HR Excellency

Pemimpin yang Cemas di Perusahaan ‘Keturunan’

No Image
Agu 31, 16|Leadership| 2818 times

Dear Bapak Anthony. Saya AG, seorang sarjana hukum dan saat ini bekerja sebagai staf di Bag.General Affair di PT.X (tolong nama saya dan email dirahasiakan). Saya termasuk orang yang senang berkembang. Salah satu cara saya berkembang adalah dengan banyak membaca. Salah satunya adalah rubrik motivasi ini. Pak saya merupakan "new comer" di tempat kerja saya. Umur saya saat ini 30 tahun,saya bercita-cita ingin mencapai posisi lebih baik lagi dari posisi saat ini, misalnya assisten manager atau manager. Saya membawahi ob,satpam,operator & supir yang keseluruhan 20 orang dan kebanyakan sudah berumur lebih dari 30 tahun. Bagaimana saya dapat memimpin mereka,supaya menjadi atasan yang disegani bukan ditakuti? Perusahaan saya saat ini adalah merupakan perusahaan keluarga dan maaf pak saya melihat dan mendengar untuk posisi tersebut hanya diisi warga keturunan. Inilah masalah saya. Bagaimana cara saya dapat berkembang lebih untuk dapat mencapai cita-cita saya? Pendekatan bagaimana ke atasan saya,bahwa saya capable untuk dipromosikan kelak, tanpa di cap sebagai carmuk? Mungkin Bapak berkenan membantu memberi motivasi atau komentar atas masalah saya. Terima kasih Bapak berkenan membaca email saya.

Hormat saya,

AG

Jawaban:

Dear Mas AG,

Ingatlah Mas AG, persepsi orang lain tidak harus menjadi kenyataan bagi Anda. Jika orang lain mengatakan “Anda bodoh”, tidak berarti itu harus menjadi realita bagi Anda. Jika orang lain mengatakan bahwa, “Dunia ini kejam”, tidak berarti itu harus berlaku bagi Anda. Orang membangun persepsi dan kita bisa mengambil hikmah dari persepsi orang lain, tetapi TIDAK BERARTI ANDA HARUS MENERIMANYA. Banyak orang yang gagal, gara-gara hal sepele ini, yakni terlalu mendengarkan lalu menjadikan persepsi orang lain sebagai kenyataan dalam hidupnya.

Mas AG, orang sukses membangun ‘realitanya’ sendiri. Ingat kejadian waktu guru Fred Smith memberinya nilai buruk untuk tugas rencana bisnis dengan jasa pengantaran semalam. Fred Smith diminta mengubahnya dan ia bisa mendapatkan nilai lebih baik kalau ia rela mengoreksi tugasnya tersebut. Fred Smith menolak. Dalam hatinya, Fred Smith bilang, “Bapak simpan nilai buruk itu dan saya akan simpan mimpi saya”. Akhirnya, Fred Smith menang. Dialah pelopor Federal Expres, jasa pengantaran satu malam.

Apa pelajarannya bagi kita? Persepsi orang lain bisa salah. Nah sekarang marilah dengan perspektif tersebut kita bedah kasus Anda. Dalam permasalahan Anda, kalau mereka mengatakan bahwa hanya orang keturunan yang berhasil di perusahaan Anda, bisa jadi benar bisa juga tidak, tetapi bagi saya, justru itulah yang menarik untuk diperjuangkan! Kalau Anda berhasil, Anda bisa menjadi orang ‘pribumi ‘ (terus terang saya sendiri tidak suka dengan sebutan ini) yang berhasil di sana. Dan saya mengenal banyak sekali orang-orang pribumi yang menjadi direksi diantara kerumunan para keturunan. Begitupun sebaliknya.

Terus terang saja, sekarang ini bahkan memiliki pemimpin pribumi dalam perusahaan keturunan, maupun menjadikan warga keturunan sebagai pemimpin dalam perusahaan pribumi, bahkan memiliki nilai yang strategis buat perusahaan. Mengapa? Karena perusahaan tidak ingin kelihatan diskriminatif dan rasialis! Karena itu, sebenarnya ada alasan yang mendalam bagi perusahaan keturunan untuk memiliki pemimpin pribumi, begitupun perusahaan pribumipun saat ini tidak sungkan-sungkan lagi mengangkat pemimpin keturunan. Jadi, sebenarnya tidak benar sama sekali kalau dikatakan bahwa tidak ada peluang sama sekali. Bahkan, nilainya sangat strategis.

 Tentu saja, saya lebih tertarik bahwa akhirnya kita diangkat menjadi pemimpin karena kemampuan dan karakter kita yang baik, bukan karena masalah ‘kulit’ kita. Dan saya pikir itulah yang harus diperjuangkan Anda saat ini. Justru buktikan, bahwa Anda memiliki integritas, serta selalu mau berkontribusi lebih. Itulah, dua kata kunci penting untuk sukses Anda saat ini: ‘Integritas’ dan ‘Kontribusi’.  Laporkan perkembangan pekerjaan Anda secara berkala, sehingga atasan Anda selalu tahu bahwa ada kemajuan dalam pekerjaanmu dan lakukanlah dengan cepat dan tuntas. Jangan menunda-nunda jika disuruh melakukan sesuatu. Percayalah, lama kelamaan, dengan sikap seperti ini Anda akan mengajari pimpinan Anda (yang keturunan tersebut) bahwa Anda adalah karyawan yang pantas untuk diperhitungkan, meskipun kulit Anda beda. Saya sendiri yakin, jika atasan dan manajemen Anda berkualitas, mereka tidak mungkin buta dengan kemampuan Anda dan menghambat Anda hanya gara-gara masalah ras. Masalahnya, sudah tidak jamannya lagi bicara soal ras di era ekonomi sekarang ini.

