Anthonydiomartin
Salam Antusias!
Hi..hello! Terima kasih ya telah berkunjung ke website HR Excellency - salah satu lembaga training terkemuka di Indonesia untuk pengembangan personal, tim dan organisasi. Jika ada pertanyaan, kebutuhan dan permintaan informasi silakan menghubungi kami.

Smart Emotion: POLA PIKIRMU MEMPERBESAR ATAU MENGHANCURKAN SUKSESMU?

15581 | Sep 13, 2016 | HR Excellency | Smart Emotion RadioTalk

Ada penelitian dari seorang profesor Psikologi terkemuka Prof. Carol Dweck soal pola pikir yang membawa orang ke jurang kehancuran atau justru ke istana kesuksesan. Pola pikir itu disebutnya sebagai The Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap) dan The Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang). Nah, bagaimanakah perbedaan kedua pola pikir itu dan apa kaitannya dengan kesuksesan kita? Lantas, pola pikir Anda sendiri cenderung termasuk yang manakah?
Dalam Smart Emotion Radiotalk yang menarik ini, Bp. Anthony Dio Martin akan memaparkan, menjelaskan serta memberikan tips bagaimana membedakan serta mengaplikasikan pola pikir yang benar dalam kehidupan kita. Kenyataan membuktikan banyak guru, pelatih, atlit hingga pasangan yang hidupnya berantakan gara-gara mengadopsi pola pikir yang salah. Mengapa hal itu terjadi dan bagaimanakah kita bisa mengkoreksinya?
Listen and be inspired!

Share this:

You might also like this:

Smart Emotion: “Maaf Lahir Bathin” Mulut Memaafkan Tapi Hati Tak Melepaskan

Smart Emotion: “Maaf Lahir Bathin” Mulut Memaafkan Tapi Hati Tak Melepaskan

Smart Emotion: STRESS MANAGEMENT : MENGUBAH BEBAN JADI BENEFIT !

Smart Emotion: STRESS MANAGEMENT : MENGUBAH BEBAN JADI BENEFIT !

Smart Emotion: Kalah, Tapi Jangan Menyerah!

Smart Emotion: Kalah, Tapi Jangan Menyerah!

Smart Emotion: Narasumber Claudia Kaunang “TRAVELLING & SMART EMOTION!”

Smart Emotion: Narasumber Claudia Kaunang “TRAVELLING & SMART EMOTION!”

Smart Emotion: 5 PROBLEM PENTING PEMIMPIN PEMULA

Smart Emotion: 5 PROBLEM PENTING PEMIMPIN PEMULA

Smart Emotion: Saatnya Membangun Adversity Quotient Anak Muda Kita

Smart Emotion: Saatnya Membangun Adversity Quotient Anak Muda Kita