HR Excellency

Apakah Kamu Punya Semua Yang Dipersyaratkan Buat Jadi Trainer?

Apakah Kamu Punya Semua Yang Dipersyaratkan Buat Jadi Trainer?
Jul 21, 18|Training Presentasi| 3242 times

Sewaktu siaran di SmartFM kemarin, pertanyaan muncul dari pendengar, "Apa yang dibutuhkan kalau saya ingin menjadi trainer?". Pertanyaan yang sama muncul di instagram saya (@anthonydiomartin): "Bagaimana saya tahu, saya bisa jadi seorang trainer?". Kali ini saya akan memadukan pemahaman saya dengan apa yang dikatakan "trainernya trainer" Elaine Biech dalam bukunya "Training for Dummies" serta penjelasan langsung oleh motivator dunia, Brian Tracy.

Sekalian, ini bisa jadi bahan refleksi buat kita semua menjawab pertanyaan: "Apakah kamu memiliki yang dibutuhkan untuk menjadi seorang trainer?"

Untuk mudahnya, saya intisarikan 7 pertanyaan penting untuk menguji apakah syarat dasar menjadi trainer telah Anda miliki. Siap?

Pertama-tama: Bisakah kamu menjadi orang yang tetap positif meskipun kamu tahu lingkungan peserta ataupun sekelilingmu negatif?

Kedua: Apakah kaku bisa memberikan dirimu secara total meskipun mood kamu lagi kurang bagus?

Ketiga: Bersediakan kamu terus-menerus memberi meskipun apa yang kamu terima mungkin tak sepadan?

Keempat: Sanggupkah kamu bekerja lebih lama mempersiapkan bahan berhari-hari sebelumnya, dan setelah selesai, pulang paling akhir?

Kelima: Bersediakah berdiri berjam-jam memfokuskan diri untuk membantu orang agar mereka paham?

Keenam: Bersediakah menerima fakta akan ada yang setuju dan suka dan akan ada yang tak setuju dan tidak suka denganmu, tapi kamu tetap antusias?

Ketujuh: Bersediakah secara total membagikan apa yang kamu ketahui, yang akan berguna bagi orang lain?

Mengapa Pertanyaan Di Atas?

Boleh setuju, boleh tidak, itulah pertanyaan yang diinspirasi dari kedua Guru Trainer tersebut. Mari kita lihat dari kacamata sebagai trainer serta mengapakah pertanyaan tersebut penting.

1. Sikap Positif
Sebagai trainer, kita mungkin saja menyampaikan berita yang tidak mengenakkan. Malahan kita harus jujur. Tapi dibalik kejujuran itu, kita mesti membawakan optimisme. Berita bahwa, realitas buruk bisa diubah. Karakter bisa berubah. Kondisi bisa berganti. Asalkan kita punya semangat, dan keyakinan..Ingat "emosi is contagious". Emosi, perasaan trainer akan menular..Kalau trainernya saja tidak yakin, apalagi pesertanya. Makanya, trainer harus tetap positif dalam pikirannya.

2. Totalitas
Profesional, artinya totalitas. Lihat saja seniman yang total, dia tidak akan mengambar separuh hanya karena kesel lantaran dibayar separuh. Umumnya, pekerja yang luar biasa akan bekerja dengan jiwa dan raganya. Trainerpun begitu. Memang, sebagai manusia tak terlepas dari masalah. Tapi peserta bukan tempat buang sampah dan kejengkelan Anda. Mereka berhak mendapatkan yang terbaik. Jadi, meskipun tadi pagi sedang punya problem, saat masuk ke kelas, apakah Anda bisa berusaha memberikan diri Anda secara total?

3. Tanpa Pamrih
Sebenarnya, kehidupan trainer tidaklah parah-parah amat. Malahan menurut saya, trainer termasuk profesi yang diganjar dengan sangat layak. Namun, kalau menjadi trainer alasan utamanya adalah menjadi kaya raya, maka hal itu pasti akan pengaruhi kualitas mengajar. Seringkali, trainer yang hitung-hitungan justru membuat pesertanya merasa muak. Sebaliknya, justru karena si trainer, melakukan pekerjaan secara total tanpa pamrih, ujung-ujungnya mereka dihargai dengan sangat pantas. Faktanya banyak trainer yang sekarang dibayar mahal, nyatanya memulai dengan tanpa bayaran.

4. Kerja Ekstra
Menjadi trainer berarti kerja 24 jam, 7 hari. Sebab bahan-bahannya terkadang bisa datang darimanapun. Radar trainernya harus tetap terpasang. Itulah yang dikatakan Brian Tracy, dan saya sangat setuju. Begitu juga saat training tiba. Seorang trainer yang baik, akan mempersiapkan dengan matang sehingga saat mengajar ia begitu santainya. Tapi, santainya itu karena ia telah mengerjakan PRnya dengan baik. Begitu juga ketika di sela-sela mengajar harus terima pertanyaan peserta, dan setelah selesaipun, siap untuk pulang paling akhir. Hal ini beda dengan artis yang bisa pulang duluan, karna ada yang menutup panggungnya. Terkadang, jadi trainer harus siap meladeni peserta yang beragam. Siapkah?

5. Gairah Membantu
Saya tidak menemukan kata yang pas untuk "passion". Tapi itulah kuncinya. Passion, gairah, semangat. Gairah disini adalah gairah untuk membantu agar orang lain, khususnya agar pendengarnya menjadi lebih pintar, lebih paham, lebih tahu. Ia bersemangat ketika pesertanya lebih paham, lebih mengerti. Ia bersemangat dan bukannya iri ataupun merasa kesel dengan kesuksesan peserta. Malahan tak jarang terjadi dimana ada peserta yang "diam-diam" mengajarkan apa.yang diajarkan si trainernya itu. Tapi sebagai trainer yang matang, ia tidak takut ataupun merasa kalah karena itulah risiko yang harus diembannya. Malahan, dengan begitu, seorang trainer yang baik melihat itulah syaratnya bahwa dirinya harus terus belajar, setelah ia memberi. Nah, apakah Anda punya mental yang begini?

6. Antusias, Dengan Perbedaan Sekalipun
Jadi trainer, adalah berisiko disukai dan dibenci. Akan ada yang setuju dengan apa.yang kamu katakan, ada pula yang tidak. Semuanya kembali lagi kepada niat awalmu saat mengatakan hal tersebut. Lumrah bahwa seorang trainer akan ada pengikut, follower dan fansnya. Tapi biasanya, juga akan ada haternya, pembencinya. Makin terkenal, polarisasi ini akan makin tajam. Sama seperti halnya seorang artis. Tapi bedanya, seorang trainer mesti bisa bersikap dewasa. Pujian tidak membuatnya buta. Makian, tidak membuatnya putus asa. Ataupun bersikap balik agresif menyerang dengan yang tidak setuju kepadanya. Trainer belajar menjelaskan poinnya secara sopan. Kalau pun tidak, ia tidak "terganggu amat" dengan perbedaan itu ataupun ketidaksetujuan. Bahkan, ia masih bisa tetap antusias, dan ramah dengan yang tak suka kepadanya.

7. Siap Membagikan
Menjadi trainer adalah proses "Give and Take", jangan dibalik. Artinya, harus dimulai dengan paradigma berbagi dulu. Memberikan apa yang kamu ketahui, apa yang akan berguna, buat orang lain. Ketika orang merasakan manfaat, maka dia rela untuk memberi buat dirimu. Logikanya jangan dibalik. Bukan bertanya, "Saya dapet apa dan berapa ya?", baru setelah tahu, barulah mau berbagi. Trainer yang terlalu banyak hitung-hitungannya, berakibat totalitas yang kurang. Totalitas yang kurang, dampaknya pun tidak optimal buat peserta.

Nah, setelah membaca semua ini. Apakah Anda merasa memiliki semuan yang dipersyaratkan untuk menjadi seorang trainer?

Salam Antusias!
Anthony Dio Martin
www.hrexcellency.com
www.mwsindonesia.com
www.anthonydiomartin.com

P.S.
Terusss..!
Kalau kamu merasa memenuhi syarat jadi trainer dan pingin belajar, maka ikuti:
Sertifikasi Trainer Internasional Essential Licenced Trainer tgl 6 -9 Agustus 2018 di Hotel Premiere Santika, Jakarta.

Info lengkapnya ada di link ini... Klik Disini!
Untuk informasi lebih detil, silakan email: fanny@hrexcellency.com
Atau telp ke: 021-3518505 atau 021-3862521
Atau bisa SMS/WA ke: 08577-1221-352

Related Blog

Mindset Pelajar Ber-EQ Tinggi
Tips & Motivasi| 2663 times

Mindset Pelajar Ber-EQ Tinggi

Diketahui bahwa faktor IQ (kecerdasan intelektual) bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan seorang siswa dalam belajar. Banyak siswa pandai, yang justru ketika menghadapi masalah dan problem, rapo...

7 Langkah Pasti Menciptakan Sistem SDM Berbasis EQ Oleh: Anthony Dio Martin
Tips & Motivasi| 2790 times

7 Langkah Pasti Menciptakan Sistem SDM Berbasis EQ Oleh: Anthony Dio Martin

Seringkali, kami di HR Excellency, sebagai lembaga yang turut concern  dengan pelatihan dan training Kecerdasan Emosi (EQ) ditanya, “Bisakah Kecerdasan Emosi, Kecerdasan Emosional atau EQ dibuat me...

#1 Most Favourite Presentation Skills Training: "RAHASIA APA YANG BISA MEMBUAT PESERTA SUKA DENGAN PROGRAM PRESENTASINYA HR EXCELLENCY?"

Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum menjadi suatu hal yang menakutkan. Hal itu bisa terjadi kepada siapapun, baik yang masih bersekolah, kuliah, ataupun yang sudah bekerja dan berkeluarga....

Self Promotion: Belajar Menjual Diri dengan Elegan
Sales Negotiation| 1432 times

Self Promotion: Belajar Menjual Diri dengan Elegan

Ada seorang staf di sebuah perusahaan, namanya hampir tidak dikenal, meski otaknya penuh dengan ide-ide cemerlang. Dalam setiap rapat, ia lebih sering diam, membiarkan pikirannya mengalir dalam keh...

GRIT, 4 FAKTOR PENENTU SUKSESMU!
Tips & Motivasi| 5927 times

GRIT, 4 FAKTOR PENENTU SUKSESMU!

Mau sukses? Milikilah daya tahan yang tinggi. Istilahnya GRIT. Sebagai contoh, pertama-tama adalah kisah Edmund McIlheny. Ketika terjadi perang saudara di  Amerika tahun 1865, Edmund yang tadinya a...

Komunikasi Efektif Dalam Bisnis: Pentingnya Menyeimbangkan Inquiry dan Advocacy

Dalam dunia bisnis maupun kehidupan sehari-hari, kualitas komunikasi sering kali menjadi pembeda antara sukses dan gagal. Namun, komunikasi bukan sekadar berbicara atau mendengar; ia adalah seni ya...

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?
Tips & Motivasi| 15433 times

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?

IQ atau kecerdasan intelektual, bicara soal kepintaran. Ukurannya adalah kemampuan nalar, akademik. Biasanya IQ bagus, diikuti dengan nilai rapor yang bagus. Kurangnya IQ menyebabkan rendahnya daya...

6 Strategi Cerdas Emosi Menghadapi Office Politics di Kantor

"Pak, saya tidak tahan lagi menghadapi office politics di kantor saya!". Bagitulah komentar banyak karyawan tatkala harus menghadapi office politics di kantornya. Padahal nyaris setiap kantor pasti...