HR Excellency

Dari Etos Piramida ke Ruang Training: Belajar Etos Kerja Mesir di Bumi Pertiwi

Dari Etos Piramida ke Ruang Training: Belajar Etos Kerja Mesir di Bumi Pertiwi
Jun 2, 25|Business Management| 751 times

Tak pernah saya bayangkan sebelumnya, akan mendapat kesempatan mengajar untuk perusahaan asal Mesir di Indonesia.

Mesir adalah negeri yang asing. Bukan hanya secara geografis, tapi juga dalam hal pemahaman akan budaya dan cara kerja mereka. Juga, jarang dibahas. Apalagi terkait bisnis.

Sejujurnya, kami di HR Excellency & MWS Indonesia tak tahu-menahu soal bisnis Mesir di Indonesia. Tak pernah berinteraksi dengan klien dari sana. Hingga, suatu hari, permintaan itu datang. Sebuah perusahaan multinasional konglomerat asal Mesir meminta kami memberikan training untuk para leader mereka.

Topiknya umum, tapi sangat fundamental. Soal komunikasi dan manajemen waktu. Dua keterampilan krusial bagi para pemimpin, terutama saat bisnis sedang melonjak. Ternyata, perusahaan itu adalah Elsewedy, salah satu produsen kabel dan infrastruktur listrik ternama di dunia. Bisnis mereka di Indonesia sedang tumbuh luar biasa. Saking derasnya arus permintaan dan order yang datang, mereka menyadari satu hal. Untuk bisa tetap unggul, waktu harus dikelola, dan komunikasi harus ditingkatkan.

Namun, di balik kegembiraan menerima proyek ini, ada satu pertanyaan yang muncul dalam benak kami: bagaimana sih sebenarnya budaya kerja orang Mesir itu?

Saya mulai menggali ingatan. Terlintas wajah teman kuliah dulu, seorang mahasiswa asal Mesir yang pernah bercerita panjang soal tanah kelahirannya. Tentang Firaun, tentang Sungai Nil, dan tentu saja, tentang piramida. Saat itu saya tak menyangka, kisah-kisah itu akan membantu saya memahami cara kerja bangsanya.

Dan ternyata, banyak yang bisa kita pelajari dari sejarah ini untuk memahami etos kerja bangsa Mesir.

Mesir adalah bangsa yang sukses membangun piramida megah di tanah yang cenderung kering. Sebuah proyek raksasa yang berdiri bukan karena teknologi canggih seperti sekarang. Tapi karena etos kerja yang luar biasa, struktur yang tertata, dan kepemimpinan yang dihormati. Dari situlah kami mulai memahami bahwa budaya kerja Mesir punya karakteristik yang khas.

Pertama, soal penghormatan terhadap otoritas dan struktur hierarki adalah hal yang sangat penting. Dalam organisasi Mesir, keputusan biasanya datang dari atas. Maka sebagai trainer, kami pun perlu menyesuaikan pendekatan kami. Bukan mengajak semua berpikir bebas seperti workshop Barat, melainkan tetap memberikan ruang, tapi dengan rasa hormat pada pimpinan yang hadir.

Kedua, kesabaran dalam proses. Sebagaimana piramida tidak dibangun dalam semalam, demikian pula dalam budaya kerja mereka. Keputusan kadang tak langsung diambil. Ada proses. Ada negosiasi. Ada perhitungan matang yang bisa terlihat lambat di mata yang terbiasa dengan kecepatan Asia Tenggara. Tapi di balik itu, ada nilainya. Mereka ingin memastikan semuanya kokoh, bukan sekadar cepat.

Ketiga, dan yang paling penting, disiplin serta kolaborasi dalam struktur yang jelas. Piramida adalah hasil kerja ribuan orang yang taat pada satu tujuan, satu visi. Dalam dunia kerja pun, mereka punya semangat itu. Bekerja keras, namun tetap terorganisasi, menghormati pemimpin, dan bersinergi.

Ketika kami berdiri di depan para leader Elsewedy, dimana juga ada para leader dari Indonesia. Kami sadar, tak hanya membawakan materi komunikasi atau manajemen waktu. Kami perlu datang dengan bekal pemahaman tentang akar budaya mereka. Kami tidak hanya bicara soal efisiensi atau teknik komunikasi efektif, tapi juga bagaimana memadukannya dengan karakter budaya yang mereka miliki. Mengajak, bukan memaksa; menyelaraskan, bukan mengganti; menanamkan, bukan menggugurkan.

Dan yang terjadi sungguh menggembirakan. Antusiasme peserta yang tinggi. Mereka menyimak dengan penuh perhatian, dan diskusi berlangsung hidup. Mereka sadar, di tengah tekanan kerja yang meningkat, kuncinya bukan hanya pada kerja keras, tetapi juga kerja cerdas.

Dan dari training itu, saya pun belajar satu hal penting. Bahwa setiap budaya punya harta tersembuny. Kita hanya perlu membuka mata dan hati untuk memahaminya.

Sebagai bangsa Indonesia yang juga kaya budaya, kisah ini mengajarkan kita bahwa di era global ini, kesuksesan bukan hanya soal keahlian, tetapi juga kemampuan memahami dan menyatu dengan budaya orang lain. Karena seperti piramida yang bertahan ribuan tahun, pekerjaan yang dibangun dengan pengertian akan bertahan jauh lebih lama daripada yang dibangun dengan hanya teknik semata.

Lesson learned: Training yang baik, pahami latar budaya peserta kita. Dan sesuaikan dengan mereka. Bukan mereka yang harus sesuaikan dengan kita.

Related Blog

No Image
Parenting| 2717 times

EQ Parenting Dari Kasus Engeline: Sayangilah Anakmu!

Kasus kematian Engeline yang tragis masih terus diberitakan. Terakhir, Magriet, ibu angkat yang selama ini membesarkan dirinya, telah ditetapkan sebagai tersangka pelakunya. Konon, kepalanya Engeli...

Paradigma Lama Soal Training Soft Skills

Salam Antusias Pak Anthony. Saya berada di Semarang menjadi personalia sebuah perusahaan tekstil. Saya mempunyai banyak masalah dengan karyawan-karyawan di sini. Saya mengusulkan diadakannya traini...

Pelatihan Kepemimpinan Komprehensif (Leadership Training) di Indonesia
Leadership| 3567 times

Pelatihan Kepemimpinan Komprehensif (Leadership Training) di Indonesia

Sebuah pertanyaan penting tapi klise, "Apakah kepemimpinan itu bisa dilatih ataukah memang dari lahir?" Jawabannya tidak gampang. Banyak pemimpin yang memang telah menunjukkan bakatnya sejak mereka...

YANG MUDA, YANG SUKSES, DAN BERJAYA
Tips & Motivasi| 3862 times

YANG MUDA, YANG SUKSES, DAN BERJAYA

“Jangan pernah menjadi tua, tanpa pernah menjadi dewasa” (Dom Helder Camara) Di suatu kesempatan saya pernah menuliskan tentang usia dan kesuksesan. Di tulisan saya di Bisnis Indonesia itu, saya me...

Cross-Cultural Training: Tantangan dan Pelajaran Berharga dalam Berbagi Ilmu di Lingkungan Global

Mengajar dalam lingkungan internasional selalu menjadi pengalaman yang menarik dan menantang. Saat memberikan workshop Problem Solving & Decision Making di Vallianz Singapore, saya menyadari bahwa ...

Self Awareness: Pondasi Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Penting
Tips & Motivasi| 10541 times

Self Awareness: Pondasi Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Penting

“Emosimu, bisa jadi pendorong atau penghambat jalanmu menuju tujuanmu. Pastikan kamu tidak salah menggunakannya!” (Anthony Dio Martin) Apakah Self Awareness atau Kedasaran Diri itu? Dan mengapakah ...

No Image
Service| 5432 times

EQ for Service: Melayani dengan Hati!

(Bacaan Khusus untuk Para Peserta Seminar EQ for Nation, Semarang, 11 Juni 2011) EQ for Service: Melayani dengan Hati! Ada sebuah iklan yang begitu menyentuh saya. Dikisahkan, ada seorang nenek man...

INILAH 4 SIKAP ORANG YANG CERDAS EMOSI HADAPI MUSIBAH
Tips & Motivasi| 3550 times

INILAH 4 SIKAP ORANG YANG CERDAS EMOSI HADAPI MUSIBAH

Saat musibah, bukan saja dibutuhkan perencanaan dan tindakan cerdas. Sikappun menentukan. Itulah sebabnya EQ (Kecerdasan Emosional) juga dibutuhkan saat musibah terjadi. Nah bagaimanakah prinsip Ke...