HR Excellency

Training Dengan Jaminan Pembelajaran Seumur Hidup di HR Excellency

Training Dengan Jaminan Pembelajaran Seumur Hidup di HR Excellency
Jan 31, 20|Tips & Motivasi| 2134 times

Peserta ini kaget. Dalam sebuah pelatihan yang dilakukan oleh HR Excellency di hotel, seorang peserta program training public HR Excellency bertanya. "Bener Pak? Jaminan pembelajaran seumur hidup?" Kami katakan, "Iya Pak!" "HR Excellency menerapkan pembelajaran seumur hidup!"

Artinya seorang peserta boleh ikut dan ikut lagi? Begitulah kenyataannya.

Bahkan, ada peserta yang "re-seat" (itu istilah kami untuk peserta yang ikut kembali) hingga 4 kali. Dan setelah mengikuti yang pertama. Si peserta ini berhak mengikuti lagi pelatihan (dengan judul yang sama) kapanpun, tanpa dipungut biaya training. Kecuali, kalau peserta ini memutuskan dia ingin lunch di tempat training, maka dia harus menggunakan biayanya sendiri. Tetapi, diluar itu. Seorang peserta tak akan dipungut biaya apapun untuk training yang pernah diikutinya. Itulah jaminan pembelajaran seumur hidup!

Bahkan, di tempat kami. Seorang peserta yang mengikuti pelatihan di perusahaannya, bisa ikut lagi di kelas public. Misalkan saat ikut pelatihan EQ (Kecerdasan Emosional) dia ikut bersama semua karyawan di perusahaannya. Lalu, dia kepingin belajar lagi. Maka, dia pun bisa bergabung di kelas public EQ (Kecerdasan Emosional) kapanpun. Menguntungkan bukan?

So, Mengapa HR Excellency Menerapkan Kebijakan Pembelajaran Seumur Hidup Ini?

Ada pertanyaan menarik disini, "Mengapa sih HR Excellency mau menerapkan kebijakan seperti ini? Apa alasan yang mendorong kebijakan ini?"

Sebagai lembaga training yang fokus pada pembelajaran, tentunya segalanya tidak dihitung berdasarkan untung rugi. Kadang, ada sisi tanggung jawab terhadap pembelajaran peserta yang diutamakan. Itulah bagian dari "noble goal" (tujuan mulia) yang ingin diinspirasikan oleh lembaga pelatihan seperti HR Excellency.

Jadi, kalau disimpulkan apakah yang mendorong HR Excellency menerapkan kebijakan ini? Sebenarnya ada tiga.

Pertama-tama, untuk terus memberikan update ilmu kepada peserta. Yang namanya ilmu selalu berkembang. Bahkan, di HR Excellency kami pun mencatat bahwa bahan training terus berkembang dari masa ke masa. Selalu saja ada hal yang baru untuk bidang materi apapun. Misalkan saja, soal leadership (kepemimpinan). Dalam waktu dua tahun, ada begitu banyak teori, konsep dan kisah-kisah yang baru. Itulah sebabnya, mengapa dalam dua tahun biasanya terjadi perubahan dan pengembangan materi yang signifikan.

Kedua, menjadi pengingat kembali atas apa yang telah dipelajari. Nah, ini problem pikiran yang sering menghinggapi peserta. Yakni, lupa setelah belajar. Akibatnya, meskipun peserta sudah diajar dengan teknik-teknik yang fun dan menarik, tetap saja terjadi proses lupa. Untuk itulah peserta kadang didorong untuk mau hadir lagi dan belajar. Dan dengan demikian, maka apa yang dipelajarinya justru disegarkan kembali.

Ketiga, mendorong peserta untuk terus belajar. Kadangkala peserta malas untuk belajar dengan sejuta alasan. Salah satunya karena harus membayar lagi. Apalagi mereka mengatakan, "Kan aku udah pernah ikut. Kenapa aku mesti ikut lagi? Trus harus bayar lagi!". Karena itulah, kita membebaskan biaya training ini dengan harapan peserta yang sungguh-sungguh mau belajar tergerak untuk mau datang lagi serta belajar lagi. Mereka tidak terbebani dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti pelatihan yang sama.

Dengan prinsip inilah, kita di HR Excellency meyakini satu hal, "Ketika kamu sungguh-sungguh ingin belajar sesuatu, kamu akan mencari caranya. Bagaimanapun caranya. Tetapi ketika kamu tidak tertarik belajar sesuatu. Kamu akan berusaha mencari cara menolaknya dengan menggunakan apapun alasannya".

Berminat untuk tahu lebih banyak soal Public Workshop kami untuk tim atau organisasi Anda? Silakan menghubungi tim kami di No. Telp. 021-3518505 atau 021-3862521 atau WA langsung ke: 0812 9805 4929. Dapatkan manfaatnya!

Related Blog

10,5 Tips Menjadi Pemimpin Pendidikan yang Hebat: Ingat Transisi
Leadership| 1497 times

10,5 Tips Menjadi Pemimpin Pendidikan yang Hebat: Ingat Transisi

"Berubah itu mudah, yang sulit adalah transisi." - William Bridges Bayangkan ada seorang kepala sekolah yang baru diangkat, sebut saja Ibu Lestari. Ia diangkat untuk memimpin sebuah sekolah unggula...

Management by Love

Dalam buku Chicken Soup for the Soul, karya Jack Canfield dan Mark Victor Hansen, terdapat sebuah kisah menarik yang tidak pernah saya lupakan, yakni kisah yang berjudul "Sarung Tangan Jesse". Dala...

Jangan Senang Dulu Saat Upah Naik!
Manajemen HRD| 2258 times

Jangan Senang Dulu Saat Upah Naik!

Pertanyaan: "Apa respon yang paling umum saat upah naik?" Jawab: "Ya, senang dong!" Yep! Tatkala upah naik, karyawan pastilah merasa amat senang hatinya. Yang terbayang biasanya kredit yang bisa di...

Awas! Anak-Anak yang Makin Beringas!

Baru-baru ini di ibukota heboh lagi. Hati saya pun miris mendengarnya. Bayangkan. Dilaporkan begini. Seorang anak kelas 2 SD, bertengkar dengan temannya saat ada acara lomba menggambar. Ternyata ca...

Annoying Co-Worker: Tips Menghadapi Rekan Kerja Yang Menyebalkan

Pernahkah menghadapi rekan kerja yang menyebalkan? Mereka bisa muncul dalam berbagai bentuk sikap dan tingkah laku. Lusi, misalnya. Ia adalah tipe teman kerja yang suka sirik. Ia tidak suka ketika ...

Jangan Hanya Kelola Waktu, tetapi Kelola Energi Anda!
Tips & Motivasi| 4092 times

Jangan Hanya Kelola Waktu, tetapi Kelola Energi Anda!

“Energilah faktor utama tingginya kinerja, bukan waktu” (Jim Loehr & Tony Schwartz, penulis “The Power of Full Engagement”) Saya sering menjumpai orang yang merasa bangga sekaligus memelas terkait...

Mengapa butuh Soft Skills untuk Peningkatan Karir?
Tips & Motivasi| 3089 times

Mengapa butuh Soft Skills untuk Peningkatan Karir?

Ketika Steve Jobs terdepak keluar dari Apple yang dibangunnya, semua orang di kantornya tidak terlalu kaget. John Scully, yang direkrut Steve Jobs ternyata berhasil meyakinkan pemegang saham bahwa ...

New Normal Eq: Akankah Kita Punya Kecerdasan Emosi Lebih Baik Setelah Pandemi?

Pernah dengarkah Anda kisah tentang kehidupan burung elang yang luar biasa? Katanya, ada fase dalam hidupnya, ketika seekor burung elang harus melewati rasa sakit yang luar biasa. Kenapa? Karena se...