HR Excellency

7 Cara Curi Start Memasuki Tahun Baru

7 Cara Curi Start Memasuki Tahun Baru
Des 14, 19|Tips & Motivasi| 3645 times

Orang sukses tidak menunggu-nunggu kesempatan, mereka menciptakan kesempatan. Orang sukses telah memulai, sementara orang gagal,masih sibuk cari alasan menunda-nunda.

So, kali ini mari kita belajar dari orang sukses bagaimana mereka "memulai" sebelum orang lain memulai. Inilah berbagai tips bagaimana caranya curi start memasuki tahun baru. Ini juga merupakan beberapa step yang saya sukai. Bagaimanakah prakteknya? Ayo, kita simak!

7 Step Tips Curi Start

1. Mulailah dari sekarang. Justru sebelum memasuki tahun yang baru, lakukan start. Masalahnya, ada semacam penyakit "New Year Hangover" yakni semacam penyakit waktu ketika memasuki tahun baru. Simtom-simtomnya, diantaranya: merasa terlalu awal buat start. Merasa masih di awal-awal, jadi justru menunggu. Akibatnya, justru karena menunda dan menunggu, malah seringkali telat memulainya. Jadi justru semakin cepat memulai di akhir tahun, semakin baik saat kita memasuki awal tahun.

2. Bikin temanya sekarang. Pikirkan di tahun yang baru, temanya apa. Ini bicara soal apa yang kamu akan mulai fokuskan di tahun mendatang. Contoh: tahun perhatian pada aspek fisik, tahun keluarga fokus pada family, tahun new business. Ciptakanlah sebuah tema yang mulai Anda pikirkan justru sebelum Anda memasuki tahun yang baru.

3. Lanjutkan dari tahun lalu. Percayalah, Anda akan bisa mencapai jauh lebih banyak dengan membuat sesuatu yang berkesinambungan daripada sesuatu berakhir setahun dan memulai sesuatu yang sama sekali baru di tahun berikutnya. Hampir semua mega proyek dikerjakan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, hidup dan prestasimu seharusnya juga demikian. Pikirkanlah sesuatu yang berkelanjutan dari tahun sebelumnya, tapi terus dikembangkan dan dibuat menjadi lebih baik (continuous improvement)

4. Mulailah kick off lebih cepat. Sementara kebanyakan orang memulai pluitnya di tahun baru, canangkan bahwa kamu memulainya justru sebelum tahun lama berakhir. Jadi, ibaratnya sebelum tahun baru, kamu telah membunyikan pluitmu sendiri untuk memulai aktivitas tahun 2020mu.

5. Tandai tindakan konkrit sejak awal tahun. Ini penting banget. Sejak sekarang, milikilah agenda tahun yang baru. Lalu mulailah tandai mengenai tindakan, rencana serta hal-hal penting yang akan dilakukan, khususnya di bulan-bulan awal yakni Januari dan Februari. Itulah bulan-bulan biasanya orang masih malas mengambil langkah dan tindakan. Kebanyakan orang masih berleha-leha dan bermalasan.

6. Rencanakan event penting atau milestone penting yang akan kamu lakukan di tahun baru. Tandai sejak sekarang. Buatlah itu menjadi komitmenmu. Misalkan momen perjalanan, momen liburan. Momen acara khusus yang kamu ingin laksanakan. Tandai sejak sekarang. Masalahnya, kalau komitmen itu tidak dibuat biasanya, kalau sudah tiba waktunya seringkali terjadi 'excuse' atau pemaafan yang membuat kita dengan mudahnya melanggar apa yang sudah kita tetapkan.

