Anthonydiomartin
Salam Antusias!
Hi..hello! Terima kasih ya telah berkunjung ke website HR Excellency - salah satu lembaga training terkemuka di Indonesia untuk pengembangan personal, tim dan organisasi. Jika ada pertanyaan, kebutuhan dan permintaan informasi silakan menghubungi kami.

IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?

532 | Jan 14, 2020 | HR Excellency | Tips & Motivasi
IQ Atau EQ: Mana Lebih Penting?

IQ atau kecerdasan intelektual, bicara soal kepintaran. Ukurannya adalah kemampuan nalar, akademik. Biasanya IQ bagus, diikuti dengan nilai rapor yang bagus.

Kurangnya IQ menyebabkan rendahnya daya tangkap terhadap sesuatu. Kesulitan untuk pemahaman. Dampaknya, daya nalar terhadap suatu ide, peristiwa ataupun pembicaraan, terkadang jadi rendah. Makanya, orang dengan rendah EQ seringkali disebut bodoh, hingga yag lebih kasar, idiot.

EQ, disisi lain, bicara soal kemampuan untuk mengelola diri dan berinteraksi dengan orang lain. Menurut Peter Salovey, salah satu pencetus EQ bersama John D. Mayer, “EQ adalah kemampuan untuk mengelola emosi pada diri dan orang lain, serta mengendalikannya dan mendayagunakan unsur itu untuk mengarahkan pengambilan keputusan, menggerakkan pikiran dan tindakannya”.

Kurangnya dalam hal EQ menyebabkan seseorang sulit mengendalikan impuls-impuls pada dirinya. Dorongan ataupun nalurinya. Ia pun sulit mengendalikan emosi-emosinya, khususnya dalam situasi yang tidak menyenangkan. Dan juga, sulit berempati dengan orang lain. Terkadang, juga banyak konflik dengan orang lain.

EQ Lebih Penting?
Dalam bukunya “Emotional Intelligence: Why It Matter More Than IQ” (Kecerdasan Emosional: Kenapa Itu Lebih Penting dari IQ), Daniel Goleman berkata, “EQ lebih menentukan kesuksesan seseorang daripada IQ”.

Bahkan, beberapa pebisnis dan pembicara terkemuka seperti Jack Ma, Robert Kiyosaki, hingga Stephen Covey juga menegaskan pentingnya EQ. Menurut mereka, seseorang bisa saja pintar secara intelektual. Tapi untuk membangun bisnis dan menggapai kesuksesan, pintar dari sisi IQ saja, menurut mereka tidak cukup. Itu sebabnya, mereka menganggap EQ pada dasarnya lebih penting daripada IQ. Mari kita telusuri lebih jauh lagi penjelasannya.

3 Alasan EQ Lebih Penting Dari IQ

Pertama-tama, IQ membuat seseorang pintar di sekolah dan dalam menjawab pertanyaan informatif. Nyatanya, saat bertemu dengan orang tidak akan ada yang bertanya, “Berapa angka rapormu” tapi yang dilihat lebih kepada tutur kata, dan cara pembawaan dirimu. EQ lah yang membuat seseorang cakap dalam pembawaan dirinya, tulus dan membuat orang merasa nyaman. Kesempatan dan hubungan bisnis banyak diberikan kepada mereka yang EQ-nya bagus.

Kedua, IQ membuat kita kelihatan cerdas di depan orang. Tapi, orang jarang terkesan dengan orang cerdas. Malahan terkadang orang pintar itu membuat orang lain merasa terintimidasi bahkan merasa “lebih bodoh” khususnya jika orang pintar itu tidak bisa membawakan dirinya. Makanya banyak orang pintar yang justru tidak kemana-mana karirnya, karena tidak mendapatkan dukungan ataupun karna kurang disukai. Justru orang EQ bagus yang mengungguli orang-orang pintar.

Ketiga, keunggulan IQ sering membuat orang-orang pintar ini tidak membutuhkan orang lain. Kadang jadi egois dan sulit membangun teamwork. Padahal, dalam mengerjakan tugas dan proyek besar, diperlukan banyak tenaga dan pemikiran. Dalam hal ini, dibutuhkan orang-orang dengan EQ tinggi yang memampukan dirinya bisa berinteraksi, bisa menjaga komunikasi antar individu yang punya kebiasaan beragam. Itulah sebabnya seringkali berakhir dimana orang yang IQ-nya pintar menjadi pekerjanya. Tapi yang punya EQ bagus, yang memimpin mereka.

Bukan Berarti IQ Tak Dibutuhkan
Tapi, apakah selalu EQ lebih penting? Apa akibatnya ketika seseorang punya EQ yang bagus tapi tidak punya IQ yang cukup?

Memang, dikatakan dewasa ini EQ lebih penting. Tapi, menganggap remeh IQ juga sebuah kesalahan.

Seperti kita ketahui, IQ diperlukan untuk proses informasi. Untuk daya nalar kita. Tanpa IQ, orang akan sulit diajak komunikasi karna “susah nyambung”. Jadi, IQ diperlukan sebagai dasarnya. Tapi, diatas IQ itulah, sangat diperlukan EQ.

Jadi, disini sebenarkan bisa dikatakan IQ diperlukan, tapi tidak cukup atau tidak memadai. Karena itulah artikel ini saya tutup dengan kalimat yang seringkali saya tulis dibuku-buku saya, “IQ membuat seseorang diterima. Tapi, EQ lah yang membuat seseorang dipromosikan”.

Share this:

You might also like this:

5 Alasan kenapa perlu belajar Negosiasi

5 Alasan kenapa perlu belajar Negosiasi

FILM HOROR: BAGAIMANA TRIK FILM HOROR MEMAKAI ILMU NEUROSCIENCE DAN PSIKOLOGI UNTUK MENAKUT-NAKUTI KITA?

FILM HOROR: BAGAIMANA TRIK FILM HOROR MEMAKAI ILMU NEUROSCIENCE DAN PSIKOLOGI UNTUK MENAKUT-NAKUTI KITA?

Inilah Kunci Rahasia Kerja Produktif dan Bahagia? Tetaplah Antusias dan Kelola Energimu!

Inilah Kunci Rahasia Kerja Produktif dan Bahagia? Tetaplah Antusias dan Kelola Energimu!

Disiplin: A Path Way to Success

Disiplin: A Path Way to Success

Tips Memilih Lembaga Training Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Kredibel

Tips Memilih Lembaga Training Kecerdasan Emosional (EQ) Yang Kredibel

6 Hal yang dibutuhkan seorang training manager

6 Hal yang dibutuhkan seorang training manager

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *