- info@hrexcelleny.com
- Jl. Tanah Abang V, no. 32, Jakarta Pusat 10160
Dalam film The Wolf of Wall Street, ada satu adegan ikonik ketika Jordan Belfort, diperankan Leonardo DiCaprio, mencoba menjual saham kepada seorang calon klien. Dengan gaya yang agresif, cepat, dan penuh tekanan, ia mengintimidasi alih-alih meyakinkan. Ketika sang klien menunjukkan keraguan dan mencoba bertanya, Belfort justru membalas dengan sinis, “Kalau Anda nggak bisa ambil peluang ini, mungkin Anda nggak cocok jadi investor sejati!”
Dan begitulah. Negosiasi pun batal, bukan karena produk tak menarik, tetapi karena pendekatan yang salah kaprah.
Dalam kehidupan nyata, kegagalan negosiasi seringkali tidak datang dari angka yang tidak cocok, tapi dari sikap yang tidak enak. Di HR Excellency, kami sudah 15 tahun menyelenggarakan pelatihan ‘Top Negosiator’, sebuah program unggulan yang bukan hanya mengajarkan teknik, tapi juga membentuk karakter dalam bernegosiasi. Kami percaya, keberhasilan dalam negosiasi tak hanya bergantung pada kecerdasan logika, tapi lebih dalam lagi. Tergantung pada kecerdasan emosi (EQ).
Sebab, negosiator terbaik bukan hanya yang pintar bicara dan lihai mengatur strategi. Tapi mereka yang bisa mengelola emosinya dengan bijak.
Pertama, hindari sikap yang mudah tersinggung. Saat lawan negosiasi berkata, “Kok harganya mahal ya? Kayaknya nggak sepadan,” banyak orang langsung merasa diserang dan menjawab dengan nada ketus, “Jadi maksud Anda, produk kami nggak layak?” Padahal, pertanyaan seperti itu lazim. Klien butuh alasan, bukan pertahanan diri yang meledak-ledak.
Kedua, jangan bersikap ngotot dan ingin menang sendiri. Ada negosiator yang langsung mematok, “Kalau nggak bisa segini, ya udah batal aja.” Negosiasi pun berubah menjadi ultimatum sepihak. Mereka lupa bahwa dalam proses ini, menang bukan berarti menjatuhkan lawan, tapi mencari ruang bersama untuk saling untung.
Ketiga, hati-hati dengan emosi yang meledak-ledak. Rasa frustrasi, marah, atau cemas bisa muncul saat tawaran ditolak. Tapi jika respons Anda adalah, “Buang-buang waktu saya saja kalau begitu,” maka bukan hanya pintu kesepakatan yang tertutup, tetapi juga masa depan kerja sama.
Keempat, belajar mendengar. Ada orang yang begitu tidak sabarnya, hingga saat lawan bicara baru mulai menjelaskan, ia langsung menyela, “Udah-udah, saya tahu maksud Anda!” Padahal inti dari negosiasi bukan adu cepat bicara, tapi membangun jembatan pemahaman melalui mendengarkan.
Kelima, hindari menyindir atau meremehkan. Contohnya, “Perusahaan lain aja nggak banyak tanya seperti Anda.” Kalimat seperti itu terdengar halus, tapi menyakitkan. Mungkin lawan tidak langsung menolak, tapi ia akan mencoret nama Anda dari daftar rekan bisnis masa depan.
Keenam, jangan menyerah atau langsung kesal saat proses bargaining berjalan alot. Ada yang saat mendengar tawaran balik dari lawan, langsung berkata sinis, “Udahlah, ini pasti nggak serius.” Padahal justru di saat-saat ketegangan itu, banyak kesepakatan bisa dilahirkan… asal kita sabar dan tenang.
Ketujuh, peka terhadap sinyal emosional lawan sangatlah penting. Misalnya, ketika klien berkata lirih, “Saya pikir-pikir dulu ya,” dan Anda malah menekannya dengan, “Kalau tidak sekarang, harga bisa berubah lho!” Maka yang terjadi bukan deal, tapi client yang merasa dicecar dan ingin lari.
Herb Cohen penulis buku “You Can Negotiate Anything” pernah berkata, “Kamu bisa saja membawa proposal terbaik, tapi kalau sikapmu menyakitkan, maka tak seorang pun ingin berurusan denganmu.”
Itulah mengapa kami percaya bahwa pelatihan negosiasi tak bisa lepas dari pengembangan emosi. Di program Top Negosiator, peserta tidak hanya belajar strategi, tapi juga dilatih untuk punya ketenangan, empati, dan kesabaran.
Sebab di akhir hari, negosiasi bukan cuma soal angka. Tapi tentang bagaimana Anda membuat orang lain merasa dihormati.
Di akhir tulisan ini, mari kita simpulkan:
“Orang gagal dalam negosiasi bukan karena harga yang mereka ajukan terlalu tinggi, tapi karena sikap mereka terlalu rendah.”
| Telp. | : | (021) 3518505 |
| (021) 3862546 | ||
| Fax. | : | (021) 3862546 |
| : | info@hrexcellency.com | |
| Website | : | www.hrexcellency.com |
