HR Excellency

NLP Profiler: Memetakan Peta Motivasi yang Berbeda-beda untuk Sukses dalam Motivasi Karyawan

NLP Profiler: Memetakan Peta Motivasi yang Berbeda-beda untuk Sukses dalam Motivasi Karyawan
Nov 1, 24|NLP| 941 times

Bayangkan sebuah mobil yang mogok di tengah jalan. Pemiliknya menekan tombol di dasbor, menarik tuas, bahkan menginjak pedal berkali-kali. Namun, meskipun semua usahanya, mobil itu tetap tidak bergerak. Mengapa? Karena dia tidak menyadari bahwa tombol yang ditekan bukanlah tombol yang dibutuhkan untuk menjalankan mesin. Begitu pula dalam memotivasi orang lain. sering kali, kita menekan "tombol" yang salah.

Inilah konsep yang mendasari NLP Profiler, sebuah pendekatan yang dikembangkan oleh tim HR Excellency untuk memetakan peta motivasi setiap individu, memahami tombol-tombol yang berbeda dalam diri mereka, dan menentukan pendekatan yang paling efektif untuk memotivasi mereka.

Mengenal Meta Program dalam NLP

Di dunia Neuro-Linguistic Programming (NLP), ada istilah yang disebut Meta Program. Meta Program adalah cara seseorang memproses informasi dan bertindak berdasarkan pola pikir tertentu. Pola-pola ini terbentuk dari pengalaman dan lingkungan seseorang, sehingga mereka memiliki kecenderungan tertentu dalam merespon situasi. Contohnya, ada yang mendekati sesuatu karena tertarik pada reward (seek pleasure), sementara yang lain menghindari sesuatu karena takut akan konsekuensi negatif (avoid pain).

Contohnya begini. Ada dua tim penjualan di perusahaan yang sama. Tim pertama berhasil mencapai target karena adanya insentif bonus besar. Mereka bersemangat karena mengincar hadiahnya. Di sisi lain, tim kedua juga sukses mencapai target, namun alasan utamanya adalah ancaman pemecatan jika mereka gagal. Dua pendekatan berbeda, namun efektif untuk masing-masing individu, karena mereka memiliki pola motivasi yang berbeda.

Mengenal Tes NLP Profiler

Lima tahun terakhir, tim HR Excellency telah mengembangkan tes sederhana yang disebut NLP Profiler, bertujuan untuk memetakan peta motivasi seseorang. Dengan asesmen ini, kita bisa mengetahui apakah seseorang lebih termotivasi dari dalam diri sendiri (intrinsically motivated) atau membutuhkan dorongan dari luar (extrinsically motivated).

Contohnya, jika seorang karyawan termotivasi dari dalam dirinya, tak akan ada gunanya mencoba mempengaruhinya dengan hadiah atau pujian dari atasan. Dia hanya akan tergerak jika merasa benar-benar yakin akan hal yang harus dilakukan. Sebaliknya, jika seseorang membutuhkan motivasi eksternal, ia akan lebih semangat jika diberi pengakuan atau peneguhan dari lingkungannya.

NLP Profiler: Memetakan Peta Motivasi yang Berbeda-beda untuk Sukses dalam Motivasi Karyawan (gambar 1)

Penerapan NLP Profiler dalam Organisasi

Salah satu klien HR Excellency yang sudah menggunakan NLP Profiler pada timnya menemukan wawasan yang menarik. Setelah memahami peta motivasi setiap anggota tim, sang atasan menyadari bahwa cara dia memotivasi anak buahnya sering kali hanya berdasarkan caranya sendiri, tanpa memikirkan apa yang cocok bagi orang lain. Dengan pemahaman baru ini, ia mulai menyesuaikan pendekatannya, dan hasilnya lebih optimal.

Pelajaran Berharga dari NLP Profiler

Ada beberapa pelajaran penting yang didapatkan dari asesmen ini:

1. Tombol Motivasi yang Berbeda-beda. Setiap orang memiliki tombol motivasi yang berbeda. Ada yang bersemangat mengejar hadiah, dan ada pula yang termotivasi karena takut kehilangan. Menggunakan iming-iming hadiah mungkin tidak efektif bagi semua orang. Mereka yang lebih termotivasi oleh rasa takut justru memerlukan dorongan berbeda.

2. Gunakan Pola Motivasi yang Tepat. Ketika memahami pola motivasi seseorang, gunakan cara yang sesuai untuk menggerakkannya. Contohnya, ada orang yang ingin mencapai hasil seperti orang lain, sehingga mereka termotivasi untuk sama seperti yang lain (similarity). Bagi orang ini, Anda bisa berkata, “Ayo, kamu juga bisa sukses seperti mereka!” Namun, ada juga yang justru lebih bersemangat jika merasa unik dan berbeda (differentiation). Kepada mereka, lebih efektif mengatakan, “Kamu punya kemampuan yang unik, jangan disamakan dengan orang lain. Kamu bisa lebih hebat dari mereka!”

3. Selidiki Pola Bahasa dan Respons. Untuk memahami pola motivasi, perhatikan bagaimana seseorang merespon situasi dan kata-kata yang mereka gunakan. Misalnya, perhatikan apakah seseorang cenderung berbicara tentang pencapaian atau tentang menghindari kegagalan. Dengan memahami pola ini, kita bisa “memetakan” motivasi mereka dan menggunakannya untuk mempengaruhi mereka secara lebih efektif.

Menemukan Pola yang Tepat

Sekali lagi, saat kita gagal memotivasi orang lain, mungkin bukan karena mereka yang tidak mau bergerak, melainkan kita yang belum menemukan tombol yang tepat untuk menggerakkan mereka. Seperti mesin mobil, jika kita menekan tombol yang salah, mobil tetap tidak akan bergerak.

Inilah esensi dari NLP Profiler yang diajarkan oleh para Master Trainer di HR Excellency: memahami peta motivasi orang sebelum mencoba memotivasi mereka. Pendekatan yang salah tidak hanya membuang energi, tetapi juga bisa membuat motivasi yang ingin dibangun justru menjadi hilang. Jadi, sebelum memberikan dorongan, pahami terlebih dahulu peta motivasi mereka. Dengan begitu, Anda tidak hanya memotivasi, tetapi juga menggerakkan.

Related Blog

INILAH 4 SIKAP ORANG YANG CERDAS EMOSI HADAPI MUSIBAH
Tips & Motivasi| 3550 times

INILAH 4 SIKAP ORANG YANG CERDAS EMOSI HADAPI MUSIBAH

Saat musibah, bukan saja dibutuhkan perencanaan dan tindakan cerdas. Sikappun menentukan. Itulah sebabnya EQ (Kecerdasan Emosional) juga dibutuhkan saat musibah terjadi. Nah bagaimanakah prinsip Ke...

Dengarkan dan Hargai Ide-Ide Baru Karyawan

Perusahaan ibarat mesin. Maka selayaknya mesin, ia membutuhkan bahan bakar untuk membuatnya tetap beroperasi. Maka motivasi ibarat bahan bakar dari kendaraan itu. Jika tidak ada bahan bakar, kendar...

STUDI KASUS TRAINING EQ : KARIR YANG TERSELAMATKAN “Wanita Ini Nyaris Dipecat, Untungnya…”
Tips & Motivasi| 2596 times

STUDI KASUS TRAINING EQ : KARIR YANG TERSELAMATKAN “Wanita Ini Nyaris Dipecat, Untungnya…”

“To know, not to do is not yet to know!” (Zen Wisdom) Apakah belajar itu? Pembelajaran, menurut ilmu Psikologi Belajar adalah ketika terjadi suatu perubahan perilaku. Saat itulah, baru dikatakan ba...

HARUSKAH HARGA DIRIMU DITENTUKAN JUMLAH “LIKE”-MU?
Tips & Motivasi| 2968 times

HARUSKAH HARGA DIRIMU DITENTUKAN JUMLAH “LIKE”-MU?

Apakah jumlah orang yang memberikan “like” di sosial mediamu mempengaruh mood-mu setiap harinya? Kalau iya, berhati-hatilah! Majalah SUCCESS di edisi September menyajikan salah satu tulisan soal pe...

No Image
Parenting| 2717 times

EQ Parenting Dari Kasus Engeline: Sayangilah Anakmu!

Kasus kematian Engeline yang tragis masih terus diberitakan. Terakhir, Magriet, ibu angkat yang selama ini membesarkan dirinya, telah ditetapkan sebagai tersangka pelakunya. Konon, kepalanya Engeli...

Prinsip Magnet & Prinsip People Developement
Tips & Motivasi| 4304 times

Prinsip Magnet & Prinsip People Developement

No one knows everything, but everyone can learn something (Sean Gregory Derrick) Pembaca, hari ini mari kita belajar dari PRINSIP MAGNET. Ini adalah salah satu cara saya mengilustrasikan proses pen...

Training Top Negotiator: Training Paling Komprehensif Soal Negosiasi di Indonesia

Negosiasi adalah seni yang setiap hari kita jalani. Saat tawar-menawar di pasar, saat membicarakan proyek dengan klien. Bahkan saat berdiskusi dengan anak atau pasangan, kita sedang bernegosiasi. K...

Cross-Cultural Training: Tantangan dan Pelajaran Berharga dalam Berbagi Ilmu di Lingkungan Global

Mengajar dalam lingkungan internasional selalu menjadi pengalaman yang menarik dan menantang. Saat memberikan workshop Problem Solving & Decision Making di Vallianz Singapore, saya menyadari bahwa ...