“Trends Talent Management & Training Development” 17 Maret 2017 Jakarta Design Center

89 | Mar 18, 2017 | HR Excellency | Latest Event

Bagaimana kalau orang-orang HR sudah berkumpul? Tentunya rame! Tapi, kali ini acaranya memang bukan sekedar kumpul-kumpul tapi tentunya yang juga mendidik sekaligus mencerahkan. Itulah yang dirasakan dalam acaranya HR Excellency – HR Updates di tahun 2017 ini. Acara ini tepatnya berlangsung pada hari Jumat, 17 Maret 2017 dari di Jakarta Design Center (JDC), Jakarta Pusat.

Acara yang sedianya hanya merupakan sharing di lingkungan terbatas (dengan klien-klien ekslusifnya HR Excellency dan MWS Indonesia), ternyata jadi full seat. Dari rencana 100 undangan, ternyata ruangan berkapasitas 200 orang di Jakarta Design Center pun tidak bisa menampung lagi. Dan banyak peserta yang ingin bergabung pun akhirnya dengan terpaksa tidak bisa diterima lagi (permintaan maaf dari panitia ya…). Dan permintaan pun muncul lagi, di tahun depan acara semacam ini bisa dilaksanakan dengan format ruangan yang lebih besar lagi (thanks untuk responnya ya dan hmm… bisa dipertimbangkan untuk tahun depan dengan ruangan lebih besar).

Acara pun dimulai dengan pengantar dari MCnya Bp (Om) Isnantyo Widodo yang seringkali memperkenalkan dirinya sebagai “Psychoclock”. Gaya santai dan interaktifnya Om Isnantyo turut membuat suasana acara sharing dan HR Updates ini menjadi menyenangkan dengan suasana kekeluargaan.

Dan tampil sebagai pemateri pertama adalah Bp. Irwan Amrun, Direktur LPT-UI (Lembaga Psikologi Terapan – Universitas Indonesia). Sebagai salah satu lembaga bergengsi yang banyak melakukan fungsi-fungsi assessment, talent mapping, dll sharing dari Bp. Irwan menjadi pembukaan yang menarik (baca: Ringkasan Sharing Bp. Irwan Amrun yang akan menyusul).

Setelah itu, dari sharing pun dilanjutkan oleh presentasi Bp. Max Sandy sebagai salah satu Master Trainer di HR Excellency dan MWS Indonesia yang memperkenalkan solusi-solusi yang diberikan oleh HR Excellency dan MWS Indonesia.

Dan terakhir, acara pun berlanjut dengan sharing dari Managing Director HR Excellency, Bp.Anthony Dio Martin yang membahas soal trend Training Development. Dalam sharingnya ini Bp.Anthony Dio Martin mensharingkan soal pengaruh munculnya generasi millennial serta pengaruhnya terhadap evolusi di dunia training (baca: Ringkasan Sharing Bp. Anthony Dio Martin yang juga akan menyusul).

Sebelum pulang, peserta pun sempat bertanya jawab, sharing dan tentunya mendapatkan ‘surprise’ kenang-kenangan berupa DVD training yang berjudul “Grow Your People, Grow Your Business” dengan harapan DVD tersebut bisa menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkomitmen mengembangkan orang-orang di lingkungan kelembagaan mereka.

Dan dari peserta yang ditanya dan disurvei mengenai komentarnya, rata-rata mengucapkan terima kasih dan senang bisa hadir dalam event ini. Dan mereka pun berharap event seperti ini tetap dipertahankan terus di tahun-tahun berikutnya.

Tentunya, untuk kesuksesan acara ini, segenap panitia HR Excellency dan MWS Indonesia, harus berterima kasih pula kepada KPHRI (Komunitas Praktisi HR Indonesia) serta kelompok komunitas HR lainnya yakni FORMASI sekaligus juga kepada Kalbe Nutritionals maupun Karunia Promotion yang turut menjadi sponsor event yang sangat bermanfaat ini. Sampai berjumpa di event HR Excellency – MWS Indonesia berikutnya!

Ringkasan Sharing Bp. Irwan Amrun (Direktur LPT – UI): “Trent Talent Management”

  1. Talent yang sesungguhnya adalah : “they don’t just do their job but go above and beyond to contribute to the organization success”. Jadi tidak semua karyawan tergolong talent.
  2. Ada 2 Fit Test untuk melihat dinamika organisasi serta engagement karyawan. Pertama Fit test antara kebutuhan organisasi (ideal) dengan realitas perilaku yang ditunjukkan oleh organisasi. Fit test kedua, antara perilaku organisasi yang ditunjukkan dengan kenyataan orang-orang di organisasi.
  3. Tapi Fit Test terpenting untuk melihat dinamika individu adalah kesesuaian antara kebutuhan organisasi (mencakup: realitas organisasi, status individu itu di organisasi & agenda perusahaan bagi individu) serta kondisi riil si individu yang mencakup 3 hal: personality, personal ability serta personal agenda
  4. Talent Mapping adalah manajemen talenta berdasarkan dua hal: POTENTIAL (Potensi) & PERFORMANCE (Kinerja). Maka berdasarkan hal itu, karyawan bisa dibagi menjadi 9 grid (kotak). Mulai dari Low Performance – Low Potential hingga High Performance – High Potential
  5. POTENTIAL akan dilihat dari sisi apa? (1) Competence Proficiency; (2) Promotability; (3) Innovation & Product Development Potential; (4) Commitment to Stay; (5) Capacity to Grow
  6. PERFORMANCE akan dilihat dari unsur apakah? (1) Kreativitas; (2) Konsistensi; (3) Ketepatan dan Kecepatan; (4) Cara Mengerjakan; (5) Kontribusi; (6) Pengaruh bg perusahaan
  7. Mengukur Potential dengan: (1) Assessment : learning capacity, soft competency; (2) uji penguasaan ketrampilan
  8. Mengukur Performance dengan: (1) Penilaian Kinerja Tahunan; (2) Catatan Kinerja Khusus
  9. Manfaat Assessmen Psikologi ada 3: (1) Deskripsi; (2) Prediksi dan (3) Intervensi
  10. Hubungan antara Kompetensi dengan Kinerja? Ada 4 hal dari kompetensi kita yang akan berpengaruh pada kinerja yakni: (1) Apa yang Pernah dikerjakan; (2) Apa Yang Diketahui; (3) Kecakapan Apa Yang Dikuasai; (4) Bagaimana Karakteristik Kepribadian Orang tersebut? Inilah yang perlu diketahui dan digali dari seseorang
  11. Kompetensi itu mirip pemain sepak bola. Bagaimanakah seorang pemain sepak bola yang sukses? Dia butuh apa saja? Yang jelas (1) Teknikal Competence: bisa tackling bola, heading, shooting bola. (2) Behavior Competence: teamwork, punya inisiatif; (3) Organizational Knowledge berupa aturan-aturan FIFA, dll; (4). Kepribadiannya: sabar, antusias; (5) Job Exposure: pernah ikut tanding dimana saja?
  12. Arah Pengembangan ke depannya bagaimana? Salah satu yang sekarang ini sedang jadi sorotan adalah Adversary Mental untuk mengukur daya tahan seseorang. Ukurannya terdiri dari 3 hal: (1) toughness (kegigihannya dia untuk terus dan disiplin); (2) resilence (daya tahannya dia menghadapi kegagalan dan kesulitan); (3) flexibility (keluwesannya dia).
  13. People are not your important asset, the right people are. Jadi orang bukan lagi asset. Buat apa banyak orang tapi tidak bermanfaat?

Ringkasan Sharing Bp. Anthony Dio Martin (Managing Director HR Excellency – MWS Indonesia): “Trend Training & Development 2017”

  1. Teruslah belajar. Kalimat menarik dari alharhum Alvin Toffler sebagai salah satu furutist yang terkemuka “Buta huruf di abad ini bukan mereka yang tidak bisa baca tulis tapi yang tidak mau learn (belajar), re-learn (belajar lagi) dan un-learn (melupakan apa yang sudah tidak relevan lagi).
  2. Menghadapi 4 generasi yang sekarang ada di Indonesia. Generasi Baby Boomer: sebelum th 1970an. Gen X : 1970-1980. Gen Y: 1980 – 2000. Gen Z: setelah tahun 2000. Ada lagi Gen Alpha : setelah tahun 2010.
  3. Generasi setelah tahun 1980 ke atas atau para millennial memiliki cara dan kebiasaan belajar yang berbeda pula. Dan hal ini yang mempengaruhi trend training development ke depannya.
  4. 5 trend training dan development yang perlu di antisispasi: (1) edutainment makin digemari; (2) lebih disukai durasi yang semakin pendek, tapi berkesinambungan daripada yang panjang tapi sekali selesai; (3) lebih disukai yang tips dan aplikatif; (4) keterlibatan unsur-unsur emosi dalam pembelajaran; (5) trainer yang praktisi akan lebih disukai; (6) Harus tahu isu global, bertindak local tapi bisa menyentuh secara individual; (7) Teknologi makin akan banyak digunakan; (7.5) Data dan analisa data bagi praktisi training akan semakin dibutuhkan
  5. Riset oleh majalah Chief Learning Officer 2015-2016 masih menunjukkan bahwa dari ratusan perusahaan multinasional yang disurvei masih 87,6 % masih mengandalkan menggunakan ILT (instructor led training) saat ini, yakni training yang dipimpin oleh instruktur. Tapi banyak pula dari mereka yang mulai memadukannya dengan teknologi (74.3%), artinya blended system.
  6. Alasan pemilihan metode training di masa depan harus menjawab 4 hal penting dan inilah yang penting dijawab oleh training center ataupun perusahaan yang melaksanakan training: (1) transfer pengetahuan; (2) supaya bisa diakses – accessibility; (3) melihatkan peserta dalam sharing pembelajaran dan pengetahuan – engagement; (4) menjangkau peserta yang lebih banyak – scalability
  7. Trend yang tidak kalah pentinya: people analytics yakni penggabungan data dengan analisa. Ke depannya, peran HR (termasuk di bagian training) bukan lagi sekedar pengumpulan data tapi juga analisa data dari peserta dan program training
  8. Ada 4 level dalam pengumpulan data dan analisa di perusahaan. Inilah yang bisa jadi ukuran kondisi people analytics kita di organisasi. Level 1: operational reporting (hanya mengumpulkan dan melaporkan keadaan di perusahaan); Level 2: advanced reporting: melaporkan data-data lain yang lebih lengkap misal data competitor; Level 3: advanced analytic: menganalisa lebih jauh data-data yang ada serta memberikan kesimpulan; (4) Predictive analytics: melihat data dan membuat prediksi ke depan
  9. 5 kunci penting pembelajaran bagi training di masa depan: (1) Kembangkanlah internal trainer dengan lebih maksimal; (2) harus lebih adaptif dan beradaptasi dengan kaum millennial dalam proses pembelajaran; (3) Pikirkannya blended approach, yakni metode training yang lebih variasi dan merupakan gabungan; (4) Cobalah mulai menganalisa data-data training yang dimiliki saat ini; (5) suatu perubahan dan peningkatan di organisasi butuh training budget (dana).
  10. If you think training is expensive, think ignorance. Kalau kamu pikir training itu mahal, pikirkanlah apa yang terjadi kalau kita biarkan orang-orang kita dalam kondisi tetap tidak dikembangkan?Lebih mahal lagi! – Peter Drucker

Share this: