HR Excellency

FILOSOFI ANJING: 5 INSPIRASI PENTING SEPANJANG TAHUN ANJING INI

FILOSOFI ANJING: 5 INSPIRASI PENTING SEPANJANG TAHUN ANJING INI
Feb 22, 18|Tips & Motivasi| 19853 times

Hingga akhir tahun 2018 ini, anjinglah yang menjadi inspirasi. Mengapa? Karena menurut penanggalan Tiongkok yang menggunakan karakter binatang, tahun ini dianggap sebagai tahun anjing. Anjing tanah tepatnya.

Anjing memang kontroversial. Ada yang suka, ada yang anti. Namun, dari berbagai binatang piaraan sepanjang sejarah manusia, anjing termasuk yang cukup lama hidup dalam lingkungan manusia. Padahal, anjing sebenarnya punya kedekatan DNA dengan srigala. Mereka pun bisa disilangkan. Menariknya, data sejarah mengatakan bahwa justru domestifikasi anjing, asal muasalnya kemungkinan dari dataran Asia, tepatnya di Cina. Mungkin karena keakraban inilah, binatang inipun lantas masuk dalam ke-12 shio dalam penanggalan Cina.

Di sisi lain, ada bebarapa karakter dari anjing yang membuatnya dijadikan sebagai binatang domestik. Selain karena patuh, anjing punya berbagai kelebihan yang akhirnya dijadikan sebagai binatang piaraan. Misalkan, ada anjing penjaga yang tugasnya memang jaga rumah. Ada anjing pelacak yang digunakan untuk melacak berbagai jenis bahan tertentu. Ada anjing penggembala untuk menggembalakan ternak. Hingga ada anjing pemburu yang digunakan pada jaman-jaman kerajaan, untuk berburu.

Lepas dari berbagai manfaat tersebut, kali ini, tulisan ini mencoba mengambil intisari dari kehidupan seekor anjing. Kita bisa belajar dari berbagai kisah inspiratif seputar anjing yang setia. Plus, dipadukan dengan  berbagai komentar positif maupun “miring” di seputar seekor anjing. Maka, hasil gabungan inilah yang jadi  intisari inspirasi untuk Anda. Inilah dia 5 inspirasi yang bisa kita petik dari seekor anjing.

Dijauhi Tapi Juga Dipuji

Ada beberapa kisah anjing yang sebenarnya cukup inspiratif. Masih ingatkah kita tentang berbagai kisah kehidupan anjing yang luar biasa. Di Jepang, misalnya, ada kisah tentang Hachiko yang terkenal. Sampai-sampai, dibuat filmnya di tahun 2010 yakni: Hachiko: A Dog’s Tale. Inilah kisah tentang loyalitas yang luar biasa. Di tahun 1925, pemiliknya professor Hideaburo Ueno meninggal. Si anjingnya ini, Hachiko tidak tahu. Jadi, selama 9 tahun, Hachiko menunggu bolak balik di Stasiun Shibuya, hingga ia mati. Hingga sekarang, patung anjing yang setia inipun masih dibangun disana.

Kisah anjing lain yang luar biasa lainnya adalah kisah seekor anjing di kota Mumbai. Namanya Zanjeer. Ini adalah kisah tentang  anjing yang ikut bertugas di kepolisian. Dan dalam “karirnya” di kepolisian, si anjing ini ternyata sukses mendeteksi 3,329 kgs bahan peledak RDX, 600 detonator, 249 granat tangan, serta 6,406 amunisi yang berhasil menyelamatnya nyawa ribuan orang. Namun, sayangnya di usianya yang ke 8, Zanjeer mati karena kanker. Yang luar biasa, sebagai penghormatan baginya, di kepolisian melakukan ucara penguburan seperti layaknya seorang pahlawan.

Pertama-tama, apa pembelajarannya? Intinya, meskipun banyak dihina dan dicela, banyak anjing yang masih memberikan manfaat. Paling tidak, secara sederhana, anjing melakukan peran sebagai penjaga rumah. Nah, artinya, meskipun Anda pun mungkin dicela dan dihina, tetaplah memberikan suatu manfaat dan kegunaan bagi orang-orang disekitar Anda. Jangan mau kalah dari seekor anjing. Dua kisah anjing di Jepang dan di India tadi menunjukkan bahwa anjing ternyata juga bisa memberikan manfaatnya, dengan kesetiaan maupun dengan kemampuannya. Nah, daripada fokus kepada kekurangan dan hal-hal buruk yang Anda alami, lebih baik fokuskan energi Anda kepada keunggulan dan kebermanfaatan dirimu.

