- info@hrexcelleny.com
- Jl. Tanah Abang V, no. 32, Jakarta Pusat 10160
“You cannot change your life until you understand what drives your emotions.” — Anthony Dio Martin
Setiap orang mendambakan kehidupan yang lebih baik. Menjadi pemimpin yang lebih bijaksana, rekan kerja yang menyenangkan, orang tua yang sabar, maupun pasangan yang mampu memahami orang yang dicintainya. Namun, perubahan yang nyata tidak pernah dimulai dari upaya mengubah orang lain. Perubahan selalu berawal dari kemampuan memahami diri sendiri.
Pemahaman inilah yang menjadi fondasi dalam Emotional Quality Management (EQM) Public Class Batch 77 yang diselenggarakan oleh HR Excellency pada 22–23 Juli 2026. Selama dua hari pembelajaran, peserta dari berbagai profesi diajak melihat bahwa kualitas hidup, hubungan, dan kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh kualitas emosi yang dimiliki.
Hari pertama difokuskan pada pembangunan Self Awareness melalui EQ Fundamental Knowledge. Peserta mempelajari bahwa setiap emosi yang muncul bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Di balik setiap respons terdapat proses yang berlangsung di dalam otak, yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan akhirnya bertindak.
Melalui konsep Think – Feel – Act, peserta memahami keterkaitan antara pikiran, emosi, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran ini membantu peserta mengenali bahwa respons terhadap suatu peristiwa bukan hanya dipengaruhi oleh situasi, tetapi juga oleh cara otak mengolah informasi dan pengalaman yang dimiliki.
Berbagai diskusi, refleksi, dan latihan membuat peserta semakin memahami bahwa meskipun tidak selalu mampu mengendalikan apa yang terjadi di sekitar mereka, setiap orang memiliki kesempatan untuk memilih bagaimana meresponsnya. Dari kesadaran diri inilah perubahan positif mulai bertumbuh.
Pada hari kedua, pembelajaran berlanjut pada kemampuan mengelola emosi agar menjadi kekuatan yang mendorong pertumbuhan, bukan sumber konflik. Salah satu materi yang mendapat perhatian besar adalah Smart Angry, sebuah pendekatan yang membantu peserta memahami bahwa kemarahan bukanlah emosi yang harus ditekan atau dihindari, melainkan dikelola dengan tepat agar mampu menghasilkan solusi tanpa merusak hubungan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui empat tahapan utama dalam Emotional Quality Management, yaitu Emotional Awareness, Emotional Acceptance, Emotional Affection, dan Emotional Affirmation. Peserta belajar mengenali emosi yang sedang dialami, menerima diri sendiri maupun orang lain dengan lebih sehat, membangun hubungan melalui empati dan kepedulian, serta mengembangkan optimisme dan ketangguhan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Sepanjang proses pembelajaran, peserta menyadari bahwa kematangan emosi bukanlah kemampuan untuk tidak pernah marah, kecewa, atau sedih. Kematangan emosi adalah kemampuan memahami setiap emosi yang hadir dan memilih respons yang paling bijaksana sesuai dengan nilai dan tujuan yang ingin dicapai.
Pelatihan ini juga menjadi pengingat bahwa kualitas emosi tidak dibentuk hanya dalam ruang kelas. Ia dibangun melalui keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari—ketika menghadapi tekanan, menyelesaikan konflik, menerima perbedaan, maupun saat memilih untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Pada akhirnya, Emotional Quality Management bukan sekadar sebuah program pelatihan. EQM merupakan perjalanan pembelajaran sepanjang hayat untuk membangun kesadaran diri, mengelola emosi dengan lebih cerdas, memperkuat hubungan dengan orang lain, serta menjalani kehidupan dengan kualitas emosi yang lebih matang, bermakna, dan berdampak positif.
#anthonydiomartin #anthonydmartin #hrexcellency #mwsindonesia #EQM #EmotionalQualityManagement
| Telp. | : | (021) 3518505 |
| (021) 3862546 | ||
| Fax. | : | (021) 3862546 |
| : | info@hrexcellency.com | |
| Website | : | www.hrexcellency.com |
