HR Excellency

Salah Kaprah Seputar Emosi dan Kecerdasan Emosional

Salah Kaprah Seputar Emosi dan Kecerdasan Emosional
Agu 23, 17|Emotional Intelligence| 6886 times

Kenapa sih Cerdas Emosi? Emangnya emosi bisa cerdas? Terus, kalau cerdas emosi, apakah artinya kita bakalan nggak pernah marah lagi? Apakah cerdas emosi lebih cocoknya buat cewek aja. Cowok, masih perlukah cerdas emosi? Lalu, apakah emosi selalu negatif? Bukankah ada juga emosi cinta, sayang, rindu? Lantas, lebih tepat mana, istilah Emotional Intelligence (EI) ataukan Emotional Quotient (EQ)?

Begitulah. Ada banyak salah kaprah soal emosi, juga soal yang namanya Kecerdasan Emosional. Mari kita luruskan!

Jadi, emosi memang tidak selamanya negatif, bahkan banyak emosi yang sebenarnya positif, seperti cinta, sayang bahkan bahagia. Hanya saja, selama ini telah terjadi penurunan kadar penggunaan kata emosi sehingga maknanya menjadi cenderung negatif. Misalkan: “Loe jangan ganggu gue ya. Gue lagi emosi nih!” Padahal, maksudnya adalah marah. Disini, emosi seakan diidentikkan dengan marah.

Selain itu banyak orang berpikir bahwa belajar Kecerdasan Emosional itu menunjukkan orang itu bermasalah dengan emosinya. Padahal, yang Kecerdasan Emosional harus dimiliki oleh setiap orang. Sekali lagi, kecerdasan emosi bukan melulu soal anger management (mengelola marah) tapi lebih luas dari itu, cerdas emosi artinya kita bisa kelola diri (INTRAPERSONAL) dan kelola orang di sekitar kita (INTERPERSONAL). Artinya, semua orang, baik yang bermasalah ataupun tidak, membutuhkan kecerdasan emosional setiap hari!

Lalu, memangnya emosi bisa cerdas? Begini. Emosi itu pada dasarnya seperti “pesuruh” kita. Bisa diarahkan untuk yang baik maupun yang jahat. Tergantung bagaimana kita mengelolanya. Makanya, emosi harus di-navigasi, atau diarahkan seperti kita mengarahkan kapal kita. Tugas kita adalah mengelolanya agar jadi emosi yang cerdas. Misalkan, ketika marah. Apakah marah kita cerdas? Misalkan seorang atlit remaja badminton berkisah bagaimana ia pernah kesal dengan wasit garis yang dianggap curang. Ia makin kesal dan marah sampai nyaris membanting raket dan gara-gara kemarahan itu, ia tidak fokus bermainnya lantas kalah. Itulah contoh emosi yang tidak cerdas.

Lalu, emosi tidaklah melulu untuk cewek. Memang, sering dikatakan bahwa cewek biasanya lebih emosional tapi bukan berarti cowok tidak perlu emosi sama sekali. Bahkan, seringkali kita melihat cowok yang gentlemen adalah mereka yang kesannya maskulin, tapi tetapi bisa ramah dan bersikap sopan, serta menghargai orang lain, khususnya wanita atau orang tua.

Terakhir soal istilah Kecerdasan Emosional yang sering disingkat dengan Emotional Intelligence (EI) atau Emotional Quotient (EQ). Umumnya, kita masih terbawa oleh istilah IQ (Intelectual Quotient) atau pengukuran intelektual, akibatnya kitapun menggunakan istilah EQ (emotional quotient) ataupun pengukuran emosional. Sayangnya, emosi tidak seperti intelektual kita yang lebih udah diukur. Emosi lebih sulit. Karena itulah ada yang lebih suka menggunakan istilah emotional intelligence untuk menggamnbarkan bagaimana secara cerdas kita menggunakan emosi kita. Bahkan, sebenarnya, di lembaganya kita yakni HR Excellency, kita lebih getol memperkenalkan istilah EQM (Emotional Quality Management) artinya kemampuan mengelola emosi berkualitas. Lebih tepat dan lebih bagus maknanya kan?

Related Blog

Mengapa Leadership Training Gagal?
Leadership| 19 times

Mengapa Leadership Training Gagal?

Ada sebuah kisah sederhana tentang seekor singa tua yang sudah mulai lelah memimpin hutan. Usianya bertambah. Tenaganya tidak lagi seperti dulu. Ia mulai berpikir bahwa sebentar lagi harus ada pemi...

EQ PARENTING: Menjadi Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
Parenting| 3908 times

EQ PARENTING: Menjadi Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosional Tinggi

Dalam salah satu posting yang saya terima di fanpage saya, salah seorang tua berkata “Saat ini kelihatannya semakin sulit untuk menjadi seorang tua dan juga menjadi semakin sulit menjadi seorang an...

Kontribusi atau Cuma “Busy”?

“Doing nothing better than being busy doing nothing.” -Lao Tzu- Memulai awal tahun 2009 ini, ada suatu kisah yang saya ingin Anda renungkan. Kisah ini bercerita tentang seekor itik yang begitu sibu...

Tips Online Training : 7 Kesalahan Trainer Yang Bikin Online Training Nggak Asyik!
Tips & Motivasi| 3257 times

Tips Online Training : 7 Kesalahan Trainer Yang Bikin Online Training Nggak Asyik!

Sejak pemerintah menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19, maka terjadi pembatasan pertemuan dengan jumlah banyak termasuk dalam dunia Pendidikan. Hal ini berdampak pad...

WASPADA BURN OUT, KETIKA ANDA MULAI LELAH SECARA EMOSIONAL DI TEMPAT KERJA!

Masih ingatkah? Desember 2013, Mita Diran, seorang copywriter yang bekerja di agensi iklan meninggal setelah bekerja 30 jam non-stop. Lantas, di Jepang, istilah Karoshi yakni meninggal karena kerja...

IQ Membuat Anda Sukses, EQ Membuat Anda Sukses dan Bahagia
Tips & Motivasi| 3843 times

IQ Membuat Anda Sukses, EQ Membuat Anda Sukses dan Bahagia

Sengaja quote tersebut saya jadikan sebagai judul tulisan ini. Agak panjang, tapi itulah yang ingin saya sampaikan. Saya teringat pernah bertemu dengan seorang direktur sukses di sebuah kota di Jaw...

Crucial Competence: 12 Kompetensi EQ Penting Yang Wajib Dimiliki Para Pemimpin!
Leadership| 8276 times

Crucial Competence: 12 Kompetensi EQ Penting Yang Wajib Dimiliki Para Pemimpin!

Baru-baru ini, Daniel Goleman, sebagai salah satu pelopor EQ di dunia, dalam EQ Summit 2017, memperkenalkan 12 kompetensi pemnting yang perlu dimiliki para pemimpin. Goleman bersama Richard Boyatzi...

Wanita Kini Lebih Unggul Dari Pria?
Tips & Motivasi| 3985 times

Wanita Kini Lebih Unggul Dari Pria?

Wanita kalah dari pria? Pikirkan lagi! Jika Anda termasuk yang berpikir wanita lebih lemah dari pria, pertimbangkan lagi asumsi itu. Selain faktor fisik, ternyata hasil survei dari waktu ke waktu m...