HR Excellency

KEMUDAAN YANG TERSIA-SIAKAN (Sebuah Refleksi Di Hari Sumpah Pemuda)

KEMUDAAN YANG TERSIA-SIAKAN (Sebuah Refleksi Di Hari Sumpah Pemuda)
Jul 25, 16|Tips & Motivasi| 2867 times

Buat orang muda, ada sebuah puisi menarik di internet. Judulnya? Youth-Wasted on The Young!

Intinya, puisinya ini berkisah soal seorang yang tidak paham kalimat bijak, “Banyak kemudaan yang disia-siakan oleh orang muda”. Namun, dimasa tuanya si penulis menyesal, ternyata waktu lewat begitu cepatnya. Saat itulah ia menyadari, “kemudaan yang telah disia-siakannya”.

Kalau kita melihat fenomena anak muda. Ada satu hal yang menarik, kesempatan untuk menikamti hidup yang semakin mudah! Bahkan, untuk bekerja pun para generasi sekarang sebenarnya tidal perlu terlalu ngotot. Toh banyak diantara mereka yang mengatakan, “Ketika uang gajiku nggak cukup, ada papa dan mamaku yang sebenarnya selalu siap menolong secara financial”. Hal ini cenderung berbeda dengan generasi dulu yang harus bekerja, karena itulah cara unuk bisa bertahan hidup.

Kemudaan Yang Tersia-siakan?

Ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai, yang bisa menciptakan waktu yang tersia-siakan bagi orang muda kita.

Pertama, hiburan yang makin banyak. Mulai dari berbagai permainan, tontonan, acara, makin beragam dan bervariasi. Kedua, pilihan hidup yang semakin banyak. Termasuk diantaranya pilihan jurusan, karir dan kerja.  Akibatnya, banyak orang muda kita yang memulai sesuatu dengan keinginan coba-coba. Pikirannya juga sederhana, kalau salah ya tinggal coba yang lainnya. Ketiga, tuntutan hidup yang semakin rendah. Untuk generasi sekarang, “pressure” keluarga misalnya untuk mencari nafkah, untuk membiayai hidup, tidaklah begitu tinggi. Jadi, rata-rata tidak perlu terlalu ngotot untuk mengejar sesuatu.

Jadilah, ketiga faktor ini menyebabkan generasi yang bisa menyia-nyiakan waktunya.

Dulu Sumpah Pemuda, Kini Pemuda Yang Disumpahin!

Pepatah mengatakan “Necessity is the mother of invention”, kemendesakan adalah induk dari penciptaan. Kalaupun banyak orang muda yang menciptakan dan melahirkan ide-ide keren seperti misalnya Sumpah Pemuda di tahun 1928, hal tersebut banyak dikarenakan oleh kemendesakan jaman. Tapi coba deh, kalau saja pemuda-pemuda di era itu hidup di jaman sekarang. Mungkin, mereka pun tidak tertarik untuk bikin Sumpah Pemuda.

Sekarang ini, yang susah dilatihkan adalah kemendesakan. Bayangkan, pernah suatu kali di suatu kampus diberikan latihan soal kepedulian terhadap masyarakat. Yang daftar hanya beberapa orang. Alasannya sederhana. Temanya   nggak keren dan lagipula, kan ada dinas pemerintah yang mengurusi masyarakat yang kurang. Ujung-ujungnya, “Ngapain kita repot-repot!”

Sementara itu, kalau kita lihat beberapa data statistik sosial remaja. Situasinya justru makin bikin prihatin. Misalkan saja, statistik yang menggambarkan bunuh diri sebagai penyebab kematian nomer dua di usia 10 hingga 24 tahun. Data BPS (Biro Pusat Statistik) juga menyebutkan, angka kehamilan remaja pada usia 15-19 tahun mencapai 48 dari 1.000 kehamilan. 30% aborsi, pelakunya juga kalangan remaja. Data dinas penelitian dan pengembangan (DISLITBANG) POLRI, menemukan pelajar SMP, SMA dan mahasiswa menduduki jumlah tertinggi penggunaan narkoba dan minuman keras. Yaitu sebanyak 70% penggunanya.

Kesadaran Pribadi Untuk Tidak Menyia-Nyiakan Waktu

Pada akhirnya, tantangan untuk menggunakan waktu secara optimal, kembali kepada kesadaran pribadi. Ada banyak juga kok pemuda/i kita yang berprestasi dengan luar biasa. Tapi banyak juga yang tetap menyia-nyiakan. Itulah mereka, yang tatkala waktunya tiba, ketika menjelang masa tua mungkin akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan waktunya.

