STRESS MANAGEMENT EQ
 

Kamis 29 Mei 2008

 
 

Stress merupakan Silent Killer terpenting dewasa ini

Alvin Toffler: Penyebab utama stress masa depan adalah orang diberikan terlalu banyak perubahan dalam waktu yang terlalu singkat

Stress adalah: respon diri kita (pikiran, emosi dan tubuh) terhadap suatu kondisi yang tidak normal

 

Stress is nothing more than a socially acceptable form of mental illness.  (stress pada dasarnya adalah bentul penyakit mental tetapi yang sudah umum dan bisa diterima masyarakat), kata Richard Carlson

 

Ada Berita buruk dan berita baik soal stress: berita baiknya: you create your own stress (jadi kita bisa mengendalikannya), berita buruknya: you create your own stress (jadi sumbernya ada pada diri kita sendiri juga)

 

Stress TIDAK SELALU BURUK! Kadang kita butuh stress level tertentu untuk bisa perform dengan baik

 

6 Jenis Stres: Eustres (stress yang positif), Distres (stress yang negatif), Acute Stress (stress yang kondisinya sementara), Chronic (stress yang berkepanjangan), Hyperstress (stress berlebihan karena tuntutan berlebihan), Hipostress (stress karena tuntutan kurang)

 

Ingat kata Lee Iacoca, mantan pimpinan Chrysler: Pada saat-saat stress, sangat penting untuk mengarahkan energy serta fokus kita pada hal-hal yang positif.

 

Ingat selalu: The time to relax is when you don't have time for it. 

 

Tanda-tanda Stress:

Tanda-tanda stress secara emosional: mudah tersinggung (hal sepele jadi besar), susah tidur, depresi, kurangnya minat interaksi dengan orang lain, nggak sabaran, perubahan kebiasaan (pola makan, tidur, dll)

Tanda stress secara kognitif: mudah lupa, nggak konsen, bloking, menurunnya kemampuan reaksi motorik, negative statement, produktivitas turun

Tanda stress secara perilaku: berlebihan (misalkan merokok), perilaku agreasif, mudah mengalami kecelakaan (accidental prones), nervous laughter (ketawa tapi maksa)

 

3 Level Stress Negatif di Tempat Kerja: 

Level 1: Arousal (permulaan): cemas, mudah tersinggung, sulit tidur, mudah lupa

Level 2: Stress Resistance Stage: absen, capek tanpa sebab, menunda-nunda dan sulit ambil keputusan, penarikan diri dari kehidupan social, sinis, meningkatnya rokok, makan, alcohol, dll

Level 3: Severe Exhaustion: rasa sedih berkelanjutan, capek mental dan fisik yang luar biasa, isolasi, self destruktif thought

Kesimpulan Soal Manage Stress Kita:

  • Change Your Thinking: reframe (melihat dari sisi lain), positive thinking (misalkan mengatakan untung masih hidup daripada mengutuk luka dan cacat karena kecelakaan)
  • Change Your Behavior: asertif (tegas) , management waktu (semakin kurang control atas waktu, maka perlu dibereskan), ventilasikan, humor, distraction (memang tidak selesaikan masalah, tapi bisa membuat anda lihat masalah lebih jernih missal: olah raga, nonton, dll) 
Change Your Lifestyle: diet, olah raga, tidur, terapi music, piknik, libur, hydrotherapy
 
 
   
 

home | about us | news update |Training/seminar | gallery | radio talk | testimonial | e-mail us