HR Excellency

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?
Jan 14, 20|Tips & Motivasi| 15434 times

IQ atau kecerdasan intelektual, bicara soal kepintaran. Ukurannya adalah kemampuan nalar, akademik. Biasanya IQ bagus, diikuti dengan nilai rapor yang bagus.

Kurangnya IQ menyebabkan rendahnya daya tangkap terhadap sesuatu. Kesulitan untuk pemahaman. Dampaknya, daya nalar terhadap suatu ide, peristiwa ataupun pembicaraan, terkadang jadi rendah. Makanya, orang dengan rendah EQ seringkali disebut bodoh, hingga yag lebih kasar, idiot.

EQ, disisi lain, bicara soal kemampuan untuk mengelola diri dan berinteraksi dengan orang lain. Menurut Peter Salovey, salah satu pencetus EQ bersama John D. Mayer, "EQ adalah kemampuan untuk mengelola emosi pada diri dan orang lain, serta mengendalikannya dan mendayagunakan unsur itu untuk mengarahkan pengambilan keputusan, menggerakkan pikiran dan tindakannya".

Kurangnya dalam hal EQ menyebabkan seseorang sulit mengendalikan impuls-impuls pada dirinya. Dorongan ataupun nalurinya. Ia pun sulit mengendalikan emosi-emosinya, khususnya dalam situasi yang tidak menyenangkan. Dan juga, sulit berempati dengan orang lain. Terkadang, juga banyak konflik dengan orang lain.

EQ Lebih Penting?
Dalam bukunya "Emotional Intelligence: Why It Matter More Than IQ" (Kecerdasan Emosional: Kenapa Itu Lebih Penting dari IQ), Daniel Goleman berkata, "EQ lebih menentukan kesuksesan seseorang daripada IQ".

Bahkan, beberapa pebisnis dan pembicara terkemuka seperti Jack Ma, Robert Kiyosaki, hingga Stephen Covey juga menegaskan pentingnya EQ. Menurut mereka, seseorang bisa saja pintar secara intelektual. Tapi untuk membangun bisnis dan menggapai kesuksesan, pintar dari sisi IQ saja, menurut mereka tidak cukup. Itu sebabnya, mereka menganggap EQ pada dasarnya lebih penting daripada IQ. Mari kita telusuri lebih jauh lagi penjelasannya.

3 Alasan EQ Lebih Penting Dari IQ

Pertama-tama, IQ membuat seseorang pintar di sekolah dan dalam menjawab pertanyaan informatif. Nyatanya, saat bertemu dengan orang tidak akan ada yang bertanya, "Berapa angka rapormu" tapi yang dilihat lebih kepada tutur kata, dan cara pembawaan dirimu. EQ lah yang membuat seseorang cakap dalam pembawaan dirinya, tulus dan membuat orang merasa nyaman. Kesempatan dan hubungan bisnis banyak diberikan kepada mereka yang EQ-nya bagus.

Kedua, IQ membuat kita kelihatan cerdas di depan orang. Tapi, orang jarang terkesan dengan orang cerdas. Malahan terkadang orang pintar itu membuat orang lain merasa terintimidasi bahkan merasa "lebih bodoh" khususnya jika orang pintar itu tidak bisa membawakan dirinya. Makanya banyak orang pintar yang justru tidak kemana-mana karirnya, karena tidak mendapatkan dukungan ataupun karna kurang disukai. Justru orang EQ bagus yang mengungguli orang-orang pintar.

Ketiga, keunggulan IQ sering membuat orang-orang pintar ini tidak membutuhkan orang lain. Kadang jadi egois dan sulit membangun teamwork. Padahal, dalam mengerjakan tugas dan proyek besar, diperlukan banyak tenaga dan pemikiran. Dalam hal ini, dibutuhkan orang-orang dengan EQ tinggi yang memampukan dirinya bisa berinteraksi, bisa menjaga komunikasi antar individu yang punya kebiasaan beragam. Itulah sebabnya seringkali berakhir dimana orang yang IQ-nya pintar menjadi pekerjanya. Tapi yang punya EQ bagus, yang memimpin mereka.

Bukan Berarti IQ Tak Dibutuhkan
Tapi, apakah selalu EQ lebih penting? Apa akibatnya ketika seseorang punya EQ yang bagus tapi tidak punya IQ yang cukup?

Memang, dikatakan dewasa ini EQ lebih penting. Tapi, menganggap remeh IQ juga sebuah kesalahan.

Seperti kita ketahui, IQ diperlukan untuk proses informasi. Untuk daya nalar kita. Tanpa IQ, orang akan sulit diajak komunikasi karna "susah nyambung". Jadi, IQ diperlukan sebagai dasarnya. Tapi, diatas IQ itulah, sangat diperlukan EQ.

Jadi, disini sebenarkan bisa dikatakan IQ diperlukan, tapi tidak cukup atau tidak memadai. Karena itulah artikel ini saya tutup dengan kalimat yang seringkali saya tulis dibuku-buku saya, "IQ membuat seseorang diterima. Tapi, EQ lah yang membuat seseorang dipromosikan".

Related Blog

Prinsip Magnet & Prinsip People Developement
Tips & Motivasi| 4304 times

Prinsip Magnet & Prinsip People Developement

No one knows everything, but everyone can learn something (Sean Gregory Derrick) Pembaca, hari ini mari kita belajar dari PRINSIP MAGNET. Ini adalah salah satu cara saya mengilustrasikan proses pen...

Servant Leadership vs Boss Leadership
Leadership| 2022 times

Servant Leadership vs Boss Leadership

Ada 2 ciri pemimpin: yang mau melayani atau yang minta dilayani. Makanya kita kenal servant leadership atau sebaliknya, boss leadership. Problemnya, banyak orang inginnya jadi pemimpin supaya bisa ...

GRIT, 4 FAKTOR PENENTU SUKSESMU!
Tips & Motivasi| 5930 times

GRIT, 4 FAKTOR PENENTU SUKSESMU!

Mau sukses? Milikilah daya tahan yang tinggi. Istilahnya GRIT. Sebagai contoh, pertama-tama adalah kisah Edmund McIlheny. Ketika terjadi perang saudara di  Amerika tahun 1865, Edmund yang tadinya a...

No Image
Leadership| 2818 times

Pemimpin yang Cemas di Perusahaan ‘Keturunan’

Dear Bapak Anthony. Saya AG, seorang sarjana hukum dan saat ini bekerja sebagai staf di Bag.General Affair di PT.X (tolong nama saya dan email dirahasiakan). Saya termasuk orang yang senang berkemb...

Ketika Kepintaran Tidak Cukup: Bahaya Pemimpin Ber-EQ Rendah di Tempat Kerja
Tips & Motivasi| 2201 times

Ketika Kepintaran Tidak Cukup: Bahaya Pemimpin Ber-EQ Rendah di Tempat Kerja

Di dunia kerja, banyak orang berpikir bahwa kecerdasan intelektual (IQ) adalah kunci utama kesuksesan. Mereka percaya bahwa jika seseorang memiliki pemahaman yang tajam, kemampuan analitis yang tin...

Dibalik Stereotip PNS: Mengapa Kecerdasan Emosi (EQ) Penting Bagi PNS?

Seorang ekspatriat pernah berkata, "Di negara kami, pegawai negeri sering kali punya banyak slogan. Tapi kerjanya tak seperti slogannya—lambat dan sering mempersulit." Meski bercanda, pernyataan in...

Mengapa Trainer Harus Punya Sertifikat BNSP? Inilah Alasannya Yang Perlu Anda Pahami

"Aku udah sering ngajar, dapet pujian terus dari peserta. Ngapain lagi ikut sertifikasi BNSP?" Kalimat ini seringkali terdengar dari para trainer berpengalaman. Mereka yang telah menapaki panggung ...

Toleran dengan Intoleran?
Tips & Motivasi| 2726 times

Toleran dengan Intoleran?

Setiap tanggal 16 November, dirayakan debagai hari toleransi internasional. Bagusnya, mari melihat ke sejarah. Ayo kita ke tahun 1920, partai Nazi didirikan. Sebenarnya ini adalah partai kelanjuta...