6 Tantangan Work From Home (WFH) dan Saran Mengatasinya

167 | May 8, 2020 | HR Excellency | Emotional Intelligence | Tips & Motivasi
6 Tantangan Work From Home (WFH) dan Saran Mengatasinya

Tahun 1665. Saat itu, wabah besar melanda Inggris. Semua dipulangkan. Pada saat itu, Isaac Newton, baru berusia 20an dan sedang studi di Trinity College, Cambridge. Saat itu, demi menghentikan penyebaran virus keluarlah aturan soal social distancing. Jaga jarak dan mengisolasi diri. Murid-murid yang sekolah di Cambridge, akhirnya dipulangkan. Tak terkecuali Isaac Newton.

Tanpa bantuan seorang profesorpun, jutsru itu adalah masa paling luar biasa dalam kehidupan Isaac Newton. Ia terpaksa pulang belajar di rumahnya, Woolsthorpe Manor, berjarak 60 miles dari utara Cambridge. Tahukah Anda? Justru masa isolasi itulah masa yang paling luar biasa. Pertama, Newton mulai mengerjakan soal-soal matematik yang masih jadi PRnya. Dan itu menghasilkan ilmu kalkulus awal. Kedua, dia bawa pulang beberapa prisma yang lantas dia lubangi kecil-kecil yang menjadi teori awal soal optik. Ketiga, dia punya kesempatan merefleksikan soal pohon apel. Jadi bukan gravitasi ditemukan bukan karena apel jatuh di kepalanya. Tapi, justru Newton melihat apel yang jatuh dan mulai berpikir, “Ada sesuatu yang luar biasa yang menarik itu. Bagaimana kalau kekuatan ini sebenarnya bukan sebatas pohon, tapi bisa sampai ke bulan?” Dan disitulah lahirnya teori gravitasi!

Itulah kisah work from home yang inspiratif. Kalau tidak dipulangkan dan tetap sibuk belajar di Trinity College, mungkin Newton tak punya waktu merenungkan soal gravitasi. Apa pembelajarannya? Artinya, masa work from home (wfh) bisa menjadi masa paling produktif! Itu kalau Anda bisa menggunakannya secara optimal.

Inilah 6 Tantangannya

Problemnya, yang kita lihat di masa pendemi Corona ini justru work from home menjadi masa paling tidak produktif. Bahkan, ada banyak selebritis dan pemikir yang menentang bahwa work from home, harus tetap dipaksa produktif. Bagi mereka, ini justru menambah stres.

Tentu saja, belajar dari Newton, produktif tidak harus identik dengam stres. Produktif juga bisa dilakukan dengan fun. Kita masih tetap bisa memasukkan unsur-unsur fun didalam apa yang kita kerjakan. Termasuk tugas kantor, yang masih harus dikerkakan di rumah.

Yang jadi problem, secara umum, kita mengalami 6 tantangan ini. Keluhan inilah yang mulai banyak bermunculan.

Pertama. Time Challenge. Yakni tantangan menggunakan waktu secara efektif. Karna longgarnya pengawasan, kadang waktu berlalu secara kurang produktif.

Kedua. Proactivity Challenge. Yakni tantangan secara proaktif menyelesaikan pekerjaan dengan supervisi yang minim.

Ketiga. Focus Challenge. Tantangan fokus melakukan pekerjaan, tanpa terganggu. Padahal di rumah, biasanya distraksinya sangat banyak.

Keempat. Isolation Challenge. Tantangan merasa sendirian, terisolasi serta ter-disconnected dari tim. Kadang ini bisa jadi sumber stres, khususnya buat mereka yang extrovert. Sebagai contoh, seorang wanita penyanyi muda bernama Beth Palmer di Inggris, bunuh diri karena tidak tahan terisolasi.

Kelima. Priority Challenge. Tantangan tetap memiliki prioritas pada proyek pekerjaan penting serta memberikan hasil. Masalahnya banyak organisasi yang mulai mengeluh betapa banyak hasil pekerjaan yang terbengkalai dan tertunda gara-gara harus bekerja dari rumah.

Keenam. Learning Challenge. Ini juga menarik yakni tantangan buat bisa terus mengembangkan diri dan terus belajar. Untungnya saat ini, ada banyak bermuncul pembelajaran online yang bisa diikuti.

Bagaimana Mengatasinya?

Para ahli tentang produktivitas dari seluruh dunia, termasuk misalkan tim ahli dari Singapore National Employers Federation (SNEF) umumnya menyarankan 3 hal penting.

Pertama-tama. Anda harus memiliki jadwal dan skedul. Paling bagus adalah memiliki jadwal dan skedul mingguan dan harian. Dengan demikian, Anda tahu apa yang harus dikerjakan setiap minggunya serta setiap harinya.

Kedua, pakai waktu secara rutin serta usahakan distraksi seminim mungkin. Masih terkait dengan mengoptimalkan waktu, salah satu terbaik adalah mendisiplinkan diri. Termasuk waktu khusus ini juga diumumkan kepada anggota keluarga, supaya Anda tidak terus-menerus diganggu.

Ketiga, ciptakan sebuah spot kerja. Di salah satu sudut ruangan, buatlah semacam kantor kecil dimana Anda bisa bekerja. Problemnya, bagi banyak orang, rumah konotasinya “rileks”, “santai”. Untuk itu, kita bisa sengaja mengatur atau menciptakan sebuah tempat yang bisa kita “biasakan” untuk berkarya dan produktif.

Dan tentunya satu saran terakhir, lakukan semuanya itu dengan fun. Pastinya, Newton melakukan semua tugas rumahnya dengan fun, dan itulah yang menghasilkan karya-karya besar. Siapa tahu justru work from home ini menjadi momen yang membuat Anda bisa bikin terobosan besar dalam hidup Anda?

Share this:

You might also like this:

15 Tahun Training Kecerdasan Emosional (EQ) Terbaik di Indonesia: Apa Rahasianya?

15 Tahun Training Kecerdasan Emosional (EQ) Terbaik di Indonesia: Apa Rahasianya?

Disiplin: A Path Way to Success

Disiplin: A Path Way to Success

Hindari EQ Jongkok!

Hindari EQ Jongkok!

Inilah Faktor Utama Yang Menghambat Tercapainya Cita-Citamu!

Inilah Faktor Utama Yang Menghambat Tercapainya Cita-Citamu!

Inilah 7 Manfaat Yang Diperoleh Dari Training Kecerdasan Emosi (EQ)!

Inilah 7 Manfaat Yang Diperoleh Dari Training Kecerdasan Emosi (EQ)!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *