HR Excellency

Pertanyaan penting buat diajukan: "Mana lebih penting: LEADERSHIP atau MANAGERIALSHIP?"

Pertanyaan penting buat diajukan: "Mana lebih penting: LEADERSHIP atau MANAGERIALSHIP?"
Mei 19, 23|Tips & Motivasi| 2580 times

Tadi pagi, di kelas Leadership yang dikasih judul Leadership Managerialship Quotient (LMQ) muncul pertanyaan. Pentingan mana sih, Leadership atau Managerialship?

Terus terang, banyak yang kebablasan. Mentang-mentang istilah kepemimpinan itu banyak dipakai. Akhirnya, belakangan ini seakan-akan istilah "leadership" lah yang terpenting. Orang merasa jadi "PEMIMPIN" (LEADER) kesannya seakan-akan lebih keren daripada jadi MANAGER. Padahal keduanya penting!

Dalam diskusi kami di program doktoral studi psikologi personal & industri, masalah ini jadi perdebatan yang sengit. Ada yang membela "Leadership" dan ada yang fokus pada "managerialship". Di ujung perdebatan, akhirnya kita kompromi. Keduanya penting. Tapi, asal tahu aja, istilah LEADERSHIP sudah terlalu overated (dinilai terlalu berlebihan). Dampak buruknya? Orang senang jadi leader, tapi jadi leader yang nggak praktis.

Pertanyaan penting buat diajukan: "Mana lebih penting: LEADERSHIP atau MANAGERIALSHIP?" (gambar 1)

Satu kasus. Di suatu perusahaan chemical. Ada leader HR yang nggak membumi. Kerjanya meeting dan rapat dengan direksi. Mikirnya yang mengawang-awang. Ia menyebut dirinya strategis. Tapi banyak hal simpel yang sederhana, justru kacau berantakan. Urusan rekrutmen dan training tak tertangani. Ia memang punya tim. Tapi tak diarahkan. Orang di perusahaan jadi membenci leader HR ini. Hebatnya, dia sering berbicara di forum HR. Sering jadi panelis dan pemateri konferensi di berbagai forum HR yang diadakan berbagai seminar nasional. Orangnya sangat konsep dan abstraksinya keren. Tapi ya itu, ia selalu mengatakan, "Leader harus visioner, berpikir strategis". Dan saking strategisnya. Ia tidak mampu berpikir yang membumi. Kalau disimpulkan, ia punya kemampuan LEADERSHIP tapi MANAGERIALSHIP-nya payah!

Leader, seringkali kita konotasikan dengan berpikir strategis. Besar, dan luas. Leader melihat ke depan. Tapi, jangan salah. Terlalu melihat kedepan, bisa membuat leader jadi tidak realistis. Malahan, lubang di bawah kaki mereka saja bisa jadi tidak dilihatnya. Makanya, leader harus jadi manager yang baik pula. Ia harus bisa memecahkan problem sehari-hati. Bikin rencana. Kelola waktu dan sumber daya. Lakukan tugas rutin. Tugas operasional harus mampu dia mampu kerjakan. Jangan sampai selalu berkelit "Aku kan leader, ya harus strategis aja dong!". Betul leader mungkin tak harus mengerjakannya sendiri. Tapi, ia harus memastikan bahwa pekerjaan rutin dikerjakan dan diselesaikan. Ia haruslah seorang pengelola yang baik. MANAGER yang baik.

Jadi betul sih kata Simon Sinek, "Leader harus mau makan belakangan". Tapi jangan salah, leaderpun harus memastikan bahwa piringnya dicuci bersih setelah ia makan. Leader yang tidak punya kemampuan managerialship pada dasarnya adalah leader yang mengawang-awang, tak membumi dan payah!

So, kesimpulannya:
PEMIMPIN SEJATI=
LEADERSHIP (strategis, ke depan)
Tapi, jangan lupa juga harus..plus
MANAGERIALSHIP (praktis, operasional beres)

Related Blog

Annoying Co-Worker: Tips Menghadapi Rekan Kerja Yang Menyebalkan

Pernahkah menghadapi rekan kerja yang menyebalkan? Mereka bisa muncul dalam berbagai bentuk sikap dan tingkah laku. Lusi, misalnya. Ia adalah tipe teman kerja yang suka sirik. Ia tidak suka ketika ...

Manajemen Korup: Gaya Manajemen Yang Bakal Hancurin Organisasi Manapun
Tips & Motivasi| 422 times

Manajemen Korup: Gaya Manajemen Yang Bakal Hancurin Organisasi Manapun

Kami pernah mendengar sebuah kisah yang terasa dekat dengan realitas banyak organisasi di Indonesia. Sebuah perusahaan yang sebelumnya tumbuh sehat, memiliki banyak orang unggul, dan dikenal memil...

Kecerdasan Emosi (EQ) di Era Industri 4.0: Mengapa Kita Makin Membutuhkannya?

Di sebuah kafe kecil yang tersembunyi di sudut kota, seorang pria muda, katakanlah bernama Anwar, duduk termenung di depan laptopnya. Ia adalah seorang software engineer di sebuah perusahaan startu...

Dibalik Stereotip PNS: Mengapa Kecerdasan Emosi (EQ) Penting Bagi PNS?

Seorang ekspatriat pernah berkata, "Di negara kami, pegawai negeri sering kali punya banyak slogan. Tapi kerjanya tak seperti slogannya—lambat dan sering mempersulit." Meski bercanda, pernyataan in...

Ingin Tidak Gampang Stress? Kembangkan Kecerdasan Emosional Yang Baik

Tito adalah pimpinan yang sangat cerdas dan tahu mengenal seluk beluk pekerjaannya. Ia memulai karirnya dari bawah. Makanya, kalau menyangkut tugas, anak buahnya tidak berani macam-macam. Hanya saj...

5 PROSES DALAM SEMINAR YANG DAHSYAT DAN BERDAMPAK (MAU JADI PEMBICARA KEREN, INILAH RAHASIANYA!)
Tips & Motivasi| 4356 times

5 PROSES DALAM SEMINAR YANG DAHSYAT DAN BERDAMPAK (MAU JADI PEMBICARA KEREN, INILAH RAHASIANYA!)

Berapa kali Anda ikut seminar yang membuat Anda berdecak kagum? Yang membuat Anda tidak mau beranjak dari kursi meskipun saat itu Anda kebelet untuk pipis? Sebagai contoh menarik. Ketika Anthony Ro...

EQ GOES TO PAPUA 2016: PAPUA..OH..PAPUA!

Ceritanya berawal dari undangan dan ajakan untuk memberikan inspirasi  di Tembagapura, Timika serta Kuala Kencana. Meskipun ini bukan pertama kalinya, tapi kali ini lebih berkesan dan lebih luas ja...

Servant Leadership vs Boss Leadership
Leadership| 2022 times

Servant Leadership vs Boss Leadership

Ada 2 ciri pemimpin: yang mau melayani atau yang minta dilayani. Makanya kita kenal servant leadership atau sebaliknya, boss leadership. Problemnya, banyak orang inginnya jadi pemimpin supaya bisa ...