HR Excellency

Seberapa Tinggikah EQ Salesmu?

Seberapa Tinggikah EQ Salesmu?
Jun 1, 20|Sales Negotiation| 2673 times

Di suatu ruangan presentasi. Seorang sales jasa konsultan konstruksi sedang berhadapan dengan seorang boss. Dan saat itulah, si boss berkata, "Kami pernah menggunakan konsultan konstruksi buat gedung ini, dan kerjanya sangat payah. Semoga kalian yang terbaik!" Si salesman, langsung tersenyum dan dengan berapi-api, dia mulai bercerita betapa hebatnya perusahaan konsultan konstruksinya. Tiba-tiba setelah hampir 20 menit presentasinya selesai. Si pimpinan yang tadinya begitu bersemangat, tampak agak lunglai dan berkata, "Ok cukup menarik. Kalau gitu tolong kasih proposalnya aja ya. Kami akan banding-bandingkan dengan beberapa konsultan yang lain"

Apa yang salah? Ketika keluar dari ruangan si pimpinan itu berkata pada salah satu managernya, "Waktu saya cerita soal ketidaksukaan saya dengan konsultan kita dulu, dia nggak menanyakan sama sekali apa masalah kita sebenarnya. Malahan dia sibuk cerita dengan proyek-proyeknya yang nggak relevan dengan gedungnya kita. Aku nggak terlalu percaya dengan sales yang terlalu narsis dan nggak peduli sama kliennya".

Begitu juga di sebuah lapak online ada komunikasi antara pembeli dengan penjualnya. "Kenapa saya cek di salah satu lapak dengan barang mirip harganya bisa lebih murah?" Lantas, terjadi balasan dari penjual, "Kalau mau murahan, silakan aja beli ke lapak sana". Dan tentu saja, si pembeli tidak pernah chat lagi. Juga tidak pernah membeli dari lapak itu lagi.

Sebagai sales, kita pasti dibekali berbagai ilmu tentang jualan. Umumnya, ada dua hal wajib yang perlu dibekali. Pertama, ilmu detil soal produk ataupun jasa yang akan kita jual. Kedua, ilmu soal bagaimana jualan. Misalkan cara melakukan prospekting. Cara menawarkan. Mengetahui tahapan pembelian. Termasuk cara menghadapi penolakan. Teknik-teknik inilah yang memungkinkan seorang sales bisa jualan. Inilah yang saya sebut IQ Sales.

Tapi faktanya, IQ Sales saja tidak cukup. Lihatlah kisah di atas. Kadang, customer beli atau nggak beli,bukan melulu karna kepintaran penjualnya. Tapi, juga soal keyakinan dan rasa nyaman dengan si penjual itu. Disinilah kita bicara soal EQ Sales.

Pepatah mengatakan, "Ketika produk dan service kurang lebih sama, orang akan membeli dari yang ia bisa percaya".
Karena itulah, setelah memiliki IQ Sales. PR berikutnya? Bangun EQ Sales! Apa saja EQ Sales?

Seberapa Tinggikah EQ Salesmu? (gambar 1)

EQ Sales, pada dasarnya mencakup 4 komponen penting dalam model kecerdasan emosional (EQ) yang dikembangkan Daniel Goleman. Inilah yang biasakan kita latihkan kepada para salesman, dalam seminar dan training-training kita. Apa sajakah itu?

Pertama-tama. Kesadaran diri. Salesman yang tahu kelebihan dan potensi masalah dirinya. Ia fokus pada kelebihannya. Misalnya, kalaupun ia bukan seorang yang sangat talkactive (yang extrovert, yang gaul dan banyak ngomong), ia bisa memfokuskan pada kemampuan berempati. Jadi teman mendengarkan yang baik Jadi ia sadar dengan dirinya. Termasuk juga, sadar bagaimana moodnya saat ini serta mengaturnya. Sales yang baik, bukan dikendalikan moodnya.

Kedua. Manajemen diri. Salesman yang baik harus jadi self motivator yang baik. Nyatanya, semua penjual yang baik, adalah self motivator. Ia sebenarnya nggak butuh lagi motivator luar. Ia sendiri jadi motivator buat dirinya. Ia tahu bagaimana cara menggerakkan dirinya.

Ketiga. Kesadaran sosial. Dalam kisah di atas, banyak sales punya problem untuk berempati. Suka ujug-ujug kasih solusi, sebelum dengar apa masalah yang terjadi. Akibatnya, solusinya kadang bisa meleset. Masalahnya, dalam IQ Sales, dia diajarkan buat ngotot. Harus gigih melakukan "pitching". Benar sih, sales harus mampu. Tapi kalau momennya tak tepat, justru bikin konsumen malah lari.

Keempat. Manajemen relasi. Akhirnya, kunci EQ Sales adalah kemampuan untuk membangun relasi dan komunikasi. Sales dengan EQ bagus akan sadar bahwa sikapnya dengan klien dan customer akan menentukan hubungan jangka panjang. Ia bukan sekedar jualan. Ia memberi solusi dan yang terpenting, ia membangun hubungan. Itulah yang membuat para klien selalu mengingat mereka. Ketika ada urusan dan hal-hal terkait produk itu, si sales itulah yang ada pada top of mindnya.

Jadi, pertanyaannya. Apakah selama ini Anda cuma tahu produk dan tahu cara jualan, tapi Anda sendiri lupa membangun EQ sales Anda?

Related Blog

Termostat Mental: Sebuah Standar Mental yang Membatasi Kualitas Hidup
Tips & Motivasi| 533 times

Termostat Mental: Sebuah Standar Mental yang Membatasi Kualitas Hidup

Ada kisah seorang pria yang dicintai dengan tulus oleh seorang wanita. Mereka saling mengasihi, hingga akhirnya bertunangan dan merencanakan pernikahan. Semua tampak sempurna. Namun menjelang hari ...

3 Tips Bisa Sukses Di Usia Muda!
Tips & Motivasi| 3859 times

3 Tips Bisa Sukses Di Usia Muda!

Sean Belnick, masih berusia ABG. Di usianya yang ke 16, dengan bermodalkan US$600 atau sekitar Rp 8 juta, ia mulai membuat toko elektronik retail. Ia menjadikan ayah angkatnya, Gary Glazer, seorang...

No Image
Leadership| 8041 times

Lima Level Kepemimpinan Sejati

Sebuah perusahaan di Jepang, sedang merugi besar. Masalahnya, saham perusahaan juga anjlok karena perusahaan sparepart otomotif ini, mencoba untuk terjun ke bisnis properti. Tanpa pegalaman serta o...

7 Kesalahan Orang Pintar yang Bikin Hidupnya Gagal
Tips & Motivasi| 769 times

7 Kesalahan Orang Pintar yang Bikin Hidupnya Gagal

Di banyak organisasi, kami sering menemukan satu fenomena yang menarik. Ada orang yang sangat pintar, cepat memahami masalah, hebat secara teknis, dan selalu punya jawaban dalam setiap diskusi. Awa...

3 Alasan Mengapa Disiplin Itu Penting Bagi Sukses Anda
Tips & Motivasi| 11863 times

3 Alasan Mengapa Disiplin Itu Penting Bagi Sukses Anda

Pernah suatu kali, tatkala sedang memberikan suatu training, seorang peserta bertanya, “Apa ya kira-kira pekerjaan yang mudah, yang akan membuat kita gampang sukses?”.  Anda perhatikan pertanyaanny...

Cross-Cultural Training: Tantangan dan Pelajaran Berharga dalam Berbagi Ilmu di Lingkungan Global

Mengajar dalam lingkungan internasional selalu menjadi pengalaman yang menarik dan menantang. Saat memberikan workshop Problem Solving & Decision Making di Vallianz Singapore, saya menyadari bahwa ...

Mematangkan Kecerdasan Emosi Demi Perkembangan Karir

Semakin baik kematangan emosi seseorang, semakin besar peluang  karirnya meningkat. Setidaknya seperti itulah gambaran singkat mengenai proposisi hubungan antara dimensi emosi dan karir. Atasan ten...

Tips Bagaimana Menjadi Partner Training Internasional?
Tips & Motivasi| 2245 times

Tips Bagaimana Menjadi Partner Training Internasional?

(Pengalaman HR Excellency Dipilih Jadi International Partner Training?) Tahun ini termasuk cukup spesial buat HR Excellency. Jika tahun-tahun sebelumnya, beberapa kali mewakili lembaga seperti Six ...