Training 1 Hari “EQ for IT Person HM Sampoerna”, 10 Desember 2019, The Alana Hotel Solo

81 | Dec 11, 2019 | HR Excellency | Latest Event

Di tahun 2006, Harvard Business Review pernah melakukan suatu survei. Survei yang diinspirasikan oleh tulisannya Daniel Goleman tentang Kecerdasan Emosional atau EQ. Hasilnya, profesi IT termasuk dalam daftar profesional yang EQ-nya cenderung rendah. Tentunya ini sebuah tamparan tersendiri untuk mereka-mereka yang berprofesi sebagai seorang IT. Daripada tersinggung ataupun jengkel dibilang EQ-nya jongkok, adalah lebih bijak buat di pakai untuk bercermin. Apakah selama ini dalam menjalankan pekerjaan di IT, telah menunjukkan kepada user bahwa mereka melayani dengan hati? Suatu pelayanan yang baik mestinya bukan hanya hati tapi juga plus emosi. Bukan hanya nalar tapi juga hati!

Itulah sebabnya didalam IT G&A Year End Meeting yang diadakan di The Alana Hotel Solo kali ini dengan sengaja 1 hari diisi dengan pembelajaran soal EQ for IT Person dimana peserta pun belajar bahwa IQ perlu diikuti oleh EQ yang baik. Untuk kerja di IT G&A HM Sampoerna ini pastinya peserta telah memiliki IQ yang telah terseleksi. Kalau tidak mereka tak mungkin berada di tim ini. Tapi, pertanyaannya sekarang bagaimana dengan EQ mereka? Ini menjadi penting karena user mereka di HR, Finance ataupun yang menyangkut database di HM Sampoerna adalah unit kerja yang isinya manusia. Tentu saja pendekatannya jauh berbeda saat menjalankan tugas kerja sehari-hari yang selama ini hanya fokus pada pekerjaan sendiri terutama data, tanpa peduli bagaimana perasaan mereka yang tugasnya mereka support.

Lewat training yang dilaksanakan tanggal 10 Desember 2019 dan dibawakan oleh 2 Master Trainer HR Excellency, Bp. Max Sandy dan Ibu Dian Riupassa ini peserta diajak untuk menyadari bahwa pekerjaan mereka eksis karena ada yang bisa mereka support dan berikan kontribusi. Namun, selain solusi, peserta pun diajak untuk melihat betapa pentingnya proses interaksi dalam menjalankan tugas mereka itu. Itu sebabnya penting bagi peserta untuk memiliki EQ Awareness yang tinggi sehingga mereka bisa mengetahui pola dan berusaha menjadi solusi, bukan masalah tambahan. Peserta juga diingatkan untuk memiliki harga diri yang membuat mereka menjadi energy giver, bukan energy taker di tempat kerja. Mampu secara fleksible menyesuaikan diri dengan orang yang di ajak berinteraksi pun menjadi sesuatu yang bisa menjadi nilai lebih untuk mereka. Dan akhirnya peserta pun diajak untuk bisa menjadi semangat tidak hanya bagi tim sendiri namun juga ke tim yang mereka layani di HM Sampoerna.

Kemampuan mereka mengelola emosi tentunya akan menentukan produktivitas dan solusi yang mereka berikan. Dan hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh salah seorang peserta yang sebelum ini pernah mengikuti training ini dan mempraktekkannya di pekerjaan bahkan di kehidupan pribadinya yaitu dalam keluarganya. Hasilnya sangatlah mengagumkan menurutnya. Itu sebabnya diakhir acara ia pun membagikan pengalamannya ke teman-teman yang hadir.
Diakhir acara para peserta pun diajak untuk menjadi tim IT yang bekerja dengan hati, dan selalu memberikan solusi dengan emosi yang positif ke siapapun yang ada disekitarnya. Be a high EQ IT Person!

Share this: