HR Excellency

IQ Membuat Anda Sukses, EQ Membuat Anda Sukses dan Bahagia

IQ Membuat Anda Sukses, EQ Membuat Anda Sukses dan Bahagia
Apr 3, 18|Tips & Motivasi| 3843 times

Sengaja quote tersebut saya jadikan sebagai judul tulisan ini. Agak panjang, tapi itulah yang ingin saya sampaikan.

Saya teringat pernah bertemu dengan seorang direktur sukses di sebuah kota di Jawa Tengah. Saat itu, dalam obrolannya dengan sedih ia berkata, "Banyak orang melihat saya sukses. Tapi, kalau seandainya meja tempat kerja saya bisa bicara entah berapa banyak air mata yang menetes di atasnya". Ternyata si direktur ini memang sangat cerdas. Saking cerdasnya toleransi dan empatinya menjadi sangat rendah. Bahkan dengan keluarganya sendiri. Sampai akhirnya, anak dan istrinya pun pergi menetap ke kota lain.

Begitulah kalau kita perhatikan, banyak kisah orang pintar secara intelektual yang berakhir tragis. Termasuk diantaranya kisah sedihnya Erip Clapton. Awalnya dia termasuk seorang pekerja keras yang sangat cerdas di bidang musik. Sayangnya kepalanya hanya dicurahkan ke soal musik dan kesuksesannya. Begitu sadar, sudah terlambat. Anaknya Conor, terjatuh dari kondominium tempat tinggalnya, di bulan Maret 1991. Ia pun menyesal karena justru jauh saat anaknya meninggal. Padahal, ia sudah berjanji untuk menjadi ayah yang baik bagi anaknya. Maka sebagai bentuk penyesalan ia pun menulis album "Do You Know My Name" yang terkenal. Lagu ini menjadi hits. Tapi, hingga sekarang, ini menjadi penyesalannya Erip Clapton.

Nah, begitulah ditengah pecutan motivasi dan kompetisi untuk menjadi sukses, kita butuh kecerdasan emosional untuk menjadi lebih peka. Bagaimanakah EQ bisa membuat kita sukses sekaligus bahagia?

Pertama, EQ membuat kita lebih sadar dengan kehidupan kita. Ada bagian "mindfulness" dalam komponen kecerdasan emosi yang membuat kita lebih peka dan sadar dengan apa yang terjadi. Kadangkala kita melihat ada begitu banyak orang sukses, yang membuat begitu banyak orang menjadi iri. Tapi, ia sendiri tidak sempat merasakannya. Betapa kasihannya.

Kedua, EQ punya komponen kemampuan kita untuk mengelola mood kita setiap hari. Tahukah Anda salah satu penyakit orang kaya adalah depresi. Ini juga faktor yang banyak membuat orang kaya dan sukses, bunuh diri. Nah, dengan elemen emosi kita punya "senjata" untuk tidak membuat diri kita terpuruk dalam rasa sedih ataupun kehampaan yang berkepanjangan. EQ yang baik membuat kita bukan dikontrol tapi kitalah yang mampu mengontrol emosi kita.

Ketiga, ada bagian dari EQ yakni tujuan mulia (noble goal) yang membuat hidup kita bukan hanya untuk tujuan finansial semata. Dengan demikian, hidup kita menjadi bermakna. Masih ingatkah Anda surat viral yang konon katanya ditulis oleh Steve Jobs menjelang kematiannnya. Isinya cukup sedih. Intinya, hidup perlu dihargai dengan kebermaknaan yang tinggi, bukan hanya buat diri sendiri tapi juga lingkungan dan sesama. Banyak kehidupan orang sukses yang berakhir dengan hampa karena hanya untuk dirinya saja.

So, apakah Anda termasuk diantara manusia yang sukses namun tidak bahagia?

Related Blog

Mengapa Sih Perlu Training NLP?
NLP| 2545 times

Mengapa Sih Perlu Training NLP?

Ilmu NLP yang digagas di tahun 1970an oleh Richard Bandler dan John Grinder, adalah ilmu yang fenomenal. Berawal dari memodel teknik terapi para psikoterapis dunia yang telah berhasil menolong ribu...

Amazing! Sebuah Model Kepemimpinan ala Pesawat Terbang dari HR Excellency Untuk Mencetak Pemimpin Handal

Ada fakta yang cukup menarik. Banyak CEO dari dunia penerbangan yang sangat inspiratif. Pertama, ada Herb Kelleher dari Southwest Airlines, yang belum lama ini meninggal. Ada Sir Richard Branson, p...

Kontribusi atau Cuma “Busy”?

“Doing nothing better than being busy doing nothing.” -Lao Tzu- Memulai awal tahun 2009 ini, ada suatu kisah yang saya ingin Anda renungkan. Kisah ini bercerita tentang seekor itik yang begitu sibu...

Management by Love

Dalam buku Chicken Soup for the Soul, karya Jack Canfield dan Mark Victor Hansen, terdapat sebuah kisah menarik yang tidak pernah saya lupakan, yakni kisah yang berjudul "Sarung Tangan Jesse". Dala...

Win-Win Negotiation Skills: Kamu Terbiasa Dihabisi Atau Menghabisi?
Sales Negotiation| 4154 times

Win-Win Negotiation Skills: Kamu Terbiasa Dihabisi Atau Menghabisi?

Ketika deal dengan orang, kamu terbiasa memghabisi atau dihabisi? Sebuah pertanyaan menarik. Umumnya, setiap dari kita punya pola tersendiri. Saya teringat dengan kisah dari pengalaman seorang pemb...

Memahami Beda Filantropi Dengan Altruisme
Tips & Motivasi| 15693 times

Memahami Beda Filantropi Dengan Altruisme

Sebuah pertanyaan diajukan baru-baru ini dalam siaran rutin saya “Smart Emotion” tiap Selasa malam di SmartFM www.radiosmartfm.com ketika saya membawakan topik soal: “Trend Baru Millenial Filantrop...

10 Alasan Mengapa EQ Mempengaruhi Suksesmu!
Tips & Motivasi| 3182 times

10 Alasan Mengapa EQ Mempengaruhi Suksesmu!

Steve Jobs pernah kena getahnya gara-gara ini! Kalau Anda perhatikan sejarahnya, di tahun 1985 Steve Jobs ditendang keluar dari Apple, perusahaan yang dibangunnya sendiri. Saat itu, karyawan dan re...

Langkah-Langkah Training Sukses dengan Model ADDIE: Dari Analisis Hingga Evaluasi

Bayangkan Anda sedang menonton film sekuel The Matrix (1999) lama. Saat itu, Neo dilatih oleh Morpheus untuk memahami dan menguasai dunia yang sebenarnya adalah simulasi. Pelatihan ini tidak dilaku...