HR Excellency

Bridge to Terabithia dan Pelajaran Berharga untuk Parenting

Bridge to Terabithia dan Pelajaran Berharga untuk Parenting
Agu 21, 24|Parenting| 8887 times

Cerita di Balik Bridge to Terabithia

Bridge to Terabithia adalah kisah yang sarat dengan emosi dan pelajaran hidup. Diangkat dari novel karya Katherine Paterson, film tahun 2007 ini bukan sekadar dongeng anak-anak tentang dunia fantasi. Di balik cerita Jesse dan Leslie yang menciptakan dunia imajinatif bernama Terabithia, ada kenyataan pahit yang dihadapi David, anak dari penulis buku tersebut. David kehilangan teman dekatnya, Lisa, yang meninggal secara tragis akibat tersambar petir. Pengalaman ini menjadi inspirasi utama bagi ibunya untuk menulis cerita yang menggambarkan bagaimana anak-anak menghadapi kehilangan.

Membangun Dunia Imajinasi, Menjaga Hubungan Nyata

Jesse dan Leslie adalah dua anak dengan latar belakang yang berbeda; Jesse adalah anak yang pendiam dan berasal dari keluarga kurang mampu, sementara Leslie adalah anak yang ceria dan kreatif dari keluarga yang lebih berada. Meski begitu, mereka menemukan persahabatan yang erat dan membangun Terabithia sebagai tempat pelarian dari tekanan dan bully di sekolah. Di Terabithia, mereka bebas mengekspresikan diri dan menjadi siapa pun yang mereka inginkan.

Terabithia menjadi simbol dari kebutuhan anak-anak untuk memiliki ruang di mana mereka bisa merasa aman dan bebas. Dunia imajinatif ini memberikan mereka kekuatan untuk menghadapi realitas yang terkadang kejam. Namun, ketika Leslie meninggal secara tiba-tiba, Jesse dihadapkan dengan kenyataan bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan oleh imajinasi. Kehilangan sahabatnya membawa Jesse ke dalam perjalanan emosional yang sulit, di mana ia harus berdamai dengan perasaannya dan menerima kenyataan pahit tersebut.

Sebagai orang tua, kita bisa belajar dari kisah ini. Dunia imajinasi anak-anak adalah elemen penting dalam perkembangan mereka. Imajinasi tidak hanya mendorong kreativitas, tetapi juga membantu mereka dalam menghadapi berbagai tekanan hidup. Namun, penting bagi kita untuk selalu mendampingi mereka, memastikan bahwa mereka memiliki dukungan yang cukup ketika harus menghadapi kenyataan yang keras.

Menemani Anak Menghadapi Kehilangan

Kematian Leslie dalam Bridge to Terabithia bukan hanya sekadar tragedi; itu adalah pelajaran berharga tentang bagaimana anak-anak merespons dan menghadapi kehilangan. Jesse, yang merasa bersalah dan menyesal karena tidak bisa menyelamatkan sahabatnya, mewakili perasaan banyak anak yang mengalami kehilangan. Film ini mengajarkan bahwa perasaan seperti kesedihan, kemarahan, dan kebingungan adalah hal yang alami dalam proses berduka.

Sebagai orang tua, peran kita sangat penting dalam mendampingi anak-anak melewati masa-masa sulit seperti ini. Kita harus siap menjadi pendengar yang baik, memberikan dukungan emosional, dan membantu mereka mengekspresikan perasaannya. Membicarakan tentang kematian bukanlah hal yang mudah, tetapi ini adalah bagian penting dari pendidikan emosional yang harus kita berikan kepada anak-anak.

Bridge to Terabithia dan Pelajaran Berharga untuk Parenting (gambar 1)

Refleksi: Pelajaran untuk Parenting

1. Dorong Imajinasi Anak: Seperti Jesse dan Leslie yang menciptakan Terabithia, dorong anak-anak Anda untuk mengeksplorasi dunia imajinasi mereka. Imajinasi membantu mereka mengembangkan kreativitas dan kemampuan problem solving. Berikan ruang bagi mereka untuk bermain dan berkreasi tanpa batasan.

2. Hadapi Emosi dengan Terbuka: Jangan abaikan perasaan anak-anak ketika mereka mengalami kehilangan. Ajak mereka berbicara, mendengarkan, dan memahami emosi mereka. Tunjukkan bahwa tidak apa-apa untuk merasa sedih atau marah. Buatlah mereka merasa aman untuk mengekspresikan perasaannya tanpa merasa dihakimi.

3. Buat Kenangan Bermakna: Seperti pohon yang didedikasikan untuk Lisa, buatlah kenangan yang dapat membantu anak-anak mengingat orang yang mereka cintai dengan cara yang positif. Ini bisa menjadi simbol kekuatan dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri. Mungkin, Anda bisa mengajak anak menanam pohon atau membuat scrapbook yang berisi kenangan indah bersama orang yang telah tiada.

