HR Excellency

TIPS TRAINING: CARA APLIKASIKAN QUANTUM TEACHING & ACCELERATED LEAERNING

TIPS TRAINING: CARA APLIKASIKAN QUANTUM TEACHING & ACCELERATED LEAERNING
Jun 17, 22|Training Presentasi| 3236 times

Quantum Teaching diperkenalkan oleh Bobbi DePorter di era 80-an dan Accelerated diperkenalkan oleh Dave Meier di era 2000-an. Meskipun paradigma dan konsepnya termasuk sudah cukup lama, ternyata ada beberapa pemikiran mereka yang sampai sekarang masih berlaku. Riset seputar konsep serta teori mereka masih dipakai hingga sekarang. Bahkan berbagai institusi yang mengajarkan pendidikan misalkan RuangGuru.com masih menerapkan konsep ini.

Beberapa bagian dari konsep Quantum Teaching dan Accelerated Learning yang penting.
1. AMBAK. AMBAK adalah singkatan dari Apa Manfaatnya Bagiku. Ini merupakan terjemahan dari prinsip WIIIFM (What is In It For Me). Makna prinsip ini adalah, seseorang akan lebih termotivasi buat belajar jika ia tahu apa manfaatnya buat dia. Lagipula, salah satu hukum tentang otak mengatakan informasi akan disimpan di memori jangka panjang saat orang tahu apa manfaatnya suatu hal dipelajari.

2. AZAS. Salah satu azas penting dalam pembelajaran gaya Quantum Teaching adalah "Bawalah dunianya ke duniamu, baru bawa duniamu ke dunia dia" Intinya, Quantum Teaching bicara soal betapa pentingnya memahami dunia peserta kita. Trainer harus menyelami dunia peserta. Trainer punya tanggung jawab mengerti apa yang jadi pergolakan peserta didik. Juga menggunakan bahasa yang mereka pahami. Dengan memahami peserta, barulah trainer mengajak peserta untuk masuk ke dunianya. Disini prinsip pacing dan leading dari ilmu NLP (Neuro Linguinstic Programming) dipakai. Artinya peserta akan lebih tertarik dan mau dipengaruhi oleh trainernya jika ia merasa trainernya memahami apa yang dunia mereka.

3. PRINSIP. Dalam ilmu Quantum Teaching ada lima prinsip pembelajaran yang penting, yakni:
(1) Segalanya Berbicara. Artinya, dalam mengajar, semua hal yang ada, mulai dari si trainer, ruangan, bahan, semuanya yang terkait dengan pembelajaran bisa dipakai untuk mengajarkan sesuatu.
(2) Segalanya Bertujuan. Artinya, ketika melakukan aktivitas apapun di kelas, harus punya tujuannya. Jika tidak, ia hanya menghabiskan waktu. Maka trainer mesti memikirkan setiap langkah, proses yang terjadi, mesti ada tujuannya.
(3) Akui Setiap Usaha. Artinya, trainer selalu positif dengan proses yang dialami oleh siswanya. Ini menganut Prinsip Suggestology dari Georgi Lazanov. Disini, fungsi trainer adalah sekaligus motivator bagi pembelajaran siswanya.
(4) Pengalaman Sebelum Beri Nama. Artinya, jauh lebih baik jika peserta berkesempatan untuk mengalami dulu sebelum mereka belajar sesuatu. Makanya muncul konsep experiential learning dimana peserta diajak aktif mengalami dulu, barulah dari pengalaman itu ditarik ke konsep penting yang perlu dipelajari.
(5) Jika Layak Dipelajari, Layak Pula Dirayakan. Pembelajaran adalah proses merayakan kesuksesan untuk mendapatkan pengetahuan tertentu. Makanya, pembelajaran mestinya menjadi kesempatan untuk merayakan. Di sinilah trainer memberikan pujian, mengajak tepuk tangan ataupun kalimat yang afirmatif untuk setiap proses kemajuan pembelajaran yang dialami.

4. METODE. Salah satu prinsip penting dari Accelerated Learning Dave Maier yang terkenal adalah kalimat "Learning is Creation, Not Consumption" So, jika pembelajaran hanya membuat siswa pasif dan menerima informasi, maka itu bukanlah proses belajar yang sesungguhnya. Pembelajaran terjadi ketika peserta juga aktif dilibatkan. Mereka berbagai pengalaman, aktif memikirkan, merespon bahkan mensharingkan pemikiran mereka. Bahkan, jika perlu peserta mampu membangun pemikiran dan ide baru dari apa yang didapatkannya, dikaitkan dengan apa yang diketahuinya. Maka, tugas trainer adalah memastikan terciptanya pembelajaran dua arah yang aktif, bukan pasif.

Related Blog

No Image
Service| 3601 times

Service dengan Solusi dan Happy

Ingatlah pada saat kita melayani, kita bukan cuma memberikan produk atau servis kita tapi juga punya tugas membuat pelanggan kita merasa happy. Atau dengan kata lain, kita bukan hanya memberikan so...

Mengenali dan Me-manage 7 Ciri Toxic Employee!

Pembaca, pernah mendengar istilah Toxic Employee? Dalam salah satu bahasan di buku bestseller saya berjudul Smart Emotion 1 dan 2, saya membahas soal ini. Topik ini rupanya mendapat respon cukup be...

Mindset Human Capital Management (HCM) vs Human Resources Management (HRM): Bukan Cuma Beda di Singkatan

Dalam setiap perjalanan bisnis, kita sering kali dihadapkan pada pilihan-pilihan strategis yang menentukan arah masa depan organisasi. Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian adalah bagaiman...

10 Ketrampilan Street Smart Yang Penting Diketahui dan Dikuasai!
Tips & Motivasi| 4022 times

10 Ketrampilan Street Smart Yang Penting Diketahui dan Dikuasai!

Mark McCormack pernah menjadi kesal. Ia lulusan sekolah bagus, tapi merasa pendidikannya ternyata tidak menyiapkan dia untuk jadi pebisnis yang tangguh. Lantas, ia menulis buku terkenal “What They ...

Studi Kasus (Business Case) dan Best Practices Perusahaan yang Menerapkan Kecerdasan Emosi (EQ) di Dunia dan di Indonesia Oleh: Anthony DIo Martin
Tips & Motivasi| 13484 times

Studi Kasus (Business Case) dan Best Practices Perusahaan yang Menerapkan Kecerdasan Emosi (EQ) di Dunia dan di Indonesia Oleh: Anthony DIo Martin

Sejak membawakan konsep dan training kecerdasan emosi (EQ) di Indonesia sejak tahun 2002, melalui lembaga HR Excellency, salah satu pertanyaan yang muncul adalah: “Adakah contoh kasus atau best pra...

Outbound Training dan Pelajaran Penting Soal EQ Dibaliknya

Bayangkan sebuah kelompok yang berdiri di depan jaring raksasa berbentuk laba-laba. Aturannya sederhana, mereka harus mengangkat satu per satu temannya melewati celah jaring tanpa menyentuh benang....

EQ Parenting: Menjadi Orang Tua yang Cerdas Emosinya
Parenting| 634 times

EQ Parenting: Menjadi Orang Tua yang Cerdas Emosinya

Seorang ibu bercerita dengan sedih saat mengikuti pelatihan Kecerdasan Emosional. “Pak Anthony, saya merasa ngeri dengan anak saya sendiri.” Saya terdiam sejenak. “Mengapa? Memangnya anak Anda sepe...

Kecerdasan Emosional (EQ) dan Filsafat Stoik: Bagaimana Filsafat Stoik Ternyata Bisa Melejitkan Level EQ-mu?

Epictetus, salah satu filsuf Stoik terkenal berkata, "Bukan kejadiannya tetapi cara kita memberikan makna atas apa yang terjadi, yang bikin kita menderita". EQ juga mengajarkan soal kemampuan menat...