JANGAN NGAKU TRAINER KALAU GAK PUNYA POWER!

33 | Mar 18, 2020 | HR Excellency | Tips & Motivasi | Training Presentasi
JANGAN NGAKU TRAINER KALAU GAK PUNYA POWER!

Menjadi trainer memang mengasyikkan. Gimana gak mengasyikkan, bisa melakukan
perjalanan dinas ditambah berkuliner, bisa sharing knowlegde dengan berakhir
dibayar. Untuk yang profesional bayarannya bisa perjam. Bagi yang menjadi
internal trainer tentu dibayarnya setiap gajian. Atau kalau seandainya gak
dibayar, jika ilmu yang dibagikan bermanfaat bagi orang banyak dan ada salah
satu dari mereka mengamalkan sharing dari kita, tentu hal ini akan menjadi
bekal kita setelah wafat. Betapa pahala dari ilmu tersebut bisa mengalir
deras kepada kita. Dan tentunya kita meninggalkan warisan yang sangat luar
biasa. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi
sesama.

Akhirnya profesi sebagai Trainer, menjadi profesi yang banyak dipilih untuk
dijadikan ladang berkarya. Bahkan ada beberapa orang yang serius untuk
mengikuti sertifikasi trainer sampai bertaraf Internasional demi
meningkatkan kredibilitas sebagai trainer. Bermodalkan laptop dengan slide
yang ciamik lengkap dengan pointer, sang trainer siap melaksanakan tugas.
Tapi…. jangan ngaku Trainer kalau kita gak punya POWER! POWER adalah
singkatan dari Present, Ownership, Wisdom, Engaging dan Resourceful

Singkatan POWER ini kami cetuskan di HR Excellency, sebagai bagian opening
kami di program The Power Trainer untuk in house training. Dengan mengajak
seluruh peserta melakukan aerobic.

Nah mari kita bahas satu persatu!
Present
Jangan ngaku trainer kalau masih diperbudak sama mood. Pikirkan audiens yang
sudah mau hadir dengan segala pengorbanannya untuk bertemu dengan si trainer
dan mengharapkan mendapatkan tips dari setiap masalah yang mereka bawa. So,
apapun yang sedang kita rasakan, yang terjadi pada kita, yuk bijak, yuk
buktikan bahwa kita layak jadi rolemodel. Maka pastikan saat kita deliver
training, hadirlah jiwa dan raga kita untuk audiens. Karena vibrasi emosi
kita akan mempengaruhi dinamika kelas.

Ownership
Jadi trainer jangan hanya bertugas untuk mengklik slide, bacain slide doang.
Tapi…yuk menjiwai, memaknai dari setiap konten yang kita deliver. Trainer
wajib menyatu dengan materinya. Layaknya penyanyi yang menjiwai setiap
lagunya. Pesan dari lagu tersebut akan sampai ke pedengar. Dan bagi trainer,
makna dan maksud dari materi tersebut dapat dengan mudah di mengerti
audiens.

Wisdom
Kedahsyatan mulut trainer melebihi pistol. Peluru pistol terbatas. Tapi
lihat, dengan kata-kata yang keluar dari mulut trainer, banyak orang yang
bisa tergerak hatinya, banyak yang terinspirasi sampai banyak yang berubah.
Tapi wajib diingat, pastikan apa yang kita katakan adalah sebuah kebenaran
yang lengkap dengan data, hasil riset. Dan bukan asal cuap!. Karena sisi
gelap trainer, walaupun kita berbohong (JANGAN DILAKUKAN) tapi jika
disampaikan dengan PD, audiens bisa mempercayai itu. Mengerikan jika hal itu
dijadikan sebuah wisdom oleh mereka.

Engaging
Trainer masa lalu sampai masa kini masih banyak yang ga aware untuk dapat
melibatkan pesertanya dalam balutan komunikasi yang asyik. Masih banyak di
antara mereka yang memonopoli komunikasi. Mereka sangat khusyu menjelaskan
materi tanpa memberi kesempatan si peserta untuk berdiskusi, komunikasi.
Ingat, semakin kita ingin menjelaskan, semakin peserta menutup diri. Proses
pembelajaran yang keren adalah dimana trainer dan para peserta bisa engage.
Karena materi jadi mudah tersampaikan dan mudah diterima. So, mulailah
memfasilitasi bukan mengajari.

Resourceful
Jangan ngaku trainer kalau cuman bermodalkan slide doang. Aduh.. peserta
yang datang kemungkinan mereka dalam keadaan terpaksa. Masa mereka mau lebih
tersiksa lagi karena saat training, si trainer cuma klik slide doang.
Pleaseee deh.. kasih sesuatu yang bersifat entertain. Berikan ‘topping’
video yang pas dengan konten, activity, simulasi, game, roleplay,
demonstasi, bahkan sisipkan pantun, humor sampai mengajak peserta bernyanyi.
Ingat, harus related ya..Intina adalah membuat materi semakin KAYA. kalau
kita gak punya resouce yang banyak, duuhh.. ngapain datang untuk mentraining
orang. Cukup saja minta peserta untuk download materi!

So, bagi Anda yang masih menyebut dirinya sebagai Trainer tapi ternyata
cuman mengandalkan cuap-cuap saja, memotivasi lewat kata-kata saja.
Petantang-petenteng dengan laptopnya, grooming yang kerennya. Saya hanya
bilang, hati-hati…training anda bisa jadi gak berdampak, gak
memorable,bila Anda sampai dengan sekarang gak sadar bahwa sesungguhnya
seorang trainer butuh sebuah POWER!

Have a great day!
-Ahmad Madu-

Share this:

You might also like this:

Tips dari HRD Trainer Indonesia Agar Jadi Karyawan Berprestasi

Tips dari HRD Trainer Indonesia Agar Jadi Karyawan Berprestasi

Tips Memilih Lembaga Training Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Kredibel

Tips Memilih Lembaga Training Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Kredibel

Apa Itu NLP? Mengapa Belajar NLP?
840 | NLP

Apa Itu NLP? Mengapa Belajar NLP?

Kecerdasan Emosimu Rendah? Inilah 4 Hal Yang Akan Anda Korbankan!

Kecerdasan Emosimu Rendah? Inilah 4 Hal Yang Akan Anda Korbankan!

Sukses, Sebaiknya Berprestasi! Dan Trainer yang Sukses Menunjukkan Prestasinya!

Sukses, Sebaiknya Berprestasi! Dan Trainer yang Sukses Menunjukkan Prestasinya!

10 Penyakit Kerja Bagi Pemula

10 Penyakit Kerja Bagi Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *