- info@hrexcelleny.com
- Jl. Tanah Abang V, no. 32, Jakarta Pusat 10160
Ada satu hal menarik yang kami pelajari saat dipercaya menjadi official partner dalam ajang BCA Talented Facilitator Award 2025–2026. Awalnya mungkin banyak orang membayangkan kompetisi fasilitator internal hanyalah acara formal biasa. Namun setelah melihat langsung proses, kualitas, dan keseriusan program ini, kami justru melihat sesuatu yang lebih besar: dunia internal trainer sedang naik kelas dengan sangat cepat.
Program ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap dua tahun sekali oleh BCA� untuk memilih fasilitator terbaik mereka. Dan yang membuat kami cukup terkejut adalah skalanya. Di lingkungan Learning & Development BCA, ternyata terdata lebih dari seribu trainer dan fasilitator internal yang aktif berkontribusi dalam pembelajaran organisasi.
Proses seleksinya pun tidak sederhana. Dari ratusan fasilitator, sekitar 300 peserta dipilih untuk mengikuti pembekalan awal. Mereka dinilai dari berbagai aspek, mulai dari evaluasi peserta training, project, performa fasilitasi, hingga kemampuan delivery. Dari proses tersebut kemudian dipilih 30 finalis terbaik yang mendapatkan pembekalan intensif selama dua hari dengan materi khusus sebelum masuk ke tahap penjurian.
Pada tahap akhir, para finalis harus mengajar materi yang telah ditentukan di depan peserta nyata. Mereka dinilai bukan hanya dari penguasaan materi, tetapi juga dari kemampuan engagement, clarity, facilitation skill, hingga bagaimana mereka membuat materi yang rumit menjadi mudah dipahami.
Menariknya lagi, keseluruhan tema program tahun ini menggunakan konsep detektif ala Sherlock Holmes. Filosofinya sederhana namun kuat: fasilitator yang hebat adalah fasilitator yang mampu “memecahkan kerumitan” dan menjelaskan sesuatu yang sulit menjadi mudah dipahami.
Dan menurut kami, filosofi ini sangat relevan dengan dunia training hari ini.
Internal Trainer Tidak Lagi Dipandang Sebelah Mata
Selama bertahun-tahun, masih ada anggapan bahwa trainer internal cenderung membosankan, terlalu formal, atau kurang engaging dibanding trainer eksternal. Karena itu banyak perusahaan memilih menggunakan trainer luar dengan harapan pembelajaran menjadi lebih hidup dan inspiratif.

Namun pengalaman melihat langsung para fasilitator di BCA memberikan perspektif yang berbeda.
Kami melihat bagaimana internal trainer ternyata mampu mengajar dengan kualitas yang sangat baik. Banyak dari mereka memiliki delivery yang kuat, engagement yang hidup, storytelling yang baik, serta kemampuan menjelaskan yang sangat jelas dan terstruktur.
Ini menjadi refleksi penting bagi para trainer profesional.
Jika trainer eksternal tidak mampu memberikan nilai tambah yang signifikan, maka perusahaan tentu akan semakin memilih mengoptimalkan internal trainer mereka sendiri. Apalagi dari sisi biaya, internal trainer jauh lebih efisien dan memahami organisasi dengan lebih mendalam.
Artinya, trainer eksternal hari ini tidak cukup hanya “pandai bicara”. Mereka harus benar-benar mampu menghadirkan kualitas pembelajaran yang berbeda.
Kekuatan Besar Internal Trainer: Memahami Konteks Bisnis
Salah satu keunggulan terbesar internal trainer adalah pemahaman mereka terhadap konteks organisasi. Mereka memahami budaya perusahaan, bahasa bisnis, tantangan lapangan, serta dinamika internal yang sering kali tidak sepenuhnya dipahami trainer luar.
Karena mereka adalah “orang dalam”, materi yang mereka bawakan terasa lebih relevan, lebih dekat, dan lebih aplikatif bagi peserta.
Inilah sebabnya perusahaan-perusahaan besar sekarang semakin serius mengembangkan capability internal trainer mereka.
Bagi trainer eksternal, ini menjadi tantangan sekaligus pengingat. Jika ingin tetap relevan, maka memahami bisnis klien bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama.
Trainer yang hanya kuat di teori namun tidak memahami realitas bisnis perusahaan akan semakin sulit bersaing di masa depan.
Sekarang Kita Tidak Hanya Bersaing dengan Sesama Trainer Eksternal
Ada satu pelajaran lain yang menurut kami sangat penting.
Hari ini, trainer profesional bukan hanya bersaing dengan sesama trainer eksternal. Mereka juga sedang bersaing dengan internal trainer yang kualitasnya terus meningkat.
Internal trainer sekarang belajar banyak hal: facilitation skill, visual communication, engagement strategy, storytelling, learning design, hingga experiential learning.
Mereka terus di-upgrade.
Mereka terus diasah.
Dan perusahaan-perusahaan besar mulai serius berinvestasi untuk meningkatkan kualitas para fasilitator internalnya.
Karena itu, trainer profesional yang berhenti belajar akan mulai tertinggal.
Mungkin ini terdengar keras. Namun realitasnya memang mulai terlihat.
Kadang kita bertanya: “Kenapa kelas mulai sepi?” “Kenapa perusahaan jarang memanggil?” “Kenapa trainer lain lebih dipilih?”
Bisa jadi jawabannya bukan karena pasar sedang sulit.
Tetapi karena kualitas internal trainer perusahaan ternyata sudah berkembang jauh lebih baik dari yang kita bayangkan.
Dunia Training Sedang Naik Kelas
Bagi kami di HR Excellency, pengalaman ini menjadi pengingat bahwa dunia learning & development sedang mengalami perubahan besar. Organisasi tidak lagi hanya mencari trainer yang pintar bicara, tetapi fasilitator yang benar-benar mampu membantu peserta memahami, berpikir, berdiskusi, dan berubah.
Dan itu sebabnya kemampuan trainer hari ini perlu terus di-upgrade.
Mulai dari delivery skill, business understanding, emotional engagement, facilitation technique, hingga kemampuan membuat pembelajaran menjadi lebih hidup dan relevan.
Karena pada akhirnya, trainer yang bertahan bukanlah yang paling lama mengajar.
Tetapi mereka yang terus belajar.
| Telp. | : | (021) 3518505 |
| (021) 3862546 | ||
| Fax. | : | (021) 3862546 |
| : | info@hrexcellency.com | |
| Website | : | www.hrexcellency.com |