Belakangan ini, juga berkembang ilmu psikologi positif. Intinya, jika selama ini ilmu tentang perilaku ini banyak berfokus dan bicara soal kekurangan dan abnormalitas, fokuskanlah pada hal yang positif. Teori inipun lantas memberikan catatan sederhana. Daripada terus-menerus fokus pada kekurangan dan menuutupi gap tersebut, lebih baik fokuskanlah pada kelebihan dirimu dan kembangkanlah di area itu. Pemahaman ini, cukup banyak mempengaruhi pendidikan dan pola asuh anak dewasa ini pula. Termasuk pula dalam hal pengembangan diri kita. Apakah selama ini kita lebih banyak fokus pada kekurangan dan kelemahan, ataukah berfokus pada kelebihan dan kontribusi yang kita berikan.

Kedua, anjing juga bisa jadi inspirasi soal berbicara yang penuh makna. Masih ingat pepatah yang mengatakan, “Anjing menggonggong kafilah berlalu”. Nah, mengapa kafilahnya belalu? Alasannya, karena gonggongan anjing itu tidak punya makna sama sekali. Nah, supaya orang lainpun bukan hanya sekedar berlalu dan menyepelekan diri kita, bicaralah penuh makna. Jadikanlah diri kita diperhitungkan dan didengarkan dengan menyampaikan hal-hal yang sungguh bermakna, bermanfaat.

Bicara soal omongan yang bermakna, itulah yang menjadi nasihatnya multi jutawan Warren Buffet. Dalam bukunya, “The Warren Buffet Way” karya Robert Hagstrom, bahkan Warren Buffen menganjurkan pentingnya bicara dengan makna. Intinya, Warren Buffet mengatakan, “Kemampuan bicara yang penuh makna, bisa menentukan atau menghancurkan karir serta reputasi!”. Begitulah, seekor anjing pun mengajarkan, apakah gonggongannya didengar atau dicuekin, sangat tergantung pada makna yang diberikan. Begitu pula, dalam komunikasi mulai dari obrolan sehari-hari, postingan di sosial media, hingga dalam presentasi formal kita, pastikan kalimat-kalimat yang kita berikan sungguh bermakna. Atau, risikonya, Anda dicuekin!

Ketiga, adalah soal jangan hanya bicara tapi bertindaklah. Nah, di luar negeri ada pepatah tentang anjing yang bunyinya, “Anjing menggonggong, tidak menggigit”. Artinya, ada orang yang hanya gertak sambal saja. Mereka menggertak, tapi tidak melakukannya. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari kita bertemu dengan orang yang bicaranya lantang, teriaknya kencang. Tapi, ya hanya itulah kemampuannya. Tatkala akhirnya dihadapkan pada ujian untuk melakukan sesuatu, mereka pun ciut nyalinya. Nah, apakah kamu termasuk orang yang demikian? Yang kuat dan lantang bicaranya, tapi nyalinya ciut ketika harus melakukan tindakan.

Sampai-sampai, menariknya ada seorang pakar Astroscience, yang mengatakan, di tahun ini pun, kita perlu mewaspadai orang-orang yang hanya bisa bicara dan ngomong, tetapi tidak mampu bekerja sama sekali. Dan kalau kita kaitkan dengan masa menjelang Pilkada, ini pula masa dimana akan ada banyak yang bicara bak ‘anjing yang menggonggong’, tapi gigitannya tidak ada. Inilah yang perlu kita waspadai juga.

Keempat, pernahkah Anda dengar peribahasa “Tuah anjing, celaka kuda”. Dalam masyarakat kita, kalimat ini kurang lebih bicara soal nasib orang yang tidak sama. Bahkan, terkadang, keberuntungan seseorang, bisa jadi kemalangan bagi orang lain. Tapi begitulah kehidupan. Kadang-kadang, apa yang menjadi krisis bagi seseorang, bisa jadi keberuntungan bagi orang lain. Disinilah hidup jadi relatif. Karena itulah, kadang kita tidak perlu merasa iri ataupun marah dengan kemujuran orang lain. Setiap orang akan punya tuah(keberuntungan)-nya masing-masing. Yang penting adalah terus bergiat dan berkarya. Apalagi di era disrupsi yang membuat banyak orang ketakutan, khususnya dalam dunia bisnis. Tapi, kalau kita lihat dari kacamata ini, sesuatu yang menakutkan dan bencana, justru bisa jadi peluang dan kesempatan bagi orang lain. Tergantung, kita memandangnya!

