Tindakan Tepat untuk Karyawan Terlambat

Pengaruh buruk yang bisa muncul dari kebiasaan datang terlambat seorang karyawan adalah kemarahan karyawan lainnya kepada karyawan yang suka datang terlambat. Maka hal ini bisa berdampak pada suasana yang kurang kondusif jika dibiarkan. Selain itu, jika kebiasaan datang terlambat seorang karyawan dibiarkan saja, maka bisa juga menular kepada karyawan lainnya. Lalu apa tindakan tepat untuk karyawan yang suka datang terlambat? Berikut saran dari HRD Trainer pada umumnya.

Pendekatan Personal

Hindari melakukan tindakan di depan umum untuk kesalahan pertama. Kalau memang karyawan tersebut selama ini memang sudah sering tepat waktu dan ini baru pertama kalinya ia terlambat, maka lakukan pendekatan secara personal terlebih dahulu. Tanyakan alasan mengapa ia datang terlambat. Jika dirasa alasanya masuk akal kita terima dan juga kita berikan masukan untuk mengatasi hal tersebut agar tidak terlambat lagi. Kalaupun alasanya terlihat mengada-ada berikan sedikit motivasi agar lebih tepat waktu.

Berikan Surat Peringatan (SP)

Jika memang datang terlambat sudah menjadi kebiasaanya, sudah kita peringatkan dengan pendekatan personal masih tidak mempan, maka kita ambil langkah untuk memberikan SP. Pemberian surat peringatan ini juga melalui prosedur yang berbeda-beda di setiap perusahaan. Ada yang memberlakukan SP1 berlaku selama 3 bulan. SP1 berarti mengahapuskan fasilitas tunjangan  tertentu yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Jika dalam masa SP1 karyawan bersangkutan kembali mengulangi kesalahannya, maka bisa meningkat menjadi SP2 yang juga berlaku selama 3 bulan.

Pemberhentian

Jika dalam masa SP2 karyawan tersebut masih melanggar, yaitu datang terlambat, maka bisa kita berhentikan dengan baik-baik. Sampaikan dengan cara yang baik perihal pemberhentiannya karena masalah keterlambatannya yang sudah tidak bisa di toleransi perusahaan. Jangan lupa tetap sampaikan terima kasih atas kerjasamanya selama bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *