Emotional Quality Management Public Workshop Angkatan 63, Jakarta 18-19 November 2019

15 | Nov 20, 2019 | HR Excellency | Latest Event

Rasanya baru kemaren kami mengadakan Public Workshop kami untuk pertama kalinya di tahun 2019 ini. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Public Workshop HR Excellency terakhir di tahun 2019 pun terlaksana sudah. Emotional Quality Management Public Workshop Angkatan 63 pun berakhir dengan… memorable moment. Tak akan pernah terlupakan. Ya… workshop yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Slipi tanggal 18-19 November 2019 ini mempunyai kenangan tersendiri. Mulai dari jumlah peserta yang melebihi target hingga kami harus pindah ke ruangan yang lebih besar. Pesertanya pun berasal dari berbagai latarbelakang perusahaan dengan latarbelakang ekspektasi yang berbeda-beda pula. Dan yang menarik dikelas kali ini ada peserta yang low vision serta peserta tunarungu yang memakai implan koklea yang dengan penuh semangat mengikuti 2 hari workshop kami. Semangat yang benar-benar menjadikan semangat kami pun berkali lipat untuk berbagi.

Sebuah semangat yang terus dibangun sejak 15 tahun yang lalu mempelopori training EQ di Indonesia. Tentunya ini bukan hal yang mudah. Namun sejak dipopulerkan di tahun 1995an oleh Daniel Goleman lewat bukunya, “Emotional Intelligence : Why It Matter More Than IQ” ada beberapa situasi yang membuat EQ justru dipandang semakin penting. Adapun ke-3 alasannya: Statement-statement dari para Public Figure, Kasus-kasus akibat rendahnya EQ, dan Buku-buku dan hasil riset. Dan semua alasan ini pun yang membuat para peserta menjadi sangat antusias untuk mengikuti setiap materi dengan seksama sejak awal hingga akhir. Bagaimanapun juga tidak semua peserta hadir diawali dengan perasaan butuh tapi lebih pada melaksanakan tugas yang diberikan atasan atau manajemen. Namun dikala mereka bisa memahami manfaatnya… peserta pun makin menyadari akan pentingnya workshop ini untuk mereka.

Peserta pun mengerti bahwa paham kesuksesan telah bergeser. Dulu, orang begitu yakin bahwa kecerdasan otaklah yang membuat orang sukses dalam hidupnya, entah dalam pekerjaan, hidup berumah tangga, maupun hidup sosial di masyarakat. Namun, banyak fakta yang justru menunjukkan kebalikkannya. Lewat berbagai tips yang dibagikan oleh para Master Trainer dalam hal ini Bp. Anthony Dio Martin dan Bp. Max Sandy, para peserta semakin tahu apa saja yang selama ini belum mereka sadari. Apa saja yang selama ini menjadi hal yang belum mereka terima dalam hidupnya dan perlu untuk dibereskan. Semua dibahas tuntas di sini. Dan semuanya ini merupakan bagian dari 4 Tangga Kecerdasan Emosional (EQ) yang diajarkan di workshop 2 hari ini yaitu: Awareness (penyadaran), Acceptance (penerimaan), Affection (persaudaraan) dan Affirmation (penguatan).

Berbagai pembelajaran tentang EQ sudah disampaikan. Berbagai tips telah dibagi. Berbagao modal berupa Buku, CD, Biodot dan sebagaianya telah diterima. Semoga ini bisa menjadi daya pendorong yang besar juga untuk semua peserta mengaplikasikan EQ tidak hanya di pekerjaan, keluarga maupun kehidupan sosial dan berbangsa. Hanya dengan mengaplikasikan saja EQ bisa berguna dan meningkat. Hanya dengan mengalami interaksi, perjumpaan, dan persentuhan dengan orang-orang dan pengalaman konkret, kita bisa mengolah dan meningkatkan kecerdasan emosi. Bagaikan besi yang bergesekan di rel kereta api. Gesekan itulah yang membuat kereta api bergerak maju. Selamat bergerak maju bersama EQ dan jadilah seorang yang Cerdas Emosi!

Share this: