HR Excellency

Cerdas Emosi Kalau Bikin Status SosMed

No Image
Feb 13, 17|Emotional Intelligence| 2907 times

Kasihan dengan Florence Sihombing! Awalnya, karna jengkel lantaran nggak bisa mengisi bensin di SPBU Lempuyangan, Yogya, si mahasiswa S2 UGM ini mulai membuat status kemarahannya. Dalam tulisan di pathnya, Florence, “Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta, Bandung, jangan mau tinggal di jogja”. Lantas ada kalimat lagi di Twitternya seperti, “Yogya sucks”, dll. Gara-gara status di media social inilah, orang-orang Yogyapun menjadi berang. Ia pun menjadi populer bahkan dianggap menjadi orang yang paling dicari di Yogya. Orang-orangpun berbalik marah kepadanya karena sebagai mahasiswi hukum di universtas yang ternama seperti UGM, tidaklah pantas Florence membuat status yang demikian. Dan gara-gara itulah, ia pun disidang oleh Dewan Kode Etik di UGM, juga ditangkap polisi bahkan sempat dipenjarakan. Meskipun, akhirnya dibebaskan kembali.

 Padahal saya mencatat juga, sebelumnya, di bulan April 2014, ada seorang ada seorang wanita bernama Dinda yang juga dihujat lantaran statusnya kepada seorang ibu hamil. Dalam akun di path-nya, si Dinda berkata, "Benciii  bgt ama ibu2 hamil yg tiba2 dateng minta duduk.. yaa gw tau lw hamill tapi pliss dong berangkat pagi.. ke stasiun yg jauh sekalian biar dapet tempat duduk gw aja ga hamil bela2in berangkat pagi demi dapet tmpat duduk.. dasar emg ga mau susaah.... ckckck nyusain org..". Akhirnya, status ini mengundang reaksi dari berbgai pengguna jejaring social. Dinda pun jadi bahan cacian dan cemoohan banyak orang.

Sebelumnya lagi, long time ago, pernah terjadi di bulan Maret 2010, ada seorang bernama Ibnu Rachal Farmansyah juga dipaksa meminta maaf kepada mayarakat Bali. Hal ini dipicu oleh statusnya di FB pada saat Nyepi yang dianggap menghina. Ia pun sampai dikomentari dan diminta pergi dari Bali. Ternyata, usut punya usut, si Ibnu Rachal Farmansyah ternyata lagi stress dan punya masalah, serta sendirian di Bali. Dalam status FB sebelumnya dia pun cerita, “Gue diomelin bos, gue berantem sama sodara gue, duit pun juga ga punya,". Gara-gara stress, iseng dan sendirian itulah ia membuat status yang menyamakan hari raya Nyepi seperti kotoran. Pantas saja, masayarkat Balipun menjadi berang atas statusnya ini. Ibnu dianggap nggak sopan!

Cerdas Emosilah Kalau Mau Berkicau!

Pertama-tama, social media kita bukanlah diary. Ingatlah, itulah adalah media social. Artinya, media yang terhubung dengan orang lain. Kalaupun Anda sedang galau, kesel, marah ataupun benci, tulislah di diary yang tidak bisa dibaca orang. Tapi, janganlah sekali-kali menuliskannya di media social. Namanya, media social maka semua orang akan bisa membacanya. Jadi, meskipun yang punya akun itu adalah diri Anda pribadi, tetapi yang akan membaca dan menganalisa isinya adalah orang lain. Jadi, cerdas-cerdaslah saat mengungkapkan isi pikiran maupun perasaan Anda. Kalau tidak mau terbaca dan tidak ingin orang lain tersinggung oleh umpatan dan kemarahan Anda, janganlah menuliskannya di media social. Sekali lagi, social media bukanlah diary yang bisa jadi curhatan apa saja.

Kedua, janganlah mengumpat atau mengungkapkan kemarahan Anda melalui media social. Alasannya, Anda nggak bisa mengklarifikasi kalau ada yang tersinggung. Kalau dalam komunikasi tatap muka langsung, ada gesture dan gaya untuk membuat apa yang kita katakana menjadi tidak terlalu menyinggung. Selain itu ada kesempatan klarifikasi kan langsung maksud kita yang mungkin tidak ingin membuat orang lain tersinggung. Lha, kalau itu di media social? Satu-satunya yang orang baca dan lihat adalah apa yang kita tulis. Dalam kondisi begini, kesalahan persepsi bisa sangat besar. Karena itu, supaya orang tidak salah persepsi, janganlah tuliskan begitu saja di stastus sosialmu.

Ketiga, belajar lakukan self censorship! Artinya apa? Cobalah untuk melakukan ujian dengan bertanya pertanyaan kritis kepada dirimu sendiri. Ajukanlah tiga pertanyaan penting ini: (1) Apakah memang perlu dituliskan? (2) Apakah berkemungkinan membuat orang dengan latar belakang berbeda SARA tersinggung dengan apa yang kamu tuliskan? (3) Apakah itu bisa membuat orang bukannya meng-APRESIASI (menghargai) tapi justru MENDEPRESIASI (anggap hina) dirimu? Nah, kalau setelah menanyakan ketiga pertanyaan ini, dan Anda menganggap tidak ada masalah, maka kemungkin apa yang dituliskan itu tidak ada masalah.

Keempat, social media juga bukan tong sampah yang bisa jadi sasaran tumpahan semua emosi jengkel dan marahmu. Jadi, tatkala marah dan kesel, sebaiknya jangan menulis di social media. Tapi, kalaupun “ngebet” untuk menuliskannya, silakan tulis tapi jangan pernah di-send. Atau, syukur-syukur bikin status soal kondisi Anda tersebut, sejam atau beberapa jam kemudian. Kemungkinan besar, emosi kita lebih reda dan rasio kita pun akan berfungsi lebih “waras” sehingga status kita pun lebih bisa diterima akal sehat.

Intinya, pada saat ketika sedang mengalami emosi nggak menyenangkan yang tinggi, jangan langsung ungkapkan di status sosialmu. Soalnya, kita tidak perlu menjadi seperti si Florence atau si Ibnu ataupun si Dinda yang akhirnya harus minta maaf, lantaran berbalik dihujat dan dicaci makin puluhan bahkan ratusan orang akibat apa yang telah kita tuliskan itu. Kata pepatah, “Look before you leap” lihatlah sebelum kamu loncat. Begitu pula dalam hal membuat status media social terapkanlah, “Think before your write” (pikirkanlah sebelum kamu tuliskan!).

Anthony Dio Martin, "Best EQ trainer Indonesia", direktur HR Excellency, pembicara, ahli psikologi, penulis buku-buku best seller, host program motivasional di salah satu radio terkemuka di Indonesia, host beberapa acara di salah satu TV kabel di Indonesia, kolomnis di berbagai harian dan majalah. Website: www.anthonydiomartin.com dan twitter: @anthony_dmartin

 

Related Blog

Disiplin: A Path Way to Success

Banyak orang yang menginginkan sukses, tanpa jerih payah. Banyak yang ingin sukses dalam waktu singkat, dan dengan mudah. Namun, buat saya, kesuksesan bisa kita ibaratkan seperti sebuah benih yang ...

Mengapa Mahasiswa Membutuhkan EQ: Kunci Sukses di Dunia Akademik dan Sosial
Tips & Motivasi| 914 times

Mengapa Mahasiswa Membutuhkan EQ: Kunci Sukses di Dunia Akademik dan Sosial

Ketika berbicara tentang kesuksesan mahasiswa di lingkungan akademik dan sosial, seringkali fokus diberikan pada kecerdasan intelektual mereka. Namun, tanpa kecerdasan emosional (EQ), kemampuan ini...

TIPS TRAINING: CARA APLIKASIKAN QUANTUM TEACHING & ACCELERATED LEAERNING

Quantum Teaching diperkenalkan oleh Bobbi DePorter di era 80-an dan Accelerated diperkenalkan oleh Dave Meier di era 2000-an. Meskipun paradigma dan konsepnya termasuk sudah cukup lama, ternyata ad...

KEMUDAAN YANG TERSIA-SIAKAN (Sebuah Refleksi Di Hari Sumpah Pemuda)
Tips & Motivasi| 2869 times

KEMUDAAN YANG TERSIA-SIAKAN (Sebuah Refleksi Di Hari Sumpah Pemuda)

Buat orang muda, ada sebuah puisi menarik di internet. Judulnya? Youth-Wasted on The Young! Intinya, puisinya ini berkisah soal seorang yang tidak paham kalimat bijak, “Banyak kemudaan yang disia-s...

Miliki 3 Kompetensi Self Awareness Yang Penting Ini!
Tips & Motivasi| 4406 times

Miliki 3 Kompetensi Self Awareness Yang Penting Ini!

Self Awareness, adalah kompetensi Kecerdasan Emosi (EQ) yang paling dasar. Tanpa self awareness yang baik, kompetensi yang lainnya akan bermasalah. Kita sering kali ketemu orang yang tidak sadar de...

Annoying Co-Worker: Tips Menghadapi Rekan Kerja Yang Menyebalkan

Pernahkah menghadapi rekan kerja yang menyebalkan? Mereka bisa muncul dalam berbagai bentuk sikap dan tingkah laku. Lusi, misalnya. Ia adalah tipe teman kerja yang suka sirik. Ia tidak suka ketika ...

Cross Border Trainer: Dari Malaysia, ke Global, Hingga Menginspirasi Indonesia
Tips & Motivasi| 612 times

Cross Border Trainer: Dari Malaysia, ke Global, Hingga Menginspirasi Indonesia

Tiga hari terakhir di pertengahan Mei 2025 ini bukan sekadar hari-hari pelatihan biasa. Ada rasa yang berbeda. Ada makna yang dalam. Karena yang terjadi bukan hanya pelatihan, tapi juga perwujudan ...

Visi - Strategi - Aksi!

Tahun baru, semangat baru! Pembaca, sudahkah Anda pikirkan bagaimana Anda akan melewati dan mengisi tahun 2010 ini? Memang, tahun yang baru selalu menjadi simbol semangat baru, harapan baru, dan ba...