HR Excellency

Mengapa Sih Perlu Training NLP?

Mengapa Sih Perlu Training NLP?
Okt 11, 23|NLP| 2544 times

Ilmu NLP yang digagas di tahun 1970an oleh Richard Bandler dan John Grinder, adalah ilmu yang fenomenal. Berawal dari memodel teknik terapi para psikoterapis dunia yang telah berhasil menolong ribuan orang. Mereka pun berusaha mencari tahu dan menyederhanakan tekniknya sehingga bisa dipakai siapapun.

Kini, ilmu NLP, atau Neuro Linguistik Programming itu telah dipakai oleh banyak kalangan, mulai dari para para trainer, coach, psikolog, selebritis, atlit, pebisnis hingga para selebritis. Banyak tokoh legenda dunia seperti Nelson Mandela, Michael Gorbachev hingga Andre Agassi, Anthony Robbins, Oprah Winfred mempergunakan ilmu ini.

Lantas, apa sih sebenarnya rahasia dari ilmu NLP ini yang bisa menolong begitu banyak orang.

Prinsip sederhana dari ilmu NLP ini adalah setiap orang memiliki modal otak yang bahannya sama. Dalam bahasa biologinya, unsur pembentuk otak semua orang itu sama. Lantas, meskipun sama kenapa hasilnya setiap orang bisa berbeda? Jawabannya, karna program pikiran tiap orang beda-beda.

Ilmu NLP lantas menjelaskan dan memberikan solusi. NLP menjelaskan bagaimana sih mekanisme pikiran kita bekerja. Lalu, bagaimana memprogram ulang pikiran agar lebih maksimal!

Dengan belajar NLP sebenarnya ada banyak keuntungan, yakni:
1. Mengatasi limiting belief. Limiting belief adalah keyakinan salah yang selama ini membelenggu kita. Banyak orang yakin, "aku tidak bisa", "aku nggak mampu", "aku tidak punya modal" yang membuat dirinya melakukan pembenaran atas ketidakmampuannya. NLP mengajari untuk mengatasi limiting belief ini serta membuat terobosan. Bahkan, kami di HR Excellency mengajak peserta berjalan di atas bara api bersuhu 500-700 celcius tanpa terluka, untuk belajar mengatasi keyakinan mereka yang salah itu. Prinsip yang dipakai adalah ilmunya NLP.

2. Program ulang kebiasaan salah. Celakanya, kebiasaan yang salah ini telah mengakar. Menjadi bagian dari bawah sadar. Nah, NLP memiliki teknik untuk menyadari, menghancurkan pola yang salah ini. Lalu, diajarkan untuk menciptakan kebiasaan baru lewat teknik-teknik NLP seperti anchoring.

3. Hindari sabotase diri yang merongrong sukses. Musuh terbesar ada dalam diri kita sendiri. Seringkali, yang membatasi kita adalah diri kita, lewat pikiran dan kata-kata kita. NLP mengajari kita untuk mengatasi pikiran dan kata-kata yang seringkali mensabotase potensi dan sukses kita. Dalam ilmu NLP misalkan diajarkan untuk mengidentifikasi kalimat-kalimat menyesatkan berpola generalisasi, distorsi dan deletion (penghapusan) yang berpotensi merongrong sukses kita.

Mengapa Sih Perlu Training NLP? (gambar 1)

4. Mengenali tombol motivasi diri dan orang lain. Kita sudah tahu motivasi terbaik adalah motivasi yang muncul dari diri sendiri. Tapi mengapa itu seringkali gagal? Jawabannya ternyata kita memotivasi dengan memencet tombol yang salah. Dalam pelatihan NLP HR Excellency, peserta bahkan mendapat assesment soal NLP Profile yang membuat mampu mengenali program motivasi yang mereka miliki masing-masing. Dengan demikian, pesertapun lebih paham bagaimana memotivasi diri mereka. Pengetahuan ini pun membantu mereka yang belajar NLP buat mampu memotivasi orang lain lebih baik.

5. Mencapai goal dan hancurkan penghalangnya. Banyak orang yang cuma sekedar bikin goal, dan membiarkannya tak terwujud. Akibatnya, goal hanya sekedar mimpi yang tak memotivasi untuk diwujudkan. NLP memiliki teknik well-formed outcome yang mengajarkan bagaimana teknik memformulasi goal yang membuat kita lebih bersemangat untuk mencapainya. Selain itu, NLP juga mengajari bagaimana menghancurkan penghalangnya seperti pikiran negatif, trauma, phobia yang membuat kita justru tak mampu mencapai target kita.

6. Berkomunikasi dengan cara lebih persuasif. Seringkali kita tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi efektif. Jangankan berpengaruh, didengarkan saja seringkali nggak. Akibatnya, apa yang kita sampaikan jadi tak berdampak. Padahal, dalam organisasi, seorang pimpinan hatus bisa berkomunikasi berpengaruh. Penjual harus menyakinkan. Guru harus mampu menarik minat siswa. Berita baiknya, NLP punya banyak tips yang mengajari bagaimana berkomunikasi yang efektif dan persuasif. NLP mulai dari mengajari kita mengenali modalitas belajar seperti visual, auditory dan kinestetik untuk mengoptimalkan info yang kita sampaikan. NLP juga mengajari teknik chunking untuk mengolah informasi hingga teknik membujuk yang ampuh seperti pacing leading.

7. Memodel sukses orang. Sukses pasti meninggalkan jejak. Seringkali kita hanya menjadi penonton sukses orang tapi tidak yakin bahwa sebenarnya kita pun bisa sesukses itu. NLP mengajarkan kalau kita bisa mengungkap dan menjabarkan langkah-langkah mereka, maka kita pun bisa memodel sukses orang yang kita ingin tiru tersebut. NLP lantas mengajarkan berbagai strategi dan teknik memodel sukses orang lain yang juga bisa kita terapkan dalam kehidupan kita.

8. Mencoach dan mengoptimalkan orang lain. Saat ini, NLP banyak dipakai oleh para business coach maupun professional coach untuk membantu klien-kliennya. Ilmu NLP banyak mengajarkan berbagai teknik mulai dari setting goal, mengidentifikasi penghambat, membuat langkah-langkah konkrit yang sesuai dengan situasi dan potensi kita. Ilmu NLP bahkan dipakai oleh motivator seperti Anthony Robbins untuk mencoach atlit tenis Andre Agassi yang sebelumnya biasa-biasa hingga menjadi juara dunia. Ilmu inipun bisa kita pakai buat menolong sanak saudara, keluarga bahkan orang-orang disekitar kita.

Begitulah. Dari pengalaman kami di HR Excellency selama lebih dari dua puluh tahun mengadakan program NLP yang aplikatif di perusahaan-perusahaan dan klien kami menunjukkan bagaimana ilmu NLP sungguh bermanfaat. Bahkan, Oprah Winfred yang akhirnya mengenal ilmu NLP sampai pernah berujar, "Saya menyesal mengenal NLP itu agak terlambat". Nah, buat Anda yang sama sekali tidak tahu atau tidak paham soal ilmu NLP ini, kami rekomendasikan untuk mendalami dan belajar ilmu dahsyat nan populer ini.

Singkat kata, betapa sayangnya kita hidup hingga tua tanpa mampu mengoptimalkan potensi kita. NLP bisa membantu!

Dan untuk informasi mengenai program NLP yang fokus pada aplikasi-aplikasi prakstis yang diselenggarakan oleh HR Excellency, kami silakan kontak: 081298054929.

Related Blog

Studi Kasus (Business Case) dan Best Practices Perusahaan yang Menerapkan Kecerdasan Emosi (EQ) di Dunia dan di Indonesia Oleh: Anthony DIo Martin
Tips & Motivasi| 13484 times

Studi Kasus (Business Case) dan Best Practices Perusahaan yang Menerapkan Kecerdasan Emosi (EQ) di Dunia dan di Indonesia Oleh: Anthony DIo Martin

Sejak membawakan konsep dan training kecerdasan emosi (EQ) di Indonesia sejak tahun 2002, melalui lembaga HR Excellency, salah satu pertanyaan yang muncul adalah: “Adakah contoh kasus atau best pra...

Cara Super Meningkatkan Kecerdasan Emosional Kita (Part 1)

Kita tentu telah sering mendengar istilah IQ atau kecerdasan intelektual. Seperti yang kita ketahui bahwa IQ menyangkut semua tentang kecerdasan dan ketangkasan otak. Berbeda dengan EQ yang berhubu...

Seberapa Tinggikah EQ Salesmu?
Sales Negotiation| 2673 times

Seberapa Tinggikah EQ Salesmu?

Di suatu ruangan presentasi. Seorang sales jasa konsultan konstruksi sedang berhadapan dengan seorang boss. Dan saat itulah, si boss berkata, "Kami pernah menggunakan konsultan konstruksi buat gedu...

Ketika Pelatihan Tidak Lagi Bisa Berjalan Seperti Dulu

Setiap tahun, dunia kerja selalu berubah. Namun dalam beberapa tahun terakhir, perubahan terasa jauh lebih cepat, lebih dalam, dan lebih tidak terduga. Teknologi berkembang pesat, tekanan bisnis me...

Lejitkan Kecerdasan Sosial untuk Sukses Anda
Tips & Motivasi| 3391 times

Lejitkan Kecerdasan Sosial untuk Sukses Anda

 “Tertawalah maka dunia akan tertawa bersama Anda”  (Anonim)  Ada kejadian menarik. Seorang pelawak terkenal  Indonesia dicegat serombongan wartawan. Ia ditodong dengan pertanyaan seputar privasiny...

Manajemen Korup: Gaya Manajemen Yang Bakal Hancurin Organisasi Manapun
Tips & Motivasi| 421 times

Manajemen Korup: Gaya Manajemen Yang Bakal Hancurin Organisasi Manapun

Kami pernah mendengar sebuah kisah yang terasa dekat dengan realitas banyak organisasi di Indonesia. Sebuah perusahaan yang sebelumnya tumbuh sehat, memiliki banyak orang unggul, dan dikenal memil...

Motivator Menampar Siswa, Bolehkah?

Jawabannya tentu saja "Boleh..dengan catatan!". Catatannya, asalkan, ada 3 unsur yang dipenuhi. Kesatu, ada tujuan yang sangat-sangat mulia, dibalik penamparan itu. Kedua, lebih bersifat drama (rol...

Annoying Co-Worker: Tips Menghadapi Rekan Kerja Yang Menyebalkan

Pernahkah menghadapi rekan kerja yang menyebalkan? Mereka bisa muncul dalam berbagai bentuk sikap dan tingkah laku. Lusi, misalnya. Ia adalah tipe teman kerja yang suka sirik. Ia tidak suka ketika ...