HR Excellency

Prinsip 212: “Extra Degree” Penentu Nasib

Prinsip 212: “Extra Degree” Penentu Nasib
Okt 20, 17|Manajemen HRD| 3192 times

“Lakukan segala sesuatu dengan semangat mencari yang LEBIH. Hal ini akan membebaskanmu dari sikap setengah-setengah.”

[Ignatius Loyola]

Prinsip 212

Ada yang menarik dengan air yang sedang dimasak. Pada detik-detik menjelang mendidih, Anda akan melihat gelembung-gelembung air yang bergolak. Tapi, air itu belum mendidih.  Belum! Tapi, suhunya sudah sangat panas. Bayangkan saja pada detik itu, suhu air mencapai 99 derajat Celcius. Tepatnya, satu derajat sebelum air itu berubah wujud menjadi uap. Atau, dalam sakala Fahrenheit 211 derajat, satu derajat lagi mendidih, yakni pada angka 212. Air begitu panas. Tapi, lihat, bila suhunya ditambah 1 derajat saja, maka air itu langsung mendidih. Berubah wujud menjadi uap. Cerek pun bergemeretak diikuti uap yang meletup-letup. Coba tahan seluruh uap air dalam cerek itu. Kemungkinan besar karena tekanan besar, cerek itu akan meledak!

Dalam uap air itu, ada kekuatan luar biasa. Uap mampu menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Uap juga mampu menggerakkan lokomotif. Banyak manfaat uap bagi kehidupan manusia.

Nah, itulah yang menjadi ide pokok dari film serta buku yang membahas prinsip 212º Extra Degree.  Sekarang, karya SL Parket dan Mac Anderson ini sangat populer.

Dalam prinsip ini, ukuran uap air yang dipakai adalah ukuran Fahrenheit dari Amerika. Itulah sebabnya air mendidih pada suhu 212 derajat.  Baik Fahrenheit maupun Celcius pada dasarnya memunyai makna sama, yakni hanya satu derajat saja, ternyata mampu membuat perbedaan yang luar biasa.

Aplikasi Prinsip 212

Bayangkan bagaimana hal itu terjadi dan diaplikasikan dalam hidup keseharian kita. Sebuah perbedaan kecil tetapi mampu membuat dampak perbedaan yang luar biasa.  Prinsip “beda satu derajat saja” mampu berdampak pada banyak hal dalam kehidupan kita. Termasuk pada kesuksesan hidup kita. Kita juga bisa belajar dari lapangan olahraga. Beberapa hasil penelitian dan data lapangan menunjukkan betapa berartinya perbedaan kecil ini. Misalnya dalam golf. Perbedaan selama 25 tahun terakhir antara para juara tempo dulu dengan sekarang tidak lebih dari 3 stroke (pukulan). Dalam kejuaraan lari 800 meter putra di tahun 2004, ternyata selisih antara juara pertama dan juara kedua hanya 0,71 detik. Dalam kejuaraan Formula 1, dalam 10 tahun terakhir, perbedaan antara  juara pertama dan kedua hanyalah 1,54 detik.  Namun, juara pertama mendapatkan uang nyaris dua kali lipat uang yang diterima juara kedua.

Prinsip ini bisa kita implementasikan dalam banyak hal. Kenyataan menunjukkan, ada sedikit sekali perbedaan antara kita dengan kompetitor. Hanya dengan sedikit usaha, terciptalah  perbedaan yang sangat besar. Saya jadi teringat dengan pengalaman seorang trainer yang berhasil mendapatkan proyek mengajarkan customer service di suatu perusahaan hanya karena ‘extra degree’-nya adalah menegur dan berterima kasih serta berpamitan kepada office boy yang telah membuatkan minuman. Tampaknya sepele. Perusahaan akhirnya memutuskan menggunakan trainer itu. Alasannya sederhana, trainer itu menunjukkan integritas sebagai pengajar customer service dengan menghargai orang yang melayaninya.

Bayangkan pula dalam situasi lain, “extra degree” ini adalah seorang penjual asuransi yang rela mengunjungi pelanggannya di rumah sakit dan membantu pengurusan dokumennya. “Extra  degree” seorang penjual adalah saat ia masih rela menunggu hingga tengah malam karena prospeknya begitu sibuk. “Extra degree” seorang penulis yang jadi best seller adalah karena ia rela menambah dan mencari informasi dan data untuk melengkapi tulisannya.

Begitulah realitasnya. Mereka yang mampu dan berani  melakukan “extra degree” mampu pula membuat perbedaan. Seperti dalam kancah olahraga, perbedaan tipis pun bisa membedakan seorang pemenang dan pecundang.

Kita pun mampu melakukan “extra degree” denga persiapan dan komitmen dalam hidup kita. “Extra degree” seorang pelajar bisa berarti tidur lebih larut untuk belajar dan memberikan waktu lebih banyak untuk terus latihan sehingga menjadi siswa yang penuh prestasi. “Extra degree” seorang konsultan berarti extra effort mempersiapkan presentasi dengan data-data yang lebih akurat sehingga presentasinya menjadi lebih baik pada keesokan harinya. “Ekstra degree” seorang karyawan bisa berarti hanya meluangkan 10 menit setiap hari untuk baca buku, sehingga dirinya lebih up to date dibandingkan yang lainnya. “Ekstra degree” seorang ibu bisa berarti meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk mendongengi anaknya sehingga sepanjang hayatnya anak itu selalu mengingat relasi cinta dengan ibunya yang selalu hadir setiap malam. Demikianlah pembaca, ada begitu banyak extra degree yang akan membuat perbedaan besar dalam hidup Anda kalau mulai Anda jalankan hari ini.

Cobalah mulai sekarang pikirkan, apakah “extra degree” Anda yang kalau Anda lakukan dengan tekun akan membuat perbedaan besar dalam hidup Anda sekarang. Segera lakukan!

 

Related Blog

AGILE LEADERSHIP: Pemimpin "Agile" atau Pemimpin Gile?
Leadership| 4789 times

AGILE LEADERSHIP: Pemimpin "Agile" atau Pemimpin Gile?

Kata “Agile” atau “Agility”, kini menjadi kata kunci penting bagi pemimpin masa sekarang. Disrupsi, di segala aspek bisnis, pandemic serta perubahan landscape bisnis, menuntut pemimpin yang 'cerdas...

Trapologist at Work: Mewaspadai 7 Perangkap Kerja Ini!

Pernahkah Anda melihat seekor hamster yang terus berlari di sebuah alat yang berupa roda lingkaran? Ia begitu sibuknya berlari. Rupanya itu adalah instink hamster yang suka bosan dan selalu suka be...

Buku dan Kekuatan Kata-kata!
Tips & Motivasi| 5544 times

Buku dan Kekuatan Kata-kata!

Hidup saya dipenuhi dengan buku. Saya telah menulis buku ke 16 dan sayapun masih berusaha membaca beberapa buku tiap minggunya. Sungguh, saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa buku. Sejak masih k...

Bagaimana Membangun dan Menemukan IKIGAI kerjamu?
Tips & Motivasi| 9066 times

Bagaimana Membangun dan Menemukan IKIGAI kerjamu?

Michaelangelo adalah pelukisa yang luar biasa. Konon, tatkala Michaeangelo membuat lukisan di tepi langit-langit yang tersembunyi di sebuah Chapel, dia ditertawakan dan ditanya, “Siapa sih yang aka...

MATINYA LOYALITAS KERJA???

“Hari gini masih bicara soal loyalitas kerja?”, kata manager yang aku konseling. Begitulah tanggapan yang sering muncul kalau kita bicara soal topik ini.Banyak yang menganggap setia atau lama beker...

DIGITAL EQ: CERDAS EMOSI DI ERA DIGITAL INI

Saat ini, kehidupan manusia dipenuhi oleh kemudahan yang dibawa oleh teknologi digital. Ponsel pintar, internet cepat, dan aplikasi modern membuat kita dapat bekerja, belajar, hingga bersosialisasi...

Self Promotion: Belajar Menjual Diri dengan Elegan
Sales Negotiation| 1436 times

Self Promotion: Belajar Menjual Diri dengan Elegan

Ada seorang staf di sebuah perusahaan, namanya hampir tidak dikenal, meski otaknya penuh dengan ide-ide cemerlang. Dalam setiap rapat, ia lebih sering diam, membiarkan pikirannya mengalir dalam keh...

Tips Mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Jadi Kunci Utama Kesuksesan Saat Ini
Tips & Motivasi| 3014 times

Tips Mengembangkan Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Jadi Kunci Utama Kesuksesan Saat Ini

Pernahkah Anda berpikir mengapa beberapa orang tampak lebih sukses dalam kehidupan mereka daripada yang lain? Jawabannya bisa jadi terletak pada tingkat Kecerdasan Emosional (EQ) mereka. EQ adalah ...