4. Komunikasi Terbuka dengan Orang Tua: Jesse memiliki hubungan yang sulit dengan ayahnya, yang digambarkan sebagai orang yang dingin dan tidak sensitif terhadap perasaan anaknya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak. Sebagai orang tua, penting untuk selalu mendengarkan dan mendukung anak dalam menghadapi kesulitan, baik besar maupun kecil. Jadilah pendengar yang baik dan ajak anak untuk selalu berbicara tentang apa yang mereka rasakan.

5. Berikan Dukungan Emosional: Anak-anak perlu tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Dukungan emosional dari orang tua bisa menjadi faktor penentu dalam bagaimana mereka mengatasi tantangan hidup. Bantu anak-anak memahami bahwa meskipun dunia tidak selalu adil, mereka memiliki kekuatan dalam diri mereka untuk menghadapinya, dan bahwa mereka selalu bisa mengandalkan cinta dan dukungan dari keluarga.

6. Ajarkan Nilai Kehidupan: Gunakan momen-momen sulit seperti kehilangan sebagai kesempatan untuk mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai kehidupan. Ajak mereka memahami bahwa setiap orang, setiap kenangan, memiliki arti dan bahwa setiap perpisahan adalah bagian dari perjalanan hidup.

Akhirnya, sebagai orang tua, kita harus sadar bahwa dunia anak-anak penuh dengan tantangan dan emosi yang mereka mungkin belum sepenuhnya pahami. Dengan memberikan dukungan, cinta, dan bimbingan, kita bisa membantu mereka melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi individu yang kuat dan berdaya. Bridge to Terabithia bukan hanya cerita tentang imajinasi, tetapi juga tentang pentingnya persahabatan, kehilangan, dan bagaimana kita bisa membantu anak-anak menghadapinya dengan bijak dan penuh kasih sayang.

Related Blog

Memahami Beda Filantropi Dengan Altruisme
Tips & Motivasi| 15693 times

Memahami Beda Filantropi Dengan Altruisme

Sebuah pertanyaan diajukan baru-baru ini dalam siaran rutin saya “Smart Emotion” tiap Selasa malam di SmartFM www.radiosmartfm.com ketika saya membawakan topik soal: “Trend Baru Millenial Filantrop...

5 Alasan kenapa perlu belajar Negosiasi
Sales Negotiation| 15616 times

5 Alasan kenapa perlu belajar Negosiasi

Salah satu hal yang saya pelajari ketika saya bernegosiasi adalah bahwa sebelum saya mengubah diri saya, saya tidak dapat mengubah orang lain. – Nelson Mandela (Nobel prize winner, South African st...

Inilah Kunci Rahasia Kerja Produktif dan Bahagia? Tetaplah Antusias dan Kelola Energimu!

Max hobinya reparasi mobil dan otomotif. Dia bisa seharian menghabiskan waktu untuk membongkar mesin mobilnya, membersihkan dan memasangnya kembali. Padahal itu bisa menghabiskan waktu seharian. Be...

Mempersiapkan Memimpin Rapat yang Baik dan Efektif

Memimpin rapat bukanlah hal mudah. Anda harus dapat menjadi penengah dari berbagai ide dan pendapat yang berbeda. Anda harus dapat memutuskan sesuatu dari situasi yang rumit sekalipun. Namun hal it...

Miliki dan Atur Rencana Bisnis di Luar Negeri? Mengapa Tidak!

Resiko akan selalu ada. Maka bukan orang bisnis namanya kalau Anda takut akan kegagalan dalam berbisnis. Seorang pebisnis sejati akan memiliki jiwa pemberani dan tidak takut akan risiko. Maka tidak...

From Confort Zone to Risk Zone: Sukses Menembus Batas Kenyamanan
Tips & Motivasi| 1600 times

From Confort Zone to Risk Zone: Sukses Menembus Batas Kenyamanan

From Confort Zone to Risk Zone: Sukses Menembus Batas Kenyamanan “Kamu tidak bisa bertahan di zona nyaman. Kamu akan gagal jika terus berada di zona nyaman. Berikan tekanan pada dirimu sendiri. Kam...

Cara Super Meningkatkan Kecerdasan Emosional Kita (Part 2)

Begitu pentingnya kecerdasan emosi ini, banyak yang berpendapat bahwa kecerdasan emosi lebih penting daripada kecerdasan intelektual. Dikatakan lebih penting karena diketahui bahwa kecerdasan emosi...

EQ PARENTING: Menjadi Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
Parenting| 3908 times

EQ PARENTING: Menjadi Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosional Tinggi

Dalam salah satu posting yang saya terima di fanpage saya, salah seorang tua berkata “Saat ini kelihatannya semakin sulit untuk menjadi seorang tua dan juga menjadi semakin sulit menjadi seorang an...