HR Excellency

JANGAN NGAKU TRAINER KALAU GAK PUNYA POWER!

JANGAN NGAKU TRAINER KALAU GAK PUNYA POWER!
Mar 18, 20|Training Presentasi| 3951 times

Menjadi trainer memang mengasyikkan. Gimana gak mengasyikkan, bisa melakukan perjalanan dinas ditambah berkuliner, bisa sharing knowlegde dengan berakhir dibayar. Untuk yang profesional bayarannya bisa perjam. Bagi yang menjadi internal trainer tentu dibayarnya setiap gajian. Atau kalau seandainya gak dibayar, jika ilmu yang dibagikan bermanfaat bagi orang banyak dan ada salah satu dari mereka mengamalkan sharing dari kita, tentu hal ini akan menjadi bekal kita setelah wafat. Betapa pahala dari ilmu tersebut bisa mengalir deras kepada kita. Dan tentunya kita meninggalkan warisan yang sangat luar biasa. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Akhirnya profesi sebagai Trainer, menjadi profesi yang banyak dipilih untuk dijadikan ladang berkarya. Bahkan ada beberapa orang yang serius untuk mengikuti sertifikasi trainer sampai bertaraf Internasional demi meningkatkan kredibilitas sebagai trainer. Bermodalkan laptop dengan slide yang ciamik lengkap dengan pointer, sang trainer siap melaksanakan tugas. Tapi.... jangan ngaku Trainer kalau kita gak punya POWER! POWER adalah singkatan dari Present, Ownership, Wisdom, Engaging dan Resourceful.

Singkatan POWER ini kami cetuskan di HR Excellency, sebagai bagian opening kami di program The Power Trainer untuk in house training. Dengan mengajak seluruh peserta melakukan aerobic.

Nah mari kita bahas satu persatu!

Present
Jangan ngaku trainer kalau masih diperbudak sama mood. Pikirkan audiens yang sudah mau hadir dengan segala pengorbanannya untuk bertemu dengan si trainer dan mengharapkan mendapatkan tips dari setiap masalah yang mereka bawa. So, apapun yang sedang kita rasakan, yang terjadi pada kita, yuk bijak, yuk buktikan bahwa kita layak jadi rolemodel. Maka pastikan saat kita deliver training, hadirlah jiwa dan raga kita untuk audiens. Karena vibrasi emosi kita akan mempengaruhi dinamika kelas.

Ownership
Jadi trainer jangan hanya bertugas untuk mengklik slide, bacain slide doang. Tapi...yuk menjiwai, memaknai dari setiap konten yang kita deliver. Trainer wajib menyatu dengan materinya. Layaknya penyanyi yang menjiwai setiap lagunya. Pesan dari lagu tersebut akan sampai ke pedengar. Dan bagi trainer, makna dan maksud dari materi tersebut dapat dengan mudah di mengerti audiens.

JANGAN NGAKU TRAINER KALAU GAK PUNYA POWER! (gambar 1)

Wisdom
Kedahsyatan mulut trainer melebihi pistol. Peluru pistol terbatas. Tapi lihat, dengan kata-kata yang keluar dari mulut trainer, banyak orang yang bisa tergerak hatinya, banyak yang terinspirasi sampai banyak yang berubah. Tapi wajib diingat, pastikan apa yang kita katakan adalah sebuah kebenaran yang lengkap dengan data, hasil riset. Dan bukan asal cuap!. Karena sisi gelap trainer, walaupun kita berbohong (JANGAN DILAKUKAN) tapi jika disampaikan dengan PD, audiens bisa mempercayai itu. Mengerikan jika hal itu dijadikan sebuah wisdom oleh mereka.

Engaging
Trainer masa lalu sampai masa kini masih banyak yang ga aware untuk dapat melibatkan pesertanya dalam balutan komunikasi yang asyik. Masih banyak di antara mereka yang memonopoli komunikasi. Mereka sangat khusyu menjelaskan materi tanpa memberi kesempatan si peserta untuk berdiskusi, komunikasi. Ingat, semakin kita ingin menjelaskan, semakin peserta menutup diri. Proses pembelajaran yang keren adalah dimana trainer dan para peserta bisa engage. Karena materi jadi mudah tersampaikan dan mudah diterima. So, mulailah memfasilitasi bukan mengajari.

