HR Excellency

7 Pelajaran Kecerdasan Emosi (EQ) Dari Film Justice League

7 Pelajaran Kecerdasan Emosi (EQ) Dari Film Justice League
Des 7, 17|Emotional Intelligence| 4259 times

Sudah nonton film Justice League yang menampilkan para tokoh superhero: Superman, Batman, Aquaman, Wonderwoman, The Flash serta Cyborg? (website resminya bisa dilihat disini: http://www.justiceleaguethemovie.com/ Bukan hanya anak remaja, orang dewasapun banyak yang menyukainya. Lepas dari berbagai kritikan ataupun pujian yang diberikan, film ini tetap menghibur sekaligus menginspirasi. Dari film yang pertama kalinya menggabungkan para superhero DC Comics ini ternyata ada banyak pembelajaran soal Kecerdasan Emosi (EQ) yang bisa kita pelajari.

Film ini sendiri menarik, karna bagi banyak orang ditunggu-tunggu. Soalnya, jarang berbagai tokoh superhero digabung jadi satu. Memang sih, Marvel sudah mulai dengan menggabungkan tokoh-tokoh superhero dalam seri Avengers. Nah, kini adalah gilirannya DC Comic. Di dalam film ini ada tokoh-tokoh superhero penting seperti Batman (Ben Affleck), Wonder Woman (Gal Gadot), Aquaman (Jason Momoa), Flash (Ezra Miller), Cyborg (Ray Fisher), serta Superman (Henry Cavill).

Memang ada banyak kritikan pedas yang ternyata diberikan kepada film ini, khususnya jika dibandingkan dengan Avengers (sebagai contohnya kita bisa baca berbagai kritik di website Metacritic ini: http://www.metacritic.com/movie/justice-league/critic-reviews  Namun, sebagai sebuah film, tetap saja ada pembelajaran penting yang bisa dipetik dari film ini. Khususnya jika dikaitkan dengan soal Kecerdasan Emosi (EQ). Nah, apa saja pembelajarannya? Mari kita simak!

7 Pelajaran Kecerdasan Emosi (EQ) dari Justice League

1.  Even Superhero, Need A Friend! (Bahkan Superhero pun Butuh Teman!)

Masing-masing adalah tokoh superhero yang hebat. Tetapi, bahkah superhero pun perlu belajar bekerjasama. Yang menarik misalkan, waktu Flash mau direkrut pertama kali oleh Batman, dia langsung mengiyakan. Alasannya sederhana, flash bilang “I need friends” (saya membutuhkan teman).

Intinya, kita pun begitu. Kita tidak bisa egois. Kerja sendiri-sendiri. Kita perlu bekerja di dalam satu tim untuk hasil yang lebih hebat apalagi mengatasi musuh yang lebih hebat (Steppenwolf).

Pelajaran EQ Disini:

Dalam EQ, nggak bisa cuma Intrapersonal (mengelola diri sendiri saja) tapi juga perlu kemampuan mengelola orang lain (Interpersonal). Jadi intrapersonal (diri) harus juga diperlengkapi dengan kemampuan kita berelasi dengan orang lain.

2. Love Is More Powerful Than Anger! (Kekuatan Cinta Bisa Jauh Lebih Besar Daripada Kemarahan)

Dalam film ini. Kisahnya Superman dihidupkan. Ini merupakan, kelanjutan dari film yang lalu Superman vs Batman. Saat dia bangun, dirinya masih penuh kemarahan terhadap Batman! Tapi akhirnya kemarahan itu bisa diredakan. Ternyata, kuncinya ada pada kekasihnya, Lois Lane.

Pelajaran EQ Disini:

Ketika kamu membenci dan marah dengan sesuatu, hanya rasa cinta yang bisa menetralisirnya. Kalau kita bandingkan, mungkin sama seperti seorang tua yang marah dengan anaknya, tapi bisa kemarahan ini akhirnya bisa dimaafkan dan dilepaskan, karena apa? Karena rasa cinta orang tua pada anaknya!

3. Always Have Hope. Hope Will Save the World!

(Di dalam Kekacauan, Tetaplah Menjadi Pengharapan. Pengharapan itulah Yang Akan Menyelamatkan Dunia Ini)

Superman pernah ditanya anak kecil apa makna huruf S? S itu dalam simbol dalam bahasa Krypton yang artinya adalah hope, harapan! Perumpamaan oleh Superman, harapan itu seperti anak kunci. Mudah hilang tapi sebenarnya dia ada disekitar kita! Nah, di bagian awal film Justice League juga ada bagian dimana ada penjahat di London yang mau meledakkan gedung karena menurutnya itulah cara seharusnya mengembalikan peradaban manusia. Wonder Woman menghentikan dan dia ditanya oleh penjahatnya, “Kamu siapa?”, Wonder Woman menjawab, “A Believer!” (Orang Yang Percaya). Dengan kata lain, Wonder Woman adalah orang yang punya pengharapan akan situasi yang lebih baik.

Pelajaran EQ Disini:

Akan ada banyak orang negatif di sekitarmu yang akan memberikan respon negative. 3C (Complain, Condem, Criticize). Tapi, aura kita mestilah tetap positif. Jadilah seorang believer (berpengharapan). Misalkan saja, di tengah, kondisi politik ekonomi ataupun sosial yang mungkin kadang membuat frustrasi, kuatir ataupun cemas, jadilah orang yang percaya bahwa dunia ini akan selalu bisa menjadi lebih baik.

4. Your enemy, your competitor can be the source of your energy.

(Musuhmu dan Kekuatannya, Bisa Jadi Sumber Energy Buatmu!)

Superman akhirnya dibangkitkan dengan menggunakan energi dari musuhnya. Dulu pasukan Apokolips pernah berniat menguasai bumi, tapi dihalau oleh 3 kekuatan: Atlantis, Amazon sama Manusia. Nah, Steppenwolf datang lagi untuk mengambil Mother Box yang disimpan di tempat terpisah akibat kekalahannya dulu. Namun ternyata justru Mother Box inilah yang menjadi sumber kekuatan yang dipakai untuk menghidupkan Superman kembali

Pelajaran EQ Disini:

Kadang kekuatan dan kehadiran musuh, competitor bisa menjadi energi buat kita. Persoalannya tergantung apakah kita melihat itu sebagai ancaman ataupkah sebagai tantangan?  Paling bagus kalau kita bisa mengatakan, “Thanks to our competitors because of them, we’re alive!”

5. If You Can’t Make Peace With Yourself, Your Can’t Be The Top Performer.

(Selama Kamu Tidak Bisa Berdamai Dengan Kondisimu, Kamu Tidak Akan Bisa Menjadi Top Performer)

Cyborg sangat marah dan tidak terima kondisinya. Menurutnya kondisi tubuhnya yang separuh mesin adalah petaka dalam hidupnya, bahkan ketika ia bertemu dengan Wonder Woman. Hingga akhirnya diceritakan ia kemudian menerima dirinya dan akhirnya bisa berkontribusi bahkan sangat luar biasa dengan kemampuannya. Tapi, itu terjadi setelah ia bisa menerima dirinya.

Pelajaran EQ Disini:

Kadang energi kita habis dengan konflik dan masalah dengan diri kita sendiri. Ketika kita menolak kenyataan diri kita, fisik kita, penyakit kita, keadaan kita. Kita terus-menerus mengeluh. Dan itu sendiri sudah menghabiskan banyak energi kita. Tapi ketika kita bisa berdamai, hasilnya jadi luar biasa!

6. Don’t Think Too Much, Do It One By One

(Jangan Berpikir Yang Terlalu Ribet, Lakukanlah Satu Demi Satu)

Flash begitu takut karena tidak pernah bertempur sebelumnya. Dia ketakutan dan tidak mau keman-mana. Menurut, “Selama ini aku cuma bisanya mendorong orang”. Namun, Batman yang bijaksana mengatakan, “Save only one!” Berusahalah untuk menyelamatkan satu saja. Namun, akhirnya ia bisa menyelamatkan semua tawanan yang ada.

Pelajaran EQ Disini:

Perasaan kuatir, cemas muncul karena kita berpikir akan sesuatu pekerjaan yang terlalu besar. Tapi, ketika kita mem-breakdown (memecah-mecahkan) dan perkecil menjadi pecahan-pecahan kecil pekerjaan itu, ternyata sesuatu menjadi begitu mudahnya untuk dikerjakan! Masih ingat dengan pepatah Tiongkok yang berbunyi, “Perjalanan yang bermil-mil jauhnya dimulai dari satu langkah saja”.

7. Argument is Not Bad, As Long As We Keep Focus on Solution

(Bertengkar dan Adu Pendapat Bukanlah Sesuatu Yang Buruk, Selama Kita Tetap Fokus Pada Solusi)

Kenyataannya, diantara tim Justice League tidaklah dalam kondisi tenang dan damai. Antar tim saling ternyata ada silang selisih dan beda pendapat. Misalnya saja soal menghidupkan kembali Superman. Ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi, toh  akhirnya, mereka menghidupkan Superman kembali. Dan kalau kita perhatian di berbagai bagian film ini, juga ditunjukkan bagaimana antar superhero ini saling berantem, karena masing-masing punya kekuatan yang luar biasa. Tapi toh akhirnya mereka tetap bisa bersatu, mengalahkan kejahatan.