7. Praktekkan skenario building. Intinya, skenario building fokus pada 3 skenario penting di tahun yang akan datang. Seandainya, situasi berjalan dengan lancar dan mulus. Itulah skenario optimis. Dalam skenario model optimis ini, diharapkan indikator ekonomi dan support penuh Anda peroleh. Tapi siapkan juga skenario pesimis. Intinya,kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang Anda harapkan, apa antisipasinya? Dan ketiga, skenario realitis. Manakah yang kemungikinan besar akan terjadi. Dan di atas semua itu, buatlah rencana apa hal minimal yang mau Anda raih.

Semoga dengan mencuri start, Anda bisa meraih lenih banyak di tahun yang baru nanti! Bayangkan,dengan curi start, sementara orang lain hanya punya 365 hari, justru Anda punya lebih banyak dari 365 hari. Keren kan...?

Related Blog

Awas, Jangan Kena Gejala Cabin Fever Di Tengah Pandemi Ini!
Tips & Motivasi| 2430 times

Awas, Jangan Kena Gejala Cabin Fever Di Tengah Pandemi Ini!

Bagaimanakah perasaan Anda dalam situasi terisolasi di rumah gara-gara wabah pandemi ini? Banyak yang mengalami situasi bosan, sedih serta jenuh berkepanjangan, hingga jadi depresi, karena tinggal ...

Tiga Level of High Impact Trainer

Bayangkanlah skenario berikut ini. Anda duduk bersama dalam kerumuman orang yang memadati suatu hall olah raga yang telah disulap menjadi suatu panggung raksasa seminar. Sebentar lagi, suatu semina...

Sukses Memimpin Perubahan

Dari sekian banyak tantangan yang dihadapi oleh para manajer perusahaan adalah mengelola perubahan. Dunia bisnis telah semakin penuh persaingan, dan perubahan dalam desain organisasi, struktur orga...

EQ FOR SERVICE:  ANTARA PELAYANAN TULUS ATAU FULUS ?
Tips & Motivasi| 3185 times

EQ FOR SERVICE: ANTARA PELAYANAN TULUS ATAU FULUS ?

Alkisah, ada seorang nenek mantan pemain piano terkenal. Namun, sejak kena stroke, hobinya main piano tidak bisa lagi dilanjutkan. Badannya menjadi mati sebelah. Ia pun tak lagi bisa melakukan apa ...

Jangan Hanya Kelola Waktu, tetapi Kelola Energi Anda!
Tips & Motivasi| 4093 times

Jangan Hanya Kelola Waktu, tetapi Kelola Energi Anda!

“Energilah faktor utama tingginya kinerja, bukan waktu” (Jim Loehr & Tony Schwartz, penulis “The Power of Full Engagement”) Saya sering menjumpai orang yang merasa bangga sekaligus memelas terkait...

Cerdas Emosi Kalau Bikin Status SosMed

Kasihan dengan Florence Sihombing! Awalnya, karna jengkel lantaran nggak bisa mengisi bensin di SPBU Lempuyangan, Yogya, si mahasiswa S2 UGM ini mulai membuat status kemarahannya. Dalam tulisan di ...

Mengapa Mahasiswa Membutuhkan EQ: Kunci Sukses di Dunia Akademik dan Sosial
Tips & Motivasi| 914 times

Mengapa Mahasiswa Membutuhkan EQ: Kunci Sukses di Dunia Akademik dan Sosial

Ketika berbicara tentang kesuksesan mahasiswa di lingkungan akademik dan sosial, seringkali fokus diberikan pada kecerdasan intelektual mereka. Namun, tanpa kecerdasan emosional (EQ), kemampuan ini...

Emotional Leadership: Bagaimana Pemimpin Menggunakan EQ Untuk Pimpin Organisasinya?
Leadership| 2908 times

Emotional Leadership: Bagaimana Pemimpin Menggunakan EQ Untuk Pimpin Organisasinya?

Kepemimpinan adalah kunci untuk pertumbuhan organisasi. Saat ini lenih dibutuhkan seorang leader yang bukan hanya pintar tapi juga cerdas emosinya. Artinya, yang bisa terkoneksi dengan timnya, den...