Sayapun teringat obrolan saya dengan seorang supir taksi tua, yang malam-malam masih menarik taksi di Ibukota. Dengan sangat sedih ia berkata, “Beginilah kalau waktu sekolah dulu, seringkali bolos dan kerjanya hura-hura. Saya harus membayarnya di usia saya sekarang”.

Ada sebait menarik dari puisi itu, “Hidup ternyata lebih pendek daripada yang terlihat. Ketika sudah tua, barulah kamu mengerti apa yang saya katakan”.

Rasanya, kita tidak perlu menunggu apa yang dikatakan oleh penulis puisi itu untuk memahami, “Kemudaan yang Disia-diakan”. Justru ketika kita masih muda, itulah kesempatan untuk melakukan sesuatu dengan energy tinggi. Mirip seperti perkataan seorang pengusaha sukses, “Untung saya memulainya disaat masih muda. Saat itu saya banyak mengalami kegagalan dan saya bisa bangun lagi dengan energi lebih tinggi. Bayangkan kalau saya memulainya di usia sekarang, mungkin saya sudah bonyok dan nggak nggak bisa apa-apa”. Itulah keuntungan dari masa muda yang tidak boleh disia-siakan. Supaya kelak ketika tua kita bisa dengan bangga berkata, “Ungtunglah saya melakukannya di saat saya masih muda!”.

Nah, apa yang kira-kira kamu akan sesali kalau kamu tidak melakukannya di masa sekarang? Lakukanlah!

Salam Antusias

Anthony Dio Martin

 

Related Blog

The Map: Simulasi Boardgame Keren Yang Mengajarkan 4 Ketrampilan Penting Buat Para Pemimpin Bisnis!
Leadership| 3819 times

The Map: Simulasi Boardgame Keren Yang Mengajarkan 4 Ketrampilan Penting Buat Para Pemimpin Bisnis!

Attack!! Dan begitu mendengar aba-aba tersebut. Serentak, semua peserta dalam satu tim, mengangkat pedangnya dan mengarahkan pada group yang diserang. Group yang diserang akan kehilangan poin dan h...

Visi - Strategi - Aksi!

Tahun baru, semangat baru! Pembaca, sudahkah Anda pikirkan bagaimana Anda akan melewati dan mengisi tahun 2010 ini? Memang, tahun yang baru selalu menjadi simbol semangat baru, harapan baru, dan ba...

5 Alasan kenapa perlu belajar Negosiasi
Sales Negotiation| 15615 times

5 Alasan kenapa perlu belajar Negosiasi

Salah satu hal yang saya pelajari ketika saya bernegosiasi adalah bahwa sebelum saya mengubah diri saya, saya tidak dapat mengubah orang lain. – Nelson Mandela (Nobel prize winner, South African st...

Dengarkan dan Hargai Ide-Ide Baru Karyawan

Perusahaan ibarat mesin. Maka selayaknya mesin, ia membutuhkan bahan bakar untuk membuatnya tetap beroperasi. Maka motivasi ibarat bahan bakar dari kendaraan itu. Jika tidak ada bahan bakar, kendar...

Kecerdasan Emosional (EQ) dan Filsafat Stoik: Bagaimana Filsafat Stoik Ternyata Bisa Melejitkan Level EQ-mu?

Epictetus, salah satu filsuf Stoik terkenal berkata, "Bukan kejadiannya tetapi cara kita memberikan makna atas apa yang terjadi, yang bikin kita menderita". EQ juga mengajarkan soal kemampuan menat...

EQ dalam Negosiasi: Bukan Cuma Pakai Otak Tapi Juga Hati Saat Negosiasi

Banyak orang berpikir bahwa negosiasi adalah soal adu data, adu logika, dan siapa yang paling jago main strategi. Tapi faktanya, dalam dunia nyata, negosiasi seringkali gagal bukan karena angka... ...

Uncaring Boss: Menghadapi Atasan Yang Nggak Peduli Sama Sekali

Uncaring Boss! Ada lho, pimpinan yang sama sekali tidak peduli, khususnya orang-orangnya. Terus, Siapa yang dia pedulikan? Dirinya dan tergetnya. Kadang, orang lain, rekan dan bawahan hanyalah jadi...

7 Cara Curi Start Memasuki Tahun Baru
Tips & Motivasi| 3645 times

7 Cara Curi Start Memasuki Tahun Baru

Orang sukses tidak menunggu-nunggu kesempatan, mereka menciptakan kesempatan. Orang sukses telah memulai, sementara orang gagal,masih sibuk cari alasan menunda-nunda. So, kali ini mari kita belajar...