GENERASI BABY BOOMER

1017 | Sep 12, 2017 | HR Excellency | Tips & Motivasi
GENERASI BABY BOOMER

Generasi Baby Boomer (sebelum tahun 1970)

  • Lahir setelah PD II, ekonomi menjadi alasan bekerja yang penting
  • Sopan santun dan tata krama
  • Hasil tempaan dan didikan yang keras, sehingga juga menerapkan hal ini dalam hidup mereka
  • Sering membanggakan pengalaman dan pengetahun praktis lapangan yang mereka miliki
  • Kadang pendidikan terbatas, karena alasan ekonomi
  • Kadang agak kaku karena hasil didikan masa lalu
  • Terkadang suka bernostalgia soal masa lalu mereka
  • Lahir dari keluarga besar
  • Disiplin sangat tinggi
  • Terkadang agak telat dalam hal teknologi baru bahkan terkesan menolak teknologi baru

Cara Menyikapi Baby Boomer:

  • Bersikaplah sopan bahkan cara memanggil mereka pun haruslah menunjukkan penghormatan pada mereka
  • Adat istiadat dan taat cara sopan santun menjadi cukup penting dalam berurusan dengan mereka
  • Hargai pengalaman mereka dan mintalah pendapat mereka tentang sesuatu
  • Dengarkanlah mereka, meskipun merekapun tidak menuntut harus dituruti tapi paling tidak dengarkanlah pertimbangan mereka
  • Pahami kalau kadang mereka bersikap kaku, keras dan agak tegas dalam berbagai hal dan prinsip, hal ini terkait dengan pola didikan mereka

Generasi X: (lahir tahun 1970-an)

  • Punya latar belakang yang mirip dengan Baby Boomer hanya saja kesempatan dan pendidikan mereka bisa lebih maju karena peluang lebih terbuka
  • Jauh lebih adaptif, luwes dan lebih terbuka
  • Pekerja keras dan cukup loyal
  • Beberapa diantaranya masih punya latar belakang yang sulit dengan kondisi ekonomi yang susah
  • Dididik dan dibesarkan langsung oleh Baby Boomer yang keras, jadi masih merasakan kerasnya kehidupan
  • Terkadang bisa sangat ambisius, materialistik atau punya keinginan berprestasi yang tinggi
  • Keinginan untuk menunjukkan bahwa mereka telah mapan dan berhasil
  • Mulai mengenal dan beradaptasi dengan teknologi meskipun kadang tidak secanggih kecepatan generasi berikutnya

Cara Menyikapi Generasi X:

  • Puji dan apresiasilah pencapaian atau prestasi mereka ataupun kepemilikan mereka (posisi, barang, dll)
  • Libatkan mereka dalam diskusi, tetapi tidak perlu sesopan seperti memperlakukan Baby Boomer
  • Kadang motivasi dengan menggunakan pain (apa akibat buruknya kalau tidak dikerjakan) lebih berdampak buat mereka daripada pleasure (apa iming-imingnya kalau dikerjakan)
  • Melakukan sesuatu dengan sebuah tujuan yang idealis, masih cukup mempan untuk menggerakkan mereka

Generasi Y: (lahir antara tahun 1980-2000)

  • Lebih terbuka dan lebih to the point dalam berkomunikasi sehingga terkadang terkesan tidak tahu tata karma
  • Kurang suka formalitas
  • Menyukai egalitarian (kesetaraan) bukan model kepimpinan yang hirarkis
  • Intelek, rata-rata memiliki pendidikan yang tinggi bahkan banyak yang mengenyam pendidikan di luar negeri
  • Sangat fleksibel dan adaptif
  • Sering terkesan kurang disiplinnya
  • Lebih kreatif dan terbuka terhadap berbagai perubahan dan pendekatan baru
  • Memikirkan cara-cara yang lebih efisien dan lebih praktis dalam melakukan sesuatu
  • Mulai sadar dengan teknologi dan membiasakan dirinya dengan berbagai teknologi terbaru

Cara Menyikapi Generasi Y:

  • Tidak menyukai formalitas, to the pointlah dalam menyampaikan sesuatu kepada mereka
  • Tidak suka main “agenda terselubung”, mereka ingin tahu isu yang sesungguhnya serta terlibat mendiskusikannya
  • Mereka bisa bersikap emosional dan reaktif terhadap suatu kejadian, pahami gejolak mereka untuk membuktikan eksistensi mereka. Pahami dan nasihati dengan bijak
  • Ajak brainstorming ide, mereka kadang bisa mengeluarkan ide-ide yang sangat kreatif
  • Bersikaplah egaliter jangan sok mendikte. Jadikanlah mereka sebagai sahabat

Generasi Z: (setelah tahun 2000)

  • Lahir dengan kondisi yang nyaman dan enak sehingga sikap mereka cenderung lebih fun dan informal
  • Sangat familiar dengan teknologi tinggi
  • Gampang bosan, suka tantangan dan stimulasi yang baru
  • Lebih narsis dan ingin menunjukkan kehidupan pribadinya
  • Mudah mengungkapkan perasaannya secara terbuka, meskipun kadang terkesan berlebihan (lebay)
  • Banyak dilindungi dan diperlakukan dengan protektif oleh orang tua yang terdidik, akibatnya kadang kurang tinggi daya juangnya
  • Seperti memiliki energi tinggi yang seakan tidak ada habis-habisnya apalagi kalau mereka menyukai sesuatu yang mereka kerjakan
  • Suka berpetualang dan berbagai aktivitas yang memungkinkan untuk didokumentasikan dengan bagus di sosial media mereka

Cara Menyikapi Generasi Z:

  • Berilah tantangan serta proyek-proyek yang menantang untuk dikerjakan
  • Terlibatlah dalam kehidupan mereka, termasuk ikuti sosial media mereka
  • Lakukan sesuatu dengan cara yang lebih informal serta fun
  • Hargai keterlibatan mereka dengan gadget dan kalau perlu kaitkan antara pekerjaan sekarang dengan penggunaan gadget tersebut
  • Ciptakan lingkungan kerja dan hubungan yang lebih informal
  • Kenali diri mereka secara pribadi, termasuk hobi dan kebiasaan serta gunakan hal itu untuk mengapresiasi mereka secara personal

 

 

 

Share this:

You might also like this:

3 Tips Bisa Sukses Di Usia Muda!

3 Tips Bisa Sukses Di Usia Muda!

Tujuh Pelajaran Paling Inspiratif dari Tokoh Gatotkaca

Tujuh Pelajaran Paling Inspiratif dari Tokoh Gatotkaca

Annoying Co-Worker: Tips Menghadapi Rekan Kerja Yang Menyebalkan

Annoying Co-Worker: Tips Menghadapi Rekan Kerja Yang Menyebalkan

Hindari EQ Jongkok!

Hindari EQ Jongkok!

Merindukan Pemimpin Yang Tidak Egois

Merindukan Pemimpin Yang Tidak Egois

Miliki dan Atur Rencana Bisnis di Luar Negeri? Mengapa Tidak!

Miliki dan Atur Rencana Bisnis di Luar Negeri? Mengapa Tidak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *