HR Excellency

Mindset Pelajar Ber-EQ Tinggi

Mindset Pelajar Ber-EQ Tinggi
Feb 1, 20|Tips & Motivasi| 2664 times

Diketahui bahwa faktor IQ (kecerdasan intelektual) bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan seorang siswa dalam belajar. Banyak siswa pandai, yang justru ketika menghadapi masalah dan problem, rapornya justru jadi terancam. Malahan, yang IQnya biasa-biasa saja, malah lebih sukses dalam studinya.

Bahkan, tahu nggak? Siswa yang punya EQ atau Kecerdasan Emosional tinggi, bisa berpeluang berprestasi lebih baik.

Apa itu EQ siswa? EQ, atau kecerdasan emosional yang kini jadi populer ini memfokuskan pada pengelolan diri dan orang-orang disekelilingnya. Tentu saja, buat yang jadi siswa, ini penting banget. So, mau tahu bagaimanakah mindset EQ seorang pelajar yang membuatnya lebih sukses dalam studinya? Inilah dia!

1. "Yang penting bukan gurunya menyenangkan atau tidak. Jauh lebih penting aku lulus pelajaran ini". Tahu nggak banyak siswa yang gara-gara benci gurunya, akhirnya jadi benci pelajarannya. Ingat deh, sebenci apapun dan se-nggak menyenangkan apapun, kamu tetap perlu lewati pelajaran itu. Jadi, jangan sampai terbawa perasaanmu.

2. "Lebih baik waswas sekarang, daripada nyesal belakangan". Pernah merasa waswas, karena mengantisipasi jangan sampai sesuatu terjadi. Kadang perasaan waswas ini bisa membuatmu belajar mempersiapkan. Lebih baik takut tidak lulus tapi kenyataannya lulus, daripada begitu pedenya kamu lulus, tapi ternyata tidak lulus. Karna itu biar nggak jadi menyesal belakangan, mendingan siapkan dri sekarang.

3. "Aku bisa memilih bersusah-susah belajar sekarang lantas santai kemudian. Atau bersantai-santai sekarang, lantas bersusah-susah akhirnya". Banyak siswa yang memilih yang belakangan. Dia bermalas-malasan hingga akhirnya harus membayar dengan belajar setahun lagi, karna tak naik kelas. Karena itu daripada harus bersusah payah belakangan, mendingan belajar sekarang. Susahnya sekarang, bahagianya akan kamu nikmati nanti.

4. "Semakin sulit pelajarannya, semakin aku berusaha supaya jangan sampai aku harus mengulangnya lagi gara-gara aku malas dan menunda belajar". Banyak siswa yang menurut saya tidak cerdas. Ketika pelajarannya sulit justru mereka malas dan tinggalkan. Akibatnya apa yang terjadi? Malah ada yang remed dan harus belajar setengah mati untuk kedua kalinya. Coba aja mereka selesaikan dengan sungguh-sungguh sejak awal, maka mereka terbebas untuk belajar buat kedua kalinya.

5. "Ketika aku punya masalah pelajaran, justru aku bertanya. Bukan membiarkannya". Pernah nggak ngalamin? Ketika hadapi pelajaran yang sulit, justru didiamkan dan dibiarkan? Padahal dengan begitu, masalahnya tak pernah selesai. Siswa yang sukses justru saat punya masalah, dia tak berhenti. Dia justru berusaha termasuk diantaranya adalah bertanya.

6. "Benci dengan pelajaran justru akan membuat beban belajar jadi makin besar". Ingatlah, perasaanmu justru bisa menambahkan beban buatmu. Jadi, ketika kamu merasakan benci, sebel ataupun jengkel pada suatu keadaan atau situasi. Maka, perasaan itu bisa membuat bebanmu jadi berkali lipat. Justru disini kita perlu belajar dari mereka yang cacat. Kondisi mereka sulit tapi banyak yang bisa tetap bahagia. Rasa bahagia ini justru mengurangi beban yang mereka alami. Begitupun sikapmu terhadap pelajaran. Makin dibenci,makin besar energimu untuk belajar.

7. "Orang yang rajin akhirnya bisa mengalahkan orang pintar kalau orang pintar itu malas melakukan apapun". Ingat cerita kelinci dan kura-kura yang lomba lari. Kura-kura memang lambat. Tapi karena dia rajin, sementara si kelinci malas, akhirnya kura-kura menang. Jadi kerajinan bisa mengalahkan kepandaian. Kadangkala yang juara dan ranking, justru bukan diisi oleh siswa yang paling pintar tapi yang paling rajin.

8. "Ini susah tapi mungkin. Bukan "ini mungkin tapi susah". Pelajaran sesusah apapun, tergantung pada pikiran kita. Kalau kita berpikir itu susah,maka hasilnya akan susah. Tapi kalau kita pikir itu mudah, maka kita pun akan melewatinya lebih enteng. Itulah kekuatan kata-kata. Terhadap pelajaran yang sulit, jangan katakan "sulit" tapi katakanlah "menantang". Ketika kamu bilang "sulit", kamu mungkin menyerah. Tapi ketika kamu bilang "menantang",kamu mungkin akan berusaha.

9. "Daripada sibuk habiskan energi untuk berprasangka buruk soal yang belum terjadi, lebih baik lakukan yang ada di depan mata". Banyak siswa yang kadang berpikir gini, "Bagaimana kalau udah sibuk belajar trus nggak jadi ulangannya?", "Bagaimana kalau yang aku udah pelajari, malah nggak keluar di ulangan besok?", "Bagaimana kalau kunci jawabannya ternyata salah?". Nah, banyak siswa yang mulai jadi rajin menciptakan skenario buruk. Energinya dihabiskan buat hal-hal negatif itu. Padahal, daripada habiskan energi memikirkan hal-hal buruk itu, lebih baik ambil bukunya dan mulailah belajar.

10. "Kerjakan dan tuliskan sebisamu. Siapa tahu, usahamu dihargai". Ada dua anak mengerjakan soal matematika yang susah. Sama-sama kedua anak ini tidak bisa mengerjakan.Tapi, seorang mendapatkan nilai 10 dari 20 poin. Sementara yg satunya, nilainya 0. Kenapa? Karna yang satunya ternyata berusaha menuliskan pemahamannya. Gurunya, ternyata menghargai usahanya, dan dapat poin. Begitulah! Anak-anak yang cerdas emosi akan berusaha sekuat tenaga. Paling nggak, dia berpikir positif, siapa tahu usahaku dihargai. Dan ternyata, usahanya memang dapat apresiasi dari gurunya. Intinya, jangan remehkan usaha. Siapa tahu, justru usaha itu membawakan keberuntungan buatmu?

Begitulah contoh 10 mindset siswa yang memiliki kecerdasan emosi (EQ) yang baik dalam belajar. Justru karena kecerdasan emosi inilah, jadi menutupi kekurangan mereka. Dan yang menarik, dengan cara berpikir ini, banyak yang akhirnya sukses dalam studinya. Bahlan, banyak yang oleh gurunya udah dibilang, "Anak ini tak mungkin berhasil di sekolah". Nyatanya? Mereka yang lulus dengan nilai cemerlang!

Related Blog

Business with Integrity: Bisnis Boleh Untung Tapi Jangan Nipu

Seorang pengusaha muda membangun pabrik di kawasan industri Cikarang. Ia punya mimpi besar, memproduksi barang lokal berkualitas tinggi yang bisa bersaing di pasar ekspor. Demi efisiensi, ia mengga...

TUA TIDAK HARUS RENTA (Cerdas Emosi Bagi Para Lansia)
Tips & Motivasi| 4196 times

TUA TIDAK HARUS RENTA (Cerdas Emosi Bagi Para Lansia)

Ketika bicara usia tua, kesan yang muncul seringkali adalah manusia terbongkok-bongkok. Yang giginya ompong. Sakit-sakitan, serta segalanya serba lambat. Tapi, ada sisi lain dari usia tua yang seri...

Viralkan !! Selamatkan Masa Depan Generasi Muda Bangsa Kita Melalui Program #SAVEOURYOUTH
Tips & Motivasi| 3027 times

Viralkan !! Selamatkan Masa Depan Generasi Muda Bangsa Kita Melalui Program #SAVEOURYOUTH

Saat Indonesia genap berusia 100 tahun, menjadi salah satu alasan munculnya ide, wacana dan gagasan tentang Generasi Emas 2045. Istilah ini digaungkan, bukan tanpa sebab. Pasalnya, ada satu “harta ...

Pemerintah Baru: Amanahkah?
Leadership| 1166 times

Pemerintah Baru: Amanahkah?

Hari ini adalah awal dari sebuah babak baru. Pemerintahan lama telah berganti, dan yang baru datang membawa angin harapan. Presiden Prabowo, yang baru saja terpilih, memimpin Indonesia di bawah Kab...

Leading In Time Of Crisis: Seni Memimpin Di Saat-saat Krisis
Leadership| 3606 times

Leading In Time Of Crisis: Seni Memimpin Di Saat-saat Krisis

Di saat pandemi, setiap orang membutuhkan peneguhan. Butuh kekuatan. Siapakah yang mereka akan lihat? Pemimpin mereka. Apakah pemimpin justru memberikan kekuatan emosi, pada saat-saat kritis, diman...

Tips Mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Jadi Kunci Utama Kesuksesan Saat Ini
Tips & Motivasi| 3014 times

Tips Mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Jadi Kunci Utama Kesuksesan Saat Ini

Pernahkah Anda berpikir mengapa beberapa orang tampak lebih sukses dalam kehidupan mereka daripada yang lain? Jawabannya bisa jadi terletak pada tingkat Kecerdasan Emosional (EQ) mereka. EQ adalah ...

Sukses, Sebaiknya Berprestasi! Dan Trainer yang Sukses Menunjukkan Prestasinya!

Kali ini saya akan agak sedikit membanggakan diri, khususnya program yang selama ini kita jalankan. Salah satunya, program sertifikasi trainer Essential Licenced Trainer (ELT) “Great Trainer In Act...

No Image
Parenting| 3170 times

Menjadi Orang Tua Ber-EQ Tinggi!

Dalam salah satu posting yang saya terima di fanpage saya, salah seorang tua berkata “Saat ini kelihatannya semakin sulit untuk menjadi seorang tua dan juga menjadi semakin sulit menjadi seorang an...