3 Alasan Mengapa Disiplin Itu Penting Bagi Sukses Anda

200 | Mar 12, 2018 | HR Excellency | Tips & Motivasi
3 Alasan Mengapa Disiplin Itu Penting Bagi Sukses Anda

Pernah suatu kali, tatkala sedang memberikan suatu training, seorang peserta bertanya, “Apa ya kira-kira pekerjaan yang mudah, yang akan membuat kita gampang sukses?”.  Anda perhatikan pertanyaannya kembali. Ada dua kata kunci yang ditanyakan, “MUDAH” dan “GAMPANG SUKSES”.

Pertanyaan itu sendiri mengandung permasalahan.

Masalahnya, tidak ada sukses yang bisa datang dengan mudah. Kecuali, kalau Anda dilahirkan dalam keluarga yang kaya raya ataupun Anda tiba-tiba menang undian uang yang begitu banyak. Namun, orang yang lahir dalam keluarga kayapun, banyak juga yang berakhir dengan miskin. Begitu pula, banyak juga pemenang lotere di Amerika dan inggris, yang kembali berakhir dengan kemiskinan. Bahkan lebih parah lagi level kemiskinannya. Mengapa?

Kembali ke pertanyaan tadi: mereka ingin MUDAHnya saja, tanpa mau membayar ongkosnya. Dalam hal ini, salah satu ongkos menjadi sukses adalah satu: DISIPLIN yang tinggi.

Sebagai contoh ketika Brandon Burchard menjadi seorang trainer yang dibayar mahal karena memiliki follower yang banyak sekali di media sosialnya. Dia ditanya mengenai kunci suksesnya. Jawabnya sederhana: DISIPLIN. Brandon mengatakan dirinya rajin membuat video motivasi dan pengajarannya setiap minggu dan diunggah. Lalu, dia sendiri yang secara disiplin berlatih dan belajar cara pengkodean serta membuat program sederhana untuk kebutuhan websitenya sendiri, pada saat memulainya. Itulah kedisiplinnya dalam melakukan Digital Marketing. Disiplin itulah yang kini membuatnya kini dibayar mahal.

Ataupun, saat ingin menulis buku pertama kalinya, saya ingat ketika membuat komitmen. Lalu, selama dua tahun, hampir setiap hari saya memutuskan untuk mempunyai kemajuan dalam menulis buku. Hasilnya, adalah buku pertama saya, EMOTIONAL QUALITY MANAGEMENT.

Jadi, bagaimanakah DISIPLIN Anda?

Pertanyaan lebih lanjut, dalam pekerjaan kita, apa sih pengaruh dari DISIPLIN ini buat kita?

Inilah tiga hal yang terkait dengan sikap disiplin dalam pekerjaan kita.

Disiplin Menunjukan Anda Sungguh Profesional

Disiplin membuat kita terbiasa untuk menepati janji. Inilah yang pada gilirannya akan membuat kita lebih mudah mendapat kepercayaan orang lain. Soalnya, orang yang disiplin akan selalu konsisten dengan apa yang ia ucapkan dan memiliki komitmen yang tinggi atas segala sesuatu yang ia kerjakan. Sehingga, sejak ia masih jadi bawahan pun, ia akan mudah menjadi orang kepercayaan. Dan ketika jadi atasan pun, anak buah mempercayai kata-katanya. Pelanggan pun percaya kepadanya. Nah, herankah Anda kalau Anda melihat banyak orang berdisiplin tinggi, yang membuat bisnisnya tambah maju?

Mempertahankan Serta Memuluskan Laju Kesuksesan Karir

Pertanyaan sederhana, atasan mana yang betah memiliki karyawan yang sering datang terlambat, serta tidak punya disiplin sama sekali? Bawahan mana yang akan loyal dengan atasan yang tidak bisa dipegang kata-katanya. Dan pelanggan mana yang mau memberikan rejeki kepada penyedia jasa atau poduk yang tidak konsisten serta karyawannya suka molor dalam memberikan layanan dan tidak punya disiplin? Kembali ke persoalan disiplin karyawan dan karir. Bayangkan, kalau karyawan tersebut sering datang terlambat dengan alasan yang tidak masuk akal. Logikanya, sudah pasti kinerjanya tidak bisa konsisten. Target yang diberikan akan molor dan dia akan sering mencari alasan. Dan fakta menunjukkan, bahwa PHK kerap kali terjadi kepada pegawai yang tak punya disiplin. Oleh karena satu kalimat untuk menjaga karir Anda di masa depan: milikilah rasa disiplin ini!

Awalnya Mungkin Sulit, Namun Akhirnya Hidup Anda Akan Dipermudah

Zig Ziglar seorang pakar motivasi berkata, “Kalau kita bersikap keras kepada dunia, maka akhirnya dunia akan bersikap lembut pada kita. Tetapi, kalau kita bersikap lembut kepada dunia, akhirnya dunia akan bersikap keras kepada kita”. Artinya, kalau kita ingin mudahnya tanpa mau susah-suah berdisiplin, maka akhirnya jalan hidup kita akan menjadi begitu sulitnya. Bahkan penulis dan pembicara mendiang Stephen Covey pernah mengutip kalimat menarik, “Sebenarnya orang suksespun memiliki rasa malas seperti yang dirasakan orang lain umumnya. Hanya saja, mereka tetap berusaha melakukan dan menjadikan itu sebagai kebiasanannya sehingga kebiasaan inilah yang akhirnya menentukan masa depan mereka”.

Dengan kata lain, bekerja dengan disiplin tinggi, pada akhirnya justru akan mempermudah seseorang dalam mengerjakan tugasnya. Awalnya mungkin tertatih-tatih. Sementara orang lain sudah menyerah atau tidak mau melakukannya, orang yang berdisiplin terus berlanjut. Berkat kedisiplinannya itulah, maka membuatnya bisa melakukan hal yang sulit, dengan cepat. Dengan demikianlah, ketika orang lain membutuhkan jasa atau bantuan, orang inilah yang dicari dan dibutuhkan. Dan untuk melakukan pekerjaan yang bagi orang lain tampaknya sangat musthil dan sulit, tetapi baginya adalah hal yang mudah. Sebab dulunya, ia telah mendisiplinkan diri mengerjakan. Jadinya, hal itu menjadi sesuatu yang mudah.

Nah, begitulah. Setidaknya, itulah ketiga alasan yang menjelaskan mengapa pada akhirnya disiplinlah yang akan menghantar Anda ke depan pintu gerbang kesuksesan yang lebih tinggi. Atau, kalaupun Anda tidak percaya dengan tulisan ini, tanyakanlah kepada para begitu banyak orang sukses yang mengaitkan kesuksesannya dengan rasa disiplin yang dimilikinya. So, masihkah Anda tidak ingin berdisiplin?

Salam sukses dari Top Training Indonesia!

#toptrainingindonesia #disiplin

Share this:

You might also like this:

Tiga Level of High Impact Trainer

Tiga Level of High Impact Trainer

Bantu Rencanakan Karier Karyawan

Bantu Rencanakan Karier Karyawan

Pentingnya Presentasi Untuk Melejitkan SUKSES Karir Anda

Pentingnya Presentasi Untuk Melejitkan SUKSES Karir Anda

Tindakan Tepat untuk Karyawan Terlambat

Tindakan Tepat untuk Karyawan Terlambat

Mengenali dan Me-manage 7 Ciri Toxic Employee!

Mengenali dan Me-manage 7 Ciri Toxic Employee!

Observasi…. Sumber Belajar yang Kaya

Observasi…. Sumber Belajar yang Kaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *