HR Excellency

Mencairkan Suasana Kerja dengan Makan Bersama

No Image
Mei 8, 17|Manajemen HRD| 4102 times

Salah satu cara diplomasi yang paling efektif untuk menjangkau semua lapisan adalah dengan cara mengajak makan siang atau makan malam bersama. Bahkan dalam budaya Eropa, jika seorang perempuan sudah mengajak pasangannya makan malam artinya ia sudah siap melanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi. Sedangkan dalam budaya Indonesia, sudah selayaknya seorang tamu diberikan sajian makan siang semata-mata demi penghormatan.

Nah, salah satu budaya satu ini dapat kita adopsi di kantor kita dengan tujuan untuk semakin mengakrabkan hubungan kerja dan juga mencairkan suasana kerja. Tekanan demi tekanan sangat mungkin membuat beberapa gesekan diantara pekerja, maka perlu adanya sarana untuk mencairkan suasana tersebut agar lebih membaur.

Makan bersama satu bulan sekali dan makan-makan traktiran saat ada yang berulang tahun mungkin dapat menjadi sarana tersebut. Mungkin untuk yang kedua juga jadi budaya yang serupa di kantor-kantor lainnya. Tidak menutup kemungkinan karena jumlah karyawan yang semakin bertambah, traktiran bisa dirapel dan ongkos makan-makan jadi bisa lebih hemat karena bisa patungan.

Dengan adanya patungan tersebut porsi traktiran bisa jadi lebih banyak. Kita bisa bersama tim kita punya budaya makan bersama untuk mencairkan suasana. Biasanya saat momen makan bersama inilah kita bisa ngobrol hal lain selain tentang pekerjaan. Dengan cara ini suasana diharapkan menjadi cair dan semakin akrab. Ada cerita lucu, cerita sehari-hari yang tidak diketahui dalam obrolan di kantor. Hal itu tentu dapat membuat suasana lebih akrab. Beberapa kali kita bisa keluar untuk makan bersama terutama saat gajian, namun ada momen dimana kita juga bisa bersama-sama makan di kantor seperti saat semua karyawan membawa bekal, jajan rujak bareng hingga jajan gorengan.  Salam HRD training Indonesia.

#hrdtrainingindonesia

 

Related Blog

Connect with Your Audience!

Les Brown, salah satu trainer terkemuka, pernah mengatakan, “Ada perbedaan antara mengesankan (impressing) audiens dengan “connecting” dengan audiens. Sekali Anda sudah bisa “connect”, Anda bisa me...

Apakah Kamu Punya Semua Yang Dipersyaratkan Buat Jadi Trainer?

Sewaktu siaran di SmartFM kemarin, pertanyaan muncul dari pendengar, "Apa yang dibutuhkan kalau saya ingin menjadi trainer?". Pertanyaan yang sama muncul di instagram saya (@anthonydiomartin): "Bag...

Karyawan Berprestasi: Sumber Iri atau Inspirasi?

Johan (25) adalah karyawan sukses di sebuah perusahaan multinasional di negeri ini. Perjalanan karirnya tergolong cepat. Di usia mudanya itu, ia telah jadi manager. Nyaris tiap tahun ia dipromosika...

Waspada Hadapi Negosiator Licik, Waspada Negosiator Manipulatif Di Sekitarmu

Banyak orang mengira negosiasi hanyalah proses tawar menawar biasa. Siapa yang menawarkan harga terbaik, siapa yang paling pintar bicara, atau siapa yang paling kuat argumennya. Padahal dalam kenya...

HARUSKAH HARGA DIRIMU DITENTUKAN JUMLAH “LIKE”-MU?
Tips & Motivasi| 2968 times

HARUSKAH HARGA DIRIMU DITENTUKAN JUMLAH “LIKE”-MU?

Apakah jumlah orang yang memberikan “like” di sosial mediamu mempengaruh mood-mu setiap harinya? Kalau iya, berhati-hatilah! Majalah SUCCESS di edisi September menyajikan salah satu tulisan soal pe...

6 Strategi Cerdas Emosi Menghadapi Office Politics di Kantor

"Pak, saya tidak tahan lagi menghadapi office politics di kantor saya!". Bagitulah komentar banyak karyawan tatkala harus menghadapi office politics di kantornya. Padahal nyaris setiap kantor pasti...

Character for Sales: Karakter, Kunci Sukses dalam Dunia Penjualan
Sales Negotiation| 1925 times

Character for Sales: Karakter, Kunci Sukses dalam Dunia Penjualan

Dalam dunia penjualan, karakter adalah aset yang berharga. Sangat berharga. Karakter tidak hanya memengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan pelanggan tetapi juga menentukan keberhasilan kita da...

Ketika Kecerdasan Emosional Menyelamatkan Karir: Kisah Si Toxic dan Perubahan Ajaib dari HR Excellency

Belakangan ini, istilah ‘toxic employee’ sedang menjadi tren. Dia adalah jenis karyawan pintar yang jadi masalah di kantor. Berikut ini adalah salah satu kasus yang terjadi. Sebut saja namanya adal...