 Akhirnya, tentu saja tidak tertutup kemungkinan bahwa apa yang dikatakan orang bahwa manajemen hanya mengangkat orang keturunan tsb benar. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan?Kalaupun iya, jangan banyak terpengaruh dan lemah semangat. Belajarlah untuk selalu TOTAL dalam bekerja. Kalau tidak, mendingan tidak usah sama sekali. Artinya, tetaplah fokuskan apa yang Anda kerjakan sebaik-baiknya. Kalaupun akhirnya, beberapa tahun ke depan Anda melihat bahwa manajemen kelihatnya sama sekali tidak memberikan apresiasi atas apa yang kamu kontribusikan, mungkin Anda bisa mencari ke tempat lain. Tetapi, jangan sampai gara-gara orang mengatakan perusahaan Anda hanya senang dengan warga keturunan, lantas Anda pun jadi lemah semangatnya sekarang. Itulah tantangan Anda yang menarik. Anda harus mencoba dan buktikan dulu, baru boleh menyimpulkan. Dan kalau terbukti bahwa manajemen sama sekali tidak menghargai Anda, barulah pantas Anda meninggalkan perusahaan seperti itu. Dan rasanya perusahaan yang tidak mampu melihat kemampuan dan kontribusi maksimal stafnya, tidak layak menjadi tempat untuk meniti karir. Tetapi, Anda sendiri harus mulkai dulu dari yang positif.

Lalu, soal tips terakhir menjadi pemimpin yang berpengaruh? Bangunlah hubungan emosional yang baik dengan teman-teman yang Anda pimpin. Oleh karena mereka lebih senior usianya, jangan sok memimpin tetapi usahakan mengajak mereka dengan tabungan emosi yang baik. Kadang kita harus mendengarkan dan beri kesempatan untuk berbaur dengan mereka. Menjadi teman yang baik bagi mereka, tetapi pelan-pelan mengarahkan mereka. Pada akhirnya, Anda akan diterima dengan baik dan disayangi sebagai pemimpin, sekaligus dihormati. Saya sendiri telah membuktikannya dalam karir saya. Rekan-rekan ber-‘kerah biru’ seringkali mudah untuk dipimpin asalkan Anda mengerti bagaimana menyentuh ‘tombol hati’ mereka secara tepat.

Related Blog

Kuasai Teknik S.P.E.A.K untuk Presentasi yang Lebih Memukau

Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan menyampaikan ide bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Ini adalah kompetensi inti. Kami sering melihat bahwa banyak profesional sebenarnya m...

Identifikasi Masalah dan Bicarakan Baik-Baik pada Karyawan yang ‘Lesu’

Tidak selamanya kinerja karyawan itu stabil. Ada kalanya ia menunjukan kinerja yang baik, namun ada kalanya ia menunjukan kinerja yang menurun. Saat ia sedang menunjukan kinerja yang baik, tentu ki...

Tips Meningkatkan Kemampuan Networking Skills-Mu
Tips & Motivasi| 3784 times

Tips Meningkatkan Kemampuan Networking Skills-Mu

Harvey MacKay mengatakan dalam bukunya, "Dig Your Well Before You're Thirsty" (Gali sumurmu sebelum kamu kehausan). Artinya, kita mesti membangun pertemanan dan network kita sebelum kita mengalami ...

AGILE LEADERSHIP: Pemimpin "Agile" atau Pemimpin Gile?
Leadership| 4789 times

AGILE LEADERSHIP: Pemimpin "Agile" atau Pemimpin Gile?

Kata “Agile” atau “Agility”, kini menjadi kata kunci penting bagi pemimpin masa sekarang. Disrupsi, di segala aspek bisnis, pandemic serta perubahan landscape bisnis, menuntut pemimpin yang 'cerdas...

Ternyata Memasang Foto Orang Yang Kita Cintai Dapat Tingkatkan Gairah Kerja

Angelina Jollie termasuk salah satu artis yang suka membawa foto-fotonya saat shooting. Begitu juga banyak aktor tersohor, juga para eksekutif yang memasang wajah dari orang-orang yang dikasihinya ...

Training Top Negotiator: Training Paling Komprehensif Soal Negosiasi di Indonesia

Negosiasi adalah seni yang setiap hari kita jalani. Saat tawar-menawar di pasar, saat membicarakan proyek dengan klien. Bahkan saat berdiskusi dengan anak atau pasangan, kita sedang bernegosiasi. K...

INILAH 4 SIKAP ORANG YANG CERDAS EMOSI HADAPI MUSIBAH
Tips & Motivasi| 3551 times

INILAH 4 SIKAP ORANG YANG CERDAS EMOSI HADAPI MUSIBAH

Saat musibah, bukan saja dibutuhkan perencanaan dan tindakan cerdas. Sikappun menentukan. Itulah sebabnya EQ (Kecerdasan Emosional) juga dibutuhkan saat musibah terjadi. Nah bagaimanakah prinsip Ke...

FILM HOROR: BAGAIMANA TRIK FILM HOROR MEMAKAI ILMU NEUROSCIENCE DAN PSIKOLOGI UNTUK MENAKUT-NAKUTI KITA?
Tips & Motivasi| 3665 times

FILM HOROR: BAGAIMANA TRIK FILM HOROR MEMAKAI ILMU NEUROSCIENCE DAN PSIKOLOGI UNTUK MENAKUT-NAKUTI KITA?

Apa film horror terakhir yang Anda saksikan? Eh, mungkin pertanyaannya salah. Sukakah Anda dengan film horror? Kalau iya, apa yang membuat Anda menyukainya? Yang jelas, belakangan ini dengan kecang...