Dan akhirnya, kebijaksanaan lain yang bisa dipetik dari anjing adalah pepatah, “Manusia Tertarik oleh Tanah Airnya, Anjing tertarik oleh Piringnya”. Disinilah perumpamaan terakhir ini mengajari kita untuk membedakan harkat kita dari seekor anjing yang kadang pikirannya sempit. Dikatakan bahwa anjing biasanya lebih tertarik pada piring dan makanannya. Tetapi, manusia hendaknya lebih dari seekor anjing, dalam hal berpikirnya. Manusia mestinya melihat lebih jauh ke depan. Lebih luas. Ini sekaligus juga jadi sindiran. Jadi, kalau kita tidak melihat jangka panjang, hanya orientasi sekarang dan saat ini, mungkin kita jadi nggak ada bedanya dengan anjing. Dengan kata lain, inilah pula masa dimana kita harus membuat perencanaan yang lebih strategis dan berjangka panjang. Jangan hanya memikirkan situasi sekarang tapi mengorbankan jangka panjang.

Nah, semoga di tahun anjing ini membuat kita lebih waspada, lebih tangkas dalam bekerja, bukan hanya pandai berkata-kata saja.

Anthony Dio Martin, trainer, inspirator, Managing Director HR Excellency & Miniworkshopseries Indonesia, penulis buku-buku bestseller, executive coach,  host di radio bisnis SmartFM, dan penulis di berbagai harian nasional. Website: www.hrexcellency.com dan FB: anthonydiomartinofficial dan IG: anthonydiomartin

Related Blog

Training Top Negotiator: Training Paling Komprehensif Soal Negosiasi di Indonesia

Negosiasi adalah seni yang setiap hari kita jalani. Saat tawar-menawar di pasar, saat membicarakan proyek dengan klien. Bahkan saat berdiskusi dengan anak atau pasangan, kita sedang bernegosiasi. K...

AGILE LEADERSHIP: Pemimpin "Agile" atau Pemimpin Gile?
Leadership| 4787 times

AGILE LEADERSHIP: Pemimpin "Agile" atau Pemimpin Gile?

Kata “Agile” atau “Agility”, kini menjadi kata kunci penting bagi pemimpin masa sekarang. Disrupsi, di segala aspek bisnis, pandemic serta perubahan landscape bisnis, menuntut pemimpin yang 'cerdas...

Business with Integrity: Bisnis Boleh Untung Tapi Jangan Nipu

Seorang pengusaha muda membangun pabrik di kawasan industri Cikarang. Ia punya mimpi besar, memproduksi barang lokal berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasar ekspor. Demi efisiensi, ia mengga...

Awas, Jangan Kena Gejala Cabin Fever Di Tengah Pandemi Ini!
Tips & Motivasi| 2428 times

Awas, Jangan Kena Gejala Cabin Fever Di Tengah Pandemi Ini!

Bagaimanakah perasaan Anda dalam situasi terisolasi di rumah gara-gara wabah pandemi ini? Banyak yang mengalami situasi bosan, sedih serta jenuh berkepanjangan, hingga jadi depresi, karena tinggal ...

Kendalikan Amarahmu!

Elizabeth Kenny, seorang perawat yang menciptakan Kenny Methods untuk perawatan penderita polio, suatu hari bertemu dengan sahabatnya, sesama perawat yang sedang marah-marah. Elizabeth tahu beban-b...

Training Kecerdasan Emosional: Membangun Emosi Positif untuk Sukses

Kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, mengelola, dan mengarahkan emosi sendiri dan orang lain. EQ sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang kehi...

Win-Win Negotiation Skills: Kamu Terbiasa Dihabisi Atau Menghabisi?
Sales Negotiation| 4152 times

Win-Win Negotiation Skills: Kamu Terbiasa Dihabisi Atau Menghabisi?

Ketika deal dengan orang, kamu terbiasa memghabisi atau dihabisi? Sebuah pertanyaan menarik. Umumnya, setiap dari kita punya pola tersendiri. Saya teringat dengan kisah dari pengalaman seorang pemb...

Ayo Kenali Tiga Model Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Jarang Dipahami

Saat bicara soal kecerdasan emosional (EQ) kebanyakan orang tahunya hanya nama Daniel Goleman. Memang sih, berkat Daniel Golaman-lah, istilah kecerdasan emosional menjadi popular. Sejak bukunya, “...