Inilah Kunci Rahasia Kerja Produktif dan Bahagia? Tetaplah Antusias dan Kelola Energimu!

40 | Jan 19, 2018 | HR Excellency | Tips & Motivasi
Inilah Kunci Rahasia Kerja Produktif dan Bahagia? Tetaplah Antusias dan Kelola Energimu!

Max hobinya reparasi mobil dan otomotif. Dia bisa seharian menghabiskan waktu untuk membongkar mesin mobilnya, membersihkan dan memasangnya kembali. Padahal itu bisa menghabiskan waktu seharian. Begitu juga Nita, begitu senang dengan berkebun. Dengan kebun anggreknya yang kecil, ia pun bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Lain lagi ceritanya Vita, ia senang dengan accounting. Ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari kesalahan perhitungan serta membereskan pembukuan yang salah. Ketika ditanya apa rahasianya mengerjakan pekerjaan hitungan yang bagi banyak orang itu amat membosankan, Vita menjawab, “Kerja accounting itu membuat saya merasa seperti menjadi DETEKTIF ANGKA!”. Wow!

Apa yang sering membosankan dan tidak menyenangkan bagi orang lain, ternyata begitu mengasyikkan bagi mereka. Lalu, apa rahasianya?

Jawabannya: energi dan antusiasme!

Ada yang unik dari energi yang manusia miliki. Ketika kita merasakan ketertarikan pada suatu hal, seolah energi kita melimpah ruah untuk melakukannya. Misalnya kita sedang melakukan hobi kita yaitu mendaki gunung, maka entah mengapa kita memiliki energi yang melimpah saat melakukannya. Padahal kegiatan mendaki gunung membutuhkan energi yang banyak dan harus siap dengan berbagai resikonya. Maka bagi yang tidak memiliki hobi ini, kegiatan mendaki gunung bisa dianggap kegiatan yang melelahkan.

Tak mengherankan, kalau dua professor terkenal  Tony Schwartz dan Jim Loehr menulis buku tentang managemen energi “The Power of Full Engagement” yang menurut mereka, “menjadi kunci pembaharusan diri dan produktivitas”. Rangkuman bukunya bisa dibaca disini: http://www.njlifehacks.com/power-full-engagement-book-summary/

Intinya, energi kita sangat mempengaruhi dan juga dipengaruhi oleh antusiasme yang kita miliki. Bahkan, Ralph Waldo Emerson pernah mengatakan, “Antusiasme adalah induk dari semua usaha. Tanpa Antusiasme, tidak banyak hal yang bisa kita raih di dunia ini”. Jadi, kalau kita sangat antusias dalam melakukan hal yang kita kerjakan, maka kita tidak akan mudah merasa capek dan sebagainya. Begitupun sebaliknya, kalau dari awal kita sudah tidak antusias dalam melakukan suatu kegiatan, maka kita akan mudah merasa lelah dan capek.

Untuk itulah kita butuh menjaga antusias dan energi kita dalam berjuang, belajar dan bekerja untuk dapat mencapai target yang diharapkan. Energi muncul dari ketertarikan dan kesukaan yang mendalam terhadap suatu bidang kerja, sehingga memberikan aliran emosi positif yang kuat di dalam diri. Aliran emosi positif yang kuat inilah yang akhirnya mendatangkan kesungguhan dalam mengerjakan pekerjaan.

Tanpa bisa kita tutup-tutupi, energi yang kita miliki akan terpancar keluar dan semua orang akan melihat melalui sikap mereka dalam bekerja yang antusias, ekspresi wajah yang antusias, bahkan perilaku kerja yang antusias. Tanpa disadari, dengan otomatis, semua antusiasme tersebut menjadi sumber utama untuk mengisi kembali energi yang ada dalam diri.

Inilah sebabnya, orang-orang yang bekerja sesuai dengan passion seolah memiliki energi yang tak pernah habis. Energi mereka selalu fully charged. Selalu ada energi baru dan energi yang terus terisi penuh.

Ayo, tetaplah bersemangat dan Salam ANTUSIAS dari Top Trainer Indonesia!

#toptrainerindonesia

Share this:

You might also like this:

New Year, Old Spirit? (Bagaimana Tetap Antusias Di Tahun 2018)

New Year, Old Spirit? (Bagaimana Tetap Antusias Di Tahun 2018)

Ingin Tidak Gampang Stress? Kembangkan Kecerdasan Emosional Yang Baik

Ingin Tidak Gampang Stress? Kembangkan Kecerdasan Emosional Yang Baik

Connect with Your Audience!

Connect with Your Audience!

Menjadi Orang Tua Ber-EQ Tinggi!
38 | Parenting

Menjadi Orang Tua Ber-EQ Tinggi!

Hati-Hati Anak yang Kekurangan Cinta
39 | Parenting

Hati-Hati Anak yang Kekurangan Cinta

“Imagineering”: Belajar dari Kesuksesan Walt Disney
31 | NLP

“Imagineering”: Belajar dari Kesuksesan Walt Disney

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *