HR Excellency

Bagaimanakah Tips Memilih Youth Camp Yang Baik?

Bagaimanakah Tips Memilih Youth Camp Yang Baik?
Jun 12, 18|Parenting| 3604 times

Anak adalah investasi masa depan! Memang, anak bukanlah barang. Tetapi, sebagai orang tua kita bertanggung jawab untuk masa depannya. Sekaligus, merekalah yang akan menjadi penerus sekaligus pewaris masa depan kita. Karena itulah, tak mengherankan dengan anak-anak kita berusaha memberikan yang terbaik.

Belakangan ini, ada mulai bermunculan camp bagi anak remaja. Mulai dari camp yang mengajarkan teknik belajar, teknik berbicara hingga membangun mental karakter yang baik. Banyak yang dikelola dengan bagus dan berkualitas. Ada juga yang tujuannya sangat komersial sehingga dalam prosesnya banyak hal yang dikorbankan. Akibatnya, bukannya manfaat yang diperoleh. Justru anak menjadi kapok dan kemudian merasa sia-sia.

Padahal, ada alasan penting mengapa Youth Camp sekarang ini menjadi penting!

Bahkan, sekolah-sekolah yang terbaikpun melakukan acara semacam youthcamp bagi siswa siswi didiknya. Khususnya pada masa liburan sekolah. Mengapakah dulu tidak popular, tetapi sekarang mulai muncul? Ada 2 alasan!

Pertama, kita tahu bahwa sekolah sangat menekankan pada aspek akademik. Karena itulah, mereka butuh penyeimbang. Masalahnya, waktu di sekolah, kebanyakan habis untuk kejar beban kurikulum. Karena itulah, banyak sekolah berkualitas yang juga ikut melakukan acara youthcamp untuk memberi bekal ilmu tambahan bagi anak didiknya.

Kedua, di masa depan, akademik saja tidak cukup. Tantangan ke depan, makin kompleks dan makin butuh banyak kemampuan yang diperlukan. Karena itu, butuh tambah pembelajaran untuk melengkapi mereka. Misalkan, ketrampilan hidup (life skills), mulai dari teknik mengatur waktu, teknik belajar, hingga kepada aspek karakter yang lebih penting misalkan menghadapi kegagalan, mengelola mood dan hadapi stress, dll. Semuanya itu, tidak ada di kurikulum di sekolah.

Tips Memilih Camp Remaja Yang Baik

Lantas, bagaimana memilih camp remaja yang baik?

Pertama-tama, tentunya dimulai dari latar belakang penanggung jawab dan pencetusnya. Perhatikan siapakah merea yang ada di belakang ide acara ini. Bagaimanakah reputasi sekolah, organisasi atau lembaganya? Kadang kala, acara camp seperti ini bisa menjadi sangat komersial dimana tujuannya lebih pada soal mengejar keuntungan saja tanpa memperhatikan aspek pengembangan si remaja. Memang sih tentunya, EO (event organizer) juga tidak boleh rugi, tetapi alasan utamanya bukanlah cari untung semata tanpa memperhatikan aspek kemajuan dan perkembangan si remaja.

Sebenarnya, adanya tim konselor, tim berlatar belakang ilmu pendidikan. Tim berlatar ilmu paedagogik apalagi psikologi, merupakan hal yang sangat membantu. Alasannya, mereka mengerti ilmunya. Mereka melihat remaja sebagai suatu bagian dari proses holistik dan tahu bagaimana haras memperlakukan dan bagaimana seharus diperlakukan.

Kedua. Jumlah pesertanya ideal. Jumlah peserta yang ideal sebenarnya sangat tergantung pada perbandingannya dengan jumlah fasilitator yang ada. Sebab, kemampuan kontrol fasilitator terbatas. Kadangkala terjadi kasus dimana perilaku peserta terabaikan dan dibiarkan karena tidak adanya kontrol. Kadangkala, demi alasan bisnis, peserta camp menjadi terlalu banyak sehingga peserta tidak terkendali. Pastikanlah anak-anak kita mendapatkan fasilitator yang bisa menjaga serta membimbingnya.

Ketiga, Ada pendampingnya. Masih melanjutkan dari yang diatas. Idealnya, tiap remaja didampingi sehingga ada yang memberikan feedback ataupun masukan. Kalau perlu, bahkan selama proses camp pun peserta punya pendamping dimana ia bisa curhat dan mengungkapkan kesulitan dan masalahnya. Dengan demikian, ada personal touch bagi anak remaja tersebut.

Keempat. Orang tuanya dilibatkan. Jadi, orang tua bukan hanya terima jadi. Terkadang banyak orang tua yang salah paham. Mereka berpikir bahwa anak bisa berubah dalam satu hingga tiga hari camp. Padahal, orang tualah yang mungkin paling bertanggung jawab dengan segala permasalahannya. Karena itu, orang tua juga perlu peduli. Camp yang baik melibatkan orang tua. Paling tidak, orang tua paham, apa yang terjadi selama proses camp berlangsung.

Kelima, metodologi dan outputnya terbukti. Paling gampang, lihatlah dari para alumninya. Juga testimonial dari para alumninya. Kalau perlu bicaralah jujur dengan mereka yang pernah ikut soal apa yang diperoleh juga dengan lihat perkembangan mereka. Tentunya, tidak semua remaja yang ikut camp dan sukses pasti karena sepenuhnya berkat camp ini. Tetapi, paling tidak menunjukkan bahwa camp ini bisa memberikan andil positif.

Adakah camp-camp remaja yang membangun karakter positif seperti itu di negeri ini?
Lumayan banyak!
Ternyata cukup banyak kok camp-camp yang memang berkualitas dan boleh diikuti oleh anak remaja kita untuk membangun mental mereka! Intinya, bertanyalah dan galilah informasi dari mereka.

Sebagai salah satu ide, inilah adalah salah satu camp remaja yang bisa dipertimbangkan oleh para orang tua adalah yang diadakan oleh tim konselor dan psikologi dari lembaga HR Excellency. Informasinya bisa diperoleh di www.hrexcellency.com atau email: info@hrexcellency.com atau telpon: 021-3518505 atau 021-3862521.

Salam Antusias!
Anthony Dio Martin
www.hrexcellency.com
www.mwsindonesia.com
www.anthonydiomartin.com

Related Blog

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman

Memiliki karyawan sendiri tetap harus dapat bekerja sama dengan orang-orang di lingkungan kerja. Perusahaan akan menjadi seperti mesin yang diberikan pelumas jika kita menciptakan hubungan positif ...

No Image
NLP| 8364 times

Motivasi Gunung Es

Dalam sebuah sesi konseling, seorang guru pernah berkata pada saya, “Pak Martin, sebenarnya saya ini terpaksa jadi guru, waktu itu saya sudah tidak bekerja lama sekali dan semua lamaran saya tidak ...

No Image
Leadership| 8038 times

Lima Level Kepemimpinan Sejati

Sebuah perusahaan di Jepang, sedang merugi besar. Masalahnya, saham perusahaan juga anjlok karena perusahaan sparepart otomotif ini, mencoba untuk terjun ke bisnis properti. Tanpa pegalaman serta o...

7 Cara Curi Start Memasuki Tahun Baru
Tips & Motivasi| 3645 times

7 Cara Curi Start Memasuki Tahun Baru

Orang sukses tidak menunggu-nunggu kesempatan, mereka menciptakan kesempatan. Orang sukses telah memulai, sementara orang gagal,masih sibuk cari alasan menunda-nunda. So, kali ini mari kita belajar...

Tips Mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Jadi Kunci Utama Kesuksesan Saat Ini
Tips & Motivasi| 3013 times

Tips Mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Jadi Kunci Utama Kesuksesan Saat Ini

Pernahkah Anda berpikir mengapa beberapa orang tampak lebih sukses dalam kehidupan mereka daripada yang lain? Jawabannya bisa jadi terletak pada tingkat Kecerdasan Emosional (EQ) mereka. EQ adalah ...

10 Penyakit Kerja Bagi Pemula

Banyak pencari kerja yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan saat ini. Namun, bagi saya, yang menarik sebenarnya bukanlah perlombaan mendapatkan kerja ini. Justru sesudahnya! Dari pengalama...

4 Tips Penting Supaya Betah Di Tempat Kerja
Tips & Motivasi| 2593 times

4 Tips Penting Supaya Betah Di Tempat Kerja

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang konsultan HR yang telah pensiun dan membahas soal tingginya turn over (keluar masuk kerja) di perusahaan yang didampinginya saat ini. Beliau bekata,...

Wanita Kini Lebih Unggul Dari Pria?
Tips & Motivasi| 3983 times

Wanita Kini Lebih Unggul Dari Pria?

Wanita kalah dari pria? Pikirkan lagi! Jika Anda termasuk yang berpikir wanita lebih lemah dari pria, pertimbangkan lagi asumsi itu. Selain faktor fisik, ternyata hasil survei dari waktu ke waktu m...