Pelajaran EQ Disini:

Kadang berantem, beda pendapat ataupun silang selisih adalah sesuatu yang wajar di dalam suatu tim, kelompok. Superhero aja berantem. Tapi, faktanya mereka tetap bisa bekerjasama sebagai tim. Dalam tim kerja, dalam kelompok, dalam keluarga pun, kadang bisa terjadi berantem. Tapi, jagalah agar jangan sampai saling menghancurkan. Selama misinya masih tetap baik dan tujuannya masih tetap difokuskan, perbedaan ini akhirnya akan menemui titik akhir yang baik!

Semoga 7 Pelajaran Kecerdasan Emosi (EQ) dari film ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi buat kita!

Catatan:

Artikel ini merupakan bagian dari catatan saya di siaran “7 Pelajaran Kecerdasan Emosi (EQ) dari film Justice League” di Smart Emotion Radiotalk. Buat yang belum tahu, Smart Emotion disiarkan tiap Selasa malam di SmartFM www.radiosmartfm.com Ngomong-ngomong, jika tertarik mendengarkan rangkuman radiotalk yang pernah saya lakukan tersebut dan serta yang sebelumnya, bisa didengarkan secara GRATIS di: www.soundcloud.com/anthonydiomartin

Anthony Dio Martin

"Best EQ trainer Indonesia", direktur HR Excellency, ahli psikologi, speaker, penulis buku-buku best seller, host program Smart Emotion di radio SmartFM Jakarta dan host di TV Excellent, kolomnis rubrik Spirit di harian Bisnis Indonesia. Instagram: @anthonydiomartin dan fanpage: www.facebook.com/anthonydiomartinhrexcellency  website: www.hrexcellency.com)

 

Related Blog

Self Awareness: Pondasi Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Penting
Tips & Motivasi| 10541 times

Self Awareness: Pondasi Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Penting

“Emosimu, bisa jadi pendorong atau penghambat jalanmu menuju tujuanmu. Pastikan kamu tidak salah menggunakannya!” (Anthony Dio Martin) Apakah Self Awareness atau Kedasaran Diri itu? Dan mengapakah ...

7 Cara Curi Start Memasuki Tahun Baru
Tips & Motivasi| 3645 times

7 Cara Curi Start Memasuki Tahun Baru

Orang sukses tidak menunggu-nunggu kesempatan, mereka menciptakan kesempatan. Orang sukses telah memulai, sementara orang gagal,masih sibuk cari alasan menunda-nunda. So, kali ini mari kita belajar...

EQ FOR SERVICE:  ANTARA PELAYANAN TULUS ATAU FULUS ?
Tips & Motivasi| 3185 times

EQ FOR SERVICE: ANTARA PELAYANAN TULUS ATAU FULUS ?

Alkisah, ada seorang nenek mantan pemain piano terkenal. Namun, sejak kena stroke, hobinya main piano tidak bisa lagi dilanjutkan. Badannya menjadi mati sebelah. Ia pun tak lagi bisa melakukan apa ...

Perhatian Buat Trainer, Presenter & Guru, Energi Di Ruangan Kelas!

Banyak trainer, atau presenter ataupun guru, nggak menyadari soal energi dalam ruangan. Kenapa sih gampang merasa capek? Kenapa sih, udah dengan susah payah berusaha menaikkan energi peserta tetap ...

Merindukan Pemimpin Yang Tidak Egois
Leadership| 4067 times

Merindukan Pemimpin Yang Tidak Egois

Tanggal 29 Mei 1953, hari yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, puncak tertinggi di dunia ditaklukkan. Dunia mencatat ada dua orang yang pertama kali sampai ke Puncak Mount Everest yakni Edmund H...

Secrets of More Productive & More Result: How? (Rahasia Menghasilkan Lebih Banyak)
Tips & Motivasi| 2452 times

Secrets of More Productive & More Result: How? (Rahasia Menghasilkan Lebih Banyak)

“Gimana sih menjadi lebih produktif?”. Itulah yang menjadi pertanyaan penting sepanjang tahun. Tempat kerja selalu membutuhkan kita untuk cepat berproduksi dan menghasilkan, belum ditambah dengan t...

Karyawan Berprestasi: Sumber Iri atau Inspirasi?

Johan (25) adalah karyawan sukses di sebuah perusahaan multinasional di negeri ini. Perjalanan karirnya tergolong cepat. Di usia mudanya itu, ia telah jadi manager. Nyaris tiap tahun ia dipromosika...

Informasi Itu Murah, Ide Itu Mahal

Bayangkan sebuah pasar tradisional yang hiruk-pikuk dengan para pedagang yang menjajakan dagangannya. Suara teriakan menawarkan barang, aroma rempah yang kuat, dan deretan barang dagangan dari sega...