Anthonydiomartin
Salam Antusias!
Hi..hello! Terima kasih ya telah berkunjung ke website HR Excellency - salah satu lembaga training terkemuka di Indonesia untuk pengembangan personal, tim dan organisasi. Jika ada pertanyaan, kebutuhan dan permintaan informasi silakan menghubungi kami.

#1 Most Favourite Presentation Skills Training: “RAHASIA APA YANG BISA MEMBUAT PESERTA SUKA DENGAN PROGRAM PRESENTASINYA HR EXCELLENCY?”

165 | Sep 18, 2019 | HR Excellency | Tips & Motivasi | Training Presentasi
#1 Most Favourite Presentation Skills Training: “RAHASIA APA YANG BISA MEMBUAT PESERTA SUKA DENGAN PROGRAM PRESENTASINYA HR EXCELLENCY?”

Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum menjadi suatu hal yang menakutkan. Hal itu bisa terjadi kepada siapapun, baik yang masih bersekolah, kuliah, ataupun yang sudah bekerja dan berkeluarga. Perasaan takut dan rasa deg-degan sering kali muncul ketika kita sudah melihat ada banyak sekali orang yang telah siap untuk memperhatikan kita.

Bagi sebagian orang, rasa takut dan deg-degan itu sudah terjadi sehari sebelum dimulainya public speaking. Padahal, public speaking sangat penting dan diperlukan oleh semua orang dalam berbagai aspek kehidupan.

Salah tokoh yang menganggap bahwa public speaking penting adalah Demosthenes. Dia adalah orator ulung dari Athena kuno, Yunani. Hampir di setiap kelas training, seminar ataupun buku-buku public speaking kisah nyata Demosthenes di dengungkan untuk menginspirasi banyak orang yang menyatakan tidak mampu untuk berbicara di depan umum.

Demosthenes adalah seorang yang memiliki penyakit gagap. Ditertawai saat tampil di depan umum sudah menjadi hal biasa baginya. Ia bahkan harus kehilangan hak atas harta warisnya karena kalah dalam debat sidang.

Ia kalah karena gagap dan tidak bisa mengolah kata-kata dengan baik. Alih-alih kecewa karena sering ditertawai dan kehilangan harta yang sangat banyak. Ia justru memilih untuk bisa menyembuhkan kegagapannya. Dia lebih memilih untuk mengubah kekalahannya menjadi kemenangan.

Gagap, kekalahan, dan kemiskinan bukanlah hal permanen. Gagap, kekalahan dan kemiskinan bukanlah tidak bisa diubah. Dirinya mulai berlatih keras untuk menghilangkan kekurangannya ini.

Dirinya berlatih pidato dengan menaruh kerikil ke dalam mulutnya agar bisa berbicara dengan jelas. Sekali salah ucap, dirinya mengulang lagi dan memperbaikinya dari awal.

Latihan yang dilakukan Demosthenes bukanlah latihan biasa, ia berlatih setiap hari di tepi pantai dan berbicara sekeras mungkin hingga mengalahkan suara ombak. Dirinya juga sering berlatih di dalam goa yang sunyi agar bisa mendengar jelas perkataannya. Berkat kerja kerasnya, kini sejarah mencatat dirinya sebagai seseorang yang mampu mengalahkan kegagapannya dan berubah menjadi seseorang yang bisa mempengaruhi orang lain lewat pidatonya.

Cerita Demosthenes membuktikan bahwa orang butuh belajar kemampuan public speaking untuk bisa bersaing di dunia pekerjaan, meraih kesuksesan di semua bidang, tidak terlepas dari kemampuan public speaking yang dimiliki orang tersebut. Saya yakin, semua orang bisa melakukannya tentunya dengan cara yang berbeda dengan Demosthenes. Poin pentingnya adalah mau berlatih, terus berlatih dan diberi feedback oleh ahlinya.

Mengingat pentingnya kemampuan public speaking dan presentasi yang harus di miliki oleh semua kalangan, maka HR Excellency mengembangkan suati program presentasi yang telah diikuti berbagai kalangan, serta berbagai jenis perusahaan. Nama program itu, juga tidak tanggung-tanggung yakni 3P: POWERFUL PERSUASIVE PRESENTATION!

Mengapa Judulnya Powerful Persuasive Presentation?

Alasannya sederhana. Saat ini, orang berlomba-lomba untuk memberikan informasi. Orang pun berlomba-lomba mempengaruhi, dengan produk dan jasanya. Makanya, kalau presentasi kita tidak powerful, alais melempen. Maka, kita tak akan didengarkan.

Selain itu, juga perlu persuasif. Mengapa persuasive? Menurut salah satu pakar ilmu persuasi di dunia Robert Cialdini, “Tanpa kemampuan untuk mempersuasi, maka kata-kata dan kalimat yang kita ucapkan tidak ada bedanya dengan suara mesin, suara lonceng ataupun suara-suara yang kita dengar setiap hari. Tapi tidak kita pedulikan”. Itulah sebabnya, sebuah presentasi harus bisa menggerakkan pendengar kita, apapun maksud dan tujuannya!

Apa Sih Yang Harus Menjadi Fokus Program Presentasi Yang Bagus?

Terus-terang, program presentasi yang dikembangkan oleh HR Excellency telah melewati suatu proses evolusi yang cukup panjang. Program ini telah diberikan sejak tahun 2002, ketika HR Excellency dibangun. Namun, dalam perjalanannya program ini mengalami modifikasi atau penyesuaian dengan kebutuhan jaman. Itulah sebabnya, program ini telah melewati serangkaian tes-retes hingga menjadi program yang sekarang ini ditrainingkan.

Jadi, pertanyaannya apa rahasianya? Apa elemen penting dalam program presentasi yang ternyata penting buat dipelajari peserta dewasa ini?

Terus terang dari berbagai komentar dan manfaat yang dikatakan oleh peserta, inilahlah elemen-elemen penting dalam program Presentasinya HR Excellency:

1. Unsur Kecerdasan Emosi
Survei membuktikan bahwa orang akan terpengaruh, yakin dengan apa yang kita sampaikan karena telah tersentuh sisi emosinya. Emosi yang menggerakkan mereka untuk bertindak. Oleh karena itu di program kami, seluruh peserta merasakan manfaat bahwa peran emosi dapat mempersuasi orang atau klien untuk membeli produk kita dan menyetujui ide yang kita tawarkan. Mereka menyadari bahwa kecerdasan emosi sangat diperlukan saat mereka presentasi. Dan materi mengenai kehebatan emosi untuk mendukung presentasi para peserta tambah powerful, hanya mereka dapatkan di Powerful Persuasive Presentation. Maka, ketika praktek dan role play pun trainer akan selalu berkata, “Mana ekspresinya?”, “Ayo, rasakan apa yang kamu sampaikan! “, “Feel what you said!”. Intinya, kalau yang membawakan bisa merasakan emosinya, peserta juga akan bisa meresakannya!

2. Adanya Pre – In – Post Activity Yang Jelas
Sebelum masuk ke kelas, para peserta sudah diminta membuat rekaman video presentasinya kepada kami untuk diberikan feedback yang langsung dipandu oleh para master trainer dari HR Excellency. Ternyata ini berguna sekali, meskipun memang akhirnya jadi butuh extra tenaga dari tim trainernya! Tapi, Anda bisa bayangkan, betapa girangnya para peserta saat waktu coffee break tiba, mereka langsung dihampiri oleh para master trainer untuk langsung mendapatkan feedback secara personal mengenai video yang sudah mereka kirimkan sebelumnya. Suasana saat feedback berlangsung pun sangat friendly. Para peserta bisa sambil menikmati sajian snack yang disediakan dan kenyang dengan feedback personal yang detil dari para master trainer. Saat pembelajaran di kelas pun, keintiman para master trainer dan seluruh peserta sangat terasa. Materi yang kaya akan konten dan dibawakan dengan fun membuat para peserta sangat menikmati proses pembelajaran. Apalagi setelah training berlangsung, mereka akan mendapatkan nilai final presentation dari penampilan presentasi akhir mereka di kelas yang lengkap dengan saran perbaikan dari para master trainer. Jadi, kunci lainnya adalah karena setiap peserta mendapatkan umpan balik SECARA PERSONAL.

3. Metode Belajarnya Gak Boleh Membosankan
Para peserta menikati workshop yang disajikan dengan gaya edutainment yang mengajak keterlibatan (aktif partisipatif) peserta. Melibatkan seluruh panca indera, interaktif, menarik dan juga fun. Materi juga dikemas dengan sangat praktis dan aplikatif. Peserta larut dalam ke khusyukan karena materi disajikan dalam bentuk case-study, simulasi, role play, game, diskusi kelompok, analisa video, dan terakhir mereka mengikuti kontes presentasi dengan peserta lainnya di dalam kelas. Itulah sebabnya, mengapa trainer Presentasinya HR Excellency ini bukan hanya mampu mengidentifikasi masalah, tapi juga bisa memberikan solusi bahkan, dalam bentuk tips yang bisa langsung diaplikasikan!

