HR Excellency

Apa Sih Self Management Itu?

Apa Sih Self Management Itu?
Feb 18, 21|Tips & Motivasi| 4945 times

Selamat dating di dunia kelola diri!
Ini adalah kompetensi Kecerdasan Emosional (EQ) yang kedua setelah self awareness.
Self Management, bicara soal bagaimanakah setiap hari kita mengelola diri kita dan membuat diri kita bermanuver melewati berbagai situasi dan tantangan, sehingga tetap menjadi pribadi yang produktif, positif serta konstruktif. Produktif, artinya kita mampu menunjukkan prestasi-prestasi kita meskipun menghadapi berbagai situasi sulit. Positif, artinya kita tetap memberikan respon-respon pilihan yang baik. Kontruktif artinya, kita tidak merusak atau menciptakan dampak yang buruk buat orang-orang di sekitar kita, saat kita dalam situasi emosi yang buruk.

Mari kita ambil dua contoh berikut ini.
John McEnroe, adalah salah satu pemain tenis putra Amerika yang terkenal. Dia mendapatkan gelar sebagai ATP Player of the Year serta Juara Dunia versi ITF tiga kali berturut-turut yakni: 1981, 1983 and 1984. Namun, ada satu hal yang tidak bisa dilupakan tentang McEnroe yakni kemarhannya yang suka meledak-ledak di lapangan. Saat dirinya jengkel, semua orang dimakinya dan entah berapa banyak raket tenis yang dia hancurkan. Akibatnya, banyak orang berpikir bahwa dirinya sebenarnya punya masa depan karir tenis yang laur biasa. Namun sayangnya karirnya tidak lama. Ketika ia dalam kondisi emosi tinggi, ia kalah dari lawannya. Alasannya sederhana, ketika ia tidak berhasil memasukkan bola, ia mulai memaki, dirinya makin kacau dan ketika makin kacau, akurasi memukulnya pun semakin parah. Emosinya, itulah salah satu yang berdampak pada karir tenisnya.

Begitulah, kita melihat bagaimana ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan emosinya seringkali menjadi penyebab mengapa seseorang gagal di dalam hidupmu. Betapa seringnya kita mendengar orang berkata, “Dia itu berbakat, dan punya masa depan dengan banyak kemampuan, Tapi sayangnya karena tidak mampu membawa dirinya, ia jadi kehilangan banyak kesempatan”.

Kita ambil kisah yang lainnya.
Ada dua orang kandidat manager yang berpotensi untuk dipilih menjadi GM (General Manager) di sebuah perusahaan. Keduanya punya latar belakang yang impresif, mengesankan. Lulusan dari universitas terkemuka. Dan dua-duanya punya karir yang cepat. Hanya saja, perbedaannya terletak pada pembawaannya satu dengan yang lainnya. Manager yang pertama, orangnya lebih terkendali. Ia lebih sabaran dan mendengarkan. Saat ada hal yang tidak disukai, ia tidak merespon langsung di rapat. Ketika tak setuju dengan atasannya, ia membuat catatan. Ia membicarakan secara personal keberatannya, setelah meeting. Ia berusaha menjaga muka, baik atasan maupun rekannya, dan tidak mengkonfrontasi meskipun tahu ada yang salah pada mereka. Ketika ia marah, ia tetap menjaga supaya fokus pada kesalahan dan cara memperbaikinya. Manager kedua, pintar, tapi emosinya lebih tak terkendali. Ketika tidak setuju, ia akan langsung melampiaskannya. Banyak rekan yang jadi tidak menyukainya. Ia memang cerdas dan orang datang kepadanya hanya buat solusi, tapi tidak untuk pertemanan. Saat emosinya memuncak, segala makian bisa keluar dari mulutnya kepada anak buahnya. Sebenarnya, ia sadar soal perilakunya. Bahkan, ketika diberikan masukan, ia berkata, “Saya tahu orang mungkin nggak terlalu suka dengan cara saya. Tapi ya begitulah saya”. Akhirnya, ketika diputuskan siapa yang lebih cocok menjadi GM, nyaris semua top manajemen memutuskan untuk memilih manager yang pertama!

Apa Sih Self Management Itu? (gambar 1)

Dengan kisah kedua ini, kita menegaskan lagi, betapa pentingnya kemampuan seseorang untuk mengandalikan dirinya. Kemampuan mengendalikan diri bukan bicara soal mengendalikan kemarahan melulu, tapi juga mengelola diri saat menghadapi kesulitan masalah serta bagaimana caranya tetap tidak terganggu, dan fokus pada tujuan utama.

Apakah Self Management Itu?

Menurut Daniel Goleman yang memperkenalkan EQ, self management adalah area yang kedua dalam pengembangan kecerdasan emosional. Self management seseorang itu, berhubungan dengan:

• Kemampuan seseorang untuk mengontrol dan mengelola diri serta emosi-emosi yang dialaminya, khususnya pada saat mengalami emosi yang tidak menyenangkan.
• Bukan hanya bicara soal emosi saja yang dikelola, tapi juga kemampuan mengelola sumberdaya internal lainnya termasuk kemampuan dan bakat-bakatnya.
• Kemampuan seseorang dalam mengelola impuls-impuls (dorongan) dalam diri seseorang sehingga tidak muncul menjadi sesuatu yang destruktif.
• Kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab dengan tindakannya serta melakukan hal-hal yang sesuai dengan nilai-nilai pribadinya.
• Kemampuan seseorang untuk mengarahkan dirnya melewati berbagai tantangan dan kesulitan sehingga tetap bisa focus dan merealisasikan cita-citanya

Semoga dengan memahami apakah self management itu, bisa menjadi dasar buat bagi kita buat mengembangkannya!

Related Blog

8 Pertanyaan Yang Paling Sering Diajukan Soal NLP
NLP| 10636 times

8 Pertanyaan Yang Paling Sering Diajukan Soal NLP

FAQ (Frequently Asked Questions) Training NLP HR Excellency Pertanyaan 1: Jadi, Apa Sih NLP itu? NLP atau Neuro Linguistic Programming, adalah ilmu pengembangan diri (self development). NLP termasu...

GROGI MENGHADAPI INTERVIEW KERJA? INI TIPSNYA!

Baru-baru ini, saya menyaksikan sebuah penelitian dilakukan oleh tim dari BBC. Apa yang dilakukan, sebenarnya sederhana. Ada dua wanita kembar identik yang diminta jadi sukarelawan, lantas mereka b...

10 Penyakit Kerja Bagi Pemula

Banyak pencari kerja yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan saat ini. Namun, bagi saya, yang menarik sebenarnya bukanlah perlombaan mendapatkan kerja ini. Justru sesudahnya! Dari pengalama...

Waspada Hadapi Negosiator Licik, Waspada Negosiator Manipulatif Di Sekitarmu

Banyak orang mengira negosiasi hanyalah proses tawar menawar biasa. Siapa yang menawarkan harga terbaik, siapa yang paling pintar bicara, atau siapa yang paling kuat argumennya. Padahal dalam kenya...

Pemerintah Baru: Amanahkah?
Leadership| 1166 times

Pemerintah Baru: Amanahkah?

Hari ini adalah awal dari sebuah babak baru. Pemerintahan lama telah berganti, dan yang baru datang membawa angin harapan. Presiden Prabowo, yang baru saja terpilih, memimpin Indonesia di bawah Kab...

WASPADA BURN OUT, KETIKA ANDA MULAI LELAH SECARA EMOSIONAL DI TEMPAT KERJA!

Masih ingatkah? Desember 2013, Mita Diran, seorang copywriter yang bekerja di agensi iklan meninggal setelah bekerja 30 jam non-stop. Lantas, di Jepang, istilah Karoshi yakni meninggal karena kerja...

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?
Tips & Motivasi| 15435 times

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?

IQ atau kecerdasan intelektual, bicara soal kepintaran. Ukurannya adalah kemampuan nalar, akademik. Biasanya IQ bagus, diikuti dengan nilai rapor yang bagus. Kurangnya IQ menyebabkan rendahnya daya...

Kenali 4 Tipe Karyawan atau pun Pengikut di Kantor!
Leadership| 4996 times

Kenali 4 Tipe Karyawan atau pun Pengikut di Kantor!

Sebelum bicara soal empat tipe pengikut yang umumnya kita temui di suatu organisasi, saya punya tiga fakta penting yang ingin saya ungkapkan. Pertama, 90% kesuksesan sebuah inisiatif dalam organisa...