang yang sukses dengan resolusi tahun barunya. So, buat apa dibikin kalau hanya buat dilanggar? Yang terjad...