4. Adanya Bahan Pelengkap Pembelajaran Yang Komplit
Sangat penting, bahwa setelah training pun peserta masih bisa belajar sendiri. Makanya, seluruh peserta mendapatkan bahan komplit untuk membantu proses pembelajaran mereka. Mulai dari buku tentang presentasi dan public speaking, CD yang berisikan template presentasi, gambar dengan resolusi tinggi, video para pembicara yang luar biasa, dan kartu pengingat materi yang di kemas dengan menarik diberikan juga kepada mereka. Ini menunjukkan “effort” serta keseriusan dari para trainer bahwa mereka memang sungguh-sungguh ingin pesertanya mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya dari program presentasi yang diberikan.

Ke-4 hal tersebut juga menjadi manfaat besar yang dirasakan oleh peserta.
Harapannya, dengan manfaat tersebut maka peserta bisa jadi presenter yang handal. Presenter powerful yang mampu meyakinkan dan mempersuasi banyak orang. Presenter yang lahir dari proses berlatih yang berdampak lengkap dengan rangkaian feedback dari para master trainernya. Presenter yang tadinya tak mampu menyampaikan kata-kata dengan terstuktur dan berenergi, namuan dengan adanya latihan dan banyaknya jam terbang, mereka menjelma menjadi sosok presenter yang luar biasa. Itulah training presentasi yang sesungguhnya!

Komentar-Komentar Positif Ini Menjadi Buktinya!

Telah berkali-kali kita mengadakan program Powerful Persuasive Presentation ini. Baik di kelas public, maupun kelas in-house untuk perusahaan klien kami. Hasilnya, inilah beberapa contoh komentar dari peserta kelas public di awal tahun 2019 yang membuat segala jerih payah dan lelah, menjadi tak terasa.

Misalkan saja, Aldy dari PT Elora Cipta Gemilang mengatakan, “Saya sangat senang dan bersyukur mengikuti training ini selama 2 hari banyak hal yang saya dapat mengenai presentasi. Saya pikir saya sudah tahu banyak soal presentasi, tapi ternyata masih banyak tips yang saya belum tahu, yang saya dapatkan disini.

Atau, komentar menarik pula dari Yusuf Irawan, dari PT Complete Selular Indonesia, yang mengatakan “Fun, keren, nggak ngantuk! Sangat luar biasa team HR Excellency yang mengajar kelas presentasi ini. Saya merasa jauh lebih baik dari sebelumnya karena ada umpan balik yang membuat saya paham kekurangan dan kelebihan saya. Saya bisa melihat perbedaan ‘before” dan “after”nya saya. Umpan balik yang bagus, yang membuat saya tahu dimana harus improve!

Begitu juga, ucapan tulus dari salah satu peserta Pak Agus Setiawan dari PT Gunanusa Eramandiri, “Training 2 hari ini sungguh banyak memberi tips dan teknik presentasi yang tidak saya sadari, misalkan teknik impromptu yang membuat saya siap bicara kapanpun soal materi apapun! Gila!

So, bicara soal presentasi memang bicara soal latihan dan bagaimana menyikapi umpan balik yang tepat!
Saat Demosthenes yang menganggap cemoohan dan kritik sebagai tantangan bagi karakternya. Dia punya tekad yang luar biasa untuk berubah dan telah memperkuat emosinya. Itu sebabnya ia memutuskan untuk melawan keterbatasannya sendiri, untuk mencapai apa yang diinginkannya, yaitu menjadi pembicara terbaik.

So, jika Demosthenes pun bisa, maka kamipun seringkali mengatakan bahwa Anda pun pasti bisa mencapainya dengan style Anda, jika terus berusaha untuk menjadi presenter dan pembicara yang lebih baik.

#training presentasi #presentation skills #pelatihan presentation skills #public speaking Indonesia

Share this:

You might also like this:

3 Tips Presentasi Persuasif: Mau Presentasi? Menarik Saja Tidak Cukup, Tapi Harus Persuasif!

3 Tips Presentasi Persuasif: Mau Presentasi? Menarik Saja Tidak Cukup, Tapi Harus Persuasif!

HATI-HATI KALAU MAU CURHAT!

HATI-HATI KALAU MAU CURHAT!

FILOSOFI BAMBU!

FILOSOFI BAMBU!

Atasi 5 Racun Emosionalmu!

Atasi 5 Racun Emosionalmu!

MENDOAKAN BISNIS PESAING

MENDOAKAN BISNIS PESAING

6 Strategi Cerdas Emosi Menghadapi Office Politics di Kantor

6 Strategi Cerdas Emosi Menghadapi Office Politics di Kantor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *