HR Excellency

Performance Management: Bagaimana Kelola Kinerja Dari Awal Sampai Akhir?

Performance Management: Bagaimana Kelola Kinerja Dari Awal Sampai Akhir?
Jun 10, 23|Tips & Motivasi| 2058 times

"Apa yang tidak bisa diukur, maka nggak akan bisa dikelola", kata Guru Manajemen Peter Drucker. Itu sebabnya maka perlu pengelolaan kinerja (performance management) sebagai bentuk manajemen pekerjaan.

Ada banyak organisasi yang tidak kelola kinerja karyawannya. Dampaknya, ada yang tiap akhir tahun nyaris semua merasa telah mencapai targetnya padahal sejak awal tidak ada perencanaan sama sekali. Ada juga organisasi yang setiap akhir tahun selalu pakai kurva normal. Jadi karyawannya dipaksa, harus ada yang bagus dan ada yang nilainya jelek. Lantas, mereka pun digilir, yang tahun ini dapat nilai bagus maka di tahun depannya, ia tidak boleh lagi dapat nilai bagus.

Dampak negatif dari manajemen kinerja yang buruk adalah karyawan bekerja seringkali bekerja bukan berdasarkan target, dan bisa asal-asalan. Selain itu, yang kerjanya bagus juga merasa malas karena mau bekerja rajin ataupun tidak, seringkali tidak berpengaruh di hasilnya. Itulah sebabnya manajemen kinerja menjadi penting. Dan leader yang baik akan menggunakan manajemen kinerja untuk mendrive anak buahnya untuk bekerja.

Manajemen kinerja yang baik dimulai dengan merencanakan (planning) lalu diikuti dengan eksekusi, monitoring serta coaching. Artinya sebuah manajemen kinerja dimulai dengan merencanakan ukuran-ukuran target (KPI = key performance indicator) yang jelas. Lantas, terget itulah yang dieksekusi. Selanjutnya, dimonitor dan dicoach pencapaiannya.

Dengan adanya manajemen kinerja yang baik, manajemen jadi lebih jelas soal apa yang mau dicapai dan apa yang harus dieksekusi dan difeedback. Ujung-ujungnya, itu pula yang akan dijadikan sebagai bahan untuk diberikan reward (atau punishment) saat seorang karyawan berhasil atau gagal mencapainya.

Performance Management: Bagaimana Kelola Kinerja Dari Awal Sampai Akhir? (gambar 1)

So, bagaimana caranya menerapkan Performance Management?

1. Start from planning. Kinerja karyawan dimulai dari perencanaan. Makin banyak jumlah karyawannya, makin perlu dikelola dengan KPI. Adanya KPI membuat aturan jadi fair. Karyawan tahu apa yang diharapkan darinya dan manajemen juga menggambarkan dengan jelas apa yang diharapkan. Biasanya, ketika KPI tercapai, besaran insentif, penghargaan ataupun apa yang bisa diharapkan diperoleh juga ditetapkan. Dengan demikian, ini juga memicu karyawan jadi termotivasi bekerja.

2. Monitoring and coaching. Dalam manajemen kinerja, karyawan tidak dibiarkan begitu saja. Ada proses monitoring bagaimana kinerjanya. Ada kalanya ketika kinerja menjadi buruk dan terus-menerus tak tercapai, saat itulah perlu evaluasi. Perusahaan jangan membiarkan hasilnya terus menerus tak tercapai. Harus dilihat mengapa demikian, dicari penyebabnya dan segera diantisipasi agar situasi bisa menjadi lebih baik. Bagi yang kinerjanya memburuk dan terus menerus turun, ada baiknya dilakukan coaching.

3. Reward and punsihment. Ujung dari performance management adalah penghargaan dan imbal jasa. Ketika KPI tercapai, pastinya karyawan berharap adanya recognition, penghargaan serta pujian. Pujian bisa dalam bentuk kata-kata afirmasi hingga insentif finansial. Ketika perusahaan sudah menetapkan KPI-nya maka tanggung jawab perusahaan untuk memenuhinya. Jika tidak, selain kecewa, karyawan pun akan jadi demotivasi.

So mulai sekarang, ayo budayakan mengelola pekerjaan dengan manajemen kinerja. Jika bisa terukur maka artinya juga bisa ditingkatkan.

Related Blog

Bagaimana Merencanakan Training Perusahaan?

“Tidak ada pengajaran yang tidak dapat dilakukan. Tidak ada yang tak bisa dijangkau oleh pengajaran. Pengajaran bisa mengubah moral yang buruk menjadi baik; bisa menghancurkan prinsip-prinsip buruk...

Mengapa Trainer Harus Punya Sertifikat BNSP? Inilah Alasannya Yang Perlu Anda Pahami

"Aku udah sering ngajar, dapet pujian terus dari peserta. Ngapain lagi ikut sertifikasi BNSP?" Kalimat ini seringkali terdengar dari para trainer berpengalaman. Mereka yang telah menapaki panggung ...

No Image
Service| 4053 times

Melayani Pelanggan dengan Beres

Apakah yang dibutuhkan pelanggan saat mereka marah dan jengkel? Anda mungkin setuju dengan saya bahwa yang jelas ada dua hal yang dibutuhkan, yakni pertama, didengarkan dan kedua, diberikan solusi....

Mindset Human Capital Management (HCM) vs Human Resources Management (HRM): Bukan Cuma Beda di Singkatan

Dalam setiap perjalanan bisnis, kita sering kali dihadapkan pada pilihan-pilihan strategis yang menentukan arah masa depan organisasi. Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian adalah bagaiman...

HATI-HATI KALAU MAU CURHAT!
Tips & Motivasi| 5395 times

HATI-HATI KALAU MAU CURHAT!

"Jangan sembarangan ceritakan tentang dirimu kepada orang. Ada yang betul-betul peduli, tetapi sebagian besar mendengarkan, hanya untuk bisa menggosipkan dirimu!" Salah seorang rekan saya menyesal ...

3 Pengetahuan Penting Yang Perlu Dipahami Sebelum Lakukan Coaching Karyawan
Tips & Motivasi| 2785 times

3 Pengetahuan Penting Yang Perlu Dipahami Sebelum Lakukan Coaching Karyawan

Melakukan coaching dengan karyawan, beda dengan profesional coaching. Meskipun banyak prinsip profesional coaching yang bisa diterapkan dan dilakukan saat melakukan coaching karyawan, faktanya bany...

Mewujudkan Budaya Kerja Kuat: Studi Kasus Proses Sosialisasi Core Value di PetroChina Indonesia

Bayangkan sebuah kapal besar yang berlayar di samudera luas. Agar tetap berada di jalur yang benar, kapal itu membutuhkan kompas yang jelas dan kru yang memahami arah tujuannya. Begitu pula dengan ...

Tiga Level of High Impact Trainer

Bayangkanlah skenario berikut ini. Anda duduk bersama dalam kerumuman orang yang memadati suatu hall olah raga yang telah disulap menjadi suatu panggung raksasa seminar. Sebentar lagi, suatu semina...