Resourceful
Jangan ngaku trainer kalau cuman bermodalkan slide doang. Aduh.. peserta yang datang kemungkinan mereka dalam keadaan terpaksa. Masa mereka mau lebih tersiksa lagi karena saat training, si trainer cuma klik slide doang. Pleaseee deh.. kasih sesuatu yang bersifat entertain. Berikan 'topping' video yang pas dengan konten, activity, simulasi, game, roleplay, demonstasi, bahkan sisipkan pantun, humor sampai mengajak peserta bernyanyi. Ingat, harus related ya..Intina adalah membuat materi semakin KAYA. kalau kita gak punya resouce yang banyak, duuhh.. ngapain datang untuk mentraining orang. Cukup saja minta peserta untuk download materi!

So, bagi Anda yang masih menyebut dirinya sebagai Trainer tapi ternyata cuman mengandalkan cuap-cuap saja, memotivasi lewat kata-kata saja. Petantang-petenteng dengan laptopnya, grooming yang kerennya. Saya hanya bilang, hati-hati...training anda bisa jadi gak berdampak, gak memorable,bila Anda sampai dengan sekarang gak sadar bahwa sesungguhnya seorang trainer butuh sebuah POWER!

Have a great day!
-Ahmad Madu-

Related Blog

Cross-Cultural Training: Tantangan dan Pelajaran Berharga dalam Berbagi Ilmu di Lingkungan Global

Mengajar dalam lingkungan internasional selalu menjadi pengalaman yang menarik dan menantang. Saat memberikan workshop Problem Solving & Decision Making di Vallianz Singapore, saya menyadari bahwa ...

Percuma Bikin Resolusi Tahun Baru!
Tips & Motivasi| 2037 times

Percuma Bikin Resolusi Tahun Baru!

Percuma bikin resolusi tahun baru. Survei oleh insideoutmastery.com mengatakan hanya 9% orang yang sukses dengan resolusi tahun barunya. So, buat apa dibikin kalau hanya buat dilanggar? Yang terjad...

Buku Baru The Ultimate Success Formula: Meramu Jejak Pasti Menuju Sukses

Dunia pelatihan selalu berbicara tentang bagaimana mengubah potensi menjadi prestasi. Bagi Anthony Dio Martin, Master Trainer HR Excellency, doktor di bidang Psikologi Industri, sekaligus pebisnis,...

BAGAIMANA BENTENGI DIRI DARI BISNIS TIPSANI (TIPU SANA SINI)

Belum lama ini, kasus First Travel mencuat dan bikin heboh gara-gara pemiliknya berhasil menipu hingga sekitar 800 Milyar untuk uang setoran umroh. Uangnya yang dipakai untuk keperluan pribadi pun ...

3 Tips Penting Menjadi Pembicara Yang Berpengaruh Anthony Dio Martin

Ketegangan antara Amerika dengan Cuba tetap terjadi hingga saat ini. Presiden terakhir yang mengunjungi Cuba, terjadi di tahun 1928. Lalu di tahun 2002. Jadi udah lama. Tapi ketegangan tak mereda. ...

6 Tantangan Work From Home (WFH) dan Saran Mengatasinya

Tahun 1665. Saat itu, wabah besar melanda Inggris. Semua dipulangkan. Pada saat itu, Isaac Newton, baru berusia 20an dan sedang studi di Trinity College, Cambridge. Saat itu, demi menghentikan peny...

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?
Tips & Motivasi| 15434 times

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?

IQ atau kecerdasan intelektual, bicara soal kepintaran. Ukurannya adalah kemampuan nalar, akademik. Biasanya IQ bagus, diikuti dengan nilai rapor yang bagus. Kurangnya IQ menyebabkan rendahnya daya...

YANG MUDA, YANG SUKSES, DAN BERJAYA
Tips & Motivasi| 3863 times

YANG MUDA, YANG SUKSES, DAN BERJAYA

“Jangan pernah menjadi tua, tanpa pernah menjadi dewasa” (Dom Helder Camara) Di suatu kesempatan saya pernah menuliskan tentang usia dan kesuksesan. Di tulisan saya di Bisnis Indonesia itu, saya me...