Bicara soal emosi adalah bicara soal pemberian tuhan yang sangat berharga dalam kehidupan manusia. Hanya saja, sayang sekali karena selama ini ada berbagai kesalahan persepsi soal emosi yang menyebabkan kita memperlakukan emosi kita dengan tidak dewasa. Inilah yang kita sebut sebagai mitos-mitos emosi. Berbagai mitos yang keliru ini, pada akhirnya menyebabkan kita salah bersikap, salah mengelola bahkan salah menangani emosi-emosi di dalam diri kita. Nah, smart emotion radio talk kita kali ini akan bicara soal bagaimana membangun emosi yang cerdas dalam diri kita dengan cara pemahaman yang benar mengenai emosi kita.
10 tahun lebih riset tentang EMOSI di Indonesia
5 Mitos emosi yang keliru:
(1) Ada emosi yang positif dan negatif
- Semua emosi pada dasarnya netral
- Emosi hanya menjadi negatif apabila akibatnya terhadap diri dan orang lain merugikan
- Aristoteles: „Anyone can be angry and that is easy but to be angry to the right person, in the right degree, in the right way and to the right purpose, that is difficult“
(2) Emosi adalah bawaan, yang tidak bisa diubah lagi (ini keliru!)
- Ada pengaruh genetika dari karakter emosi kita (penelitian Redford William)
- Nature vs Nurture
- Hypnoterapy: ada bawaan yang bisa diubah (kasus depresi yang berat karena sering dipukul): perlu berdamai dengan masa lalu (teknik-teknik regresi, bisa menyembuhkan luka-luka emosional)
(3) Emosi sepenuhnya karena faktor lingkungan semata (ini juga keliru!)
- Seorang Profesor psikiatri, Dr Redford William dari Duke University Medical Center di North Carolina, Amerika menemukan ada karakter orang yang berpotensi kemarahan tinggi. Pada mereka yang mudah marah ini, ditemukan bahwa ada bawaan genetik berupa sekresi kelenjar catecholamine yang tinggi.
(4) Emosi bisa mengurangi kualitas pengambilan keputusan kita
- Greenspan: untuk menjawab pertanyaan, “Apa kabar?”pun kita butuh emosi
- Spencer Johnson, buku YES or NO: Panduan Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik
- Rasio: data, fakta untuk membuat keputusan dengan benar, pertimbangan risiko dan untung ruginya
- Emosi: membuat kita gigih dan bertahan
- “Rasio membantu kita memilih tack yang benar, emosilah yang membuat kita terus berlari di track tersebut
(5) Emosi sama dengan marah
- Emosi lebih complicated
- 6 Emosi dasar menurut Eikman: TAKUT, MARAH, KAGUM, JIJIK, SENANG, SEDIH
TIPS:
(1) Hargai setiap emosi kita sebagai pemberian Tuhan yang berharga bagi keseimbangan diri kita.
(2) Mulai sekarang jangan lagi menganggap ada emosi yang positif dan negatif
(3) belajarlah untuk lebih peka dan menghargai perasaan kita. Bahkan, beberapa pengambilan keputusan yang intuitif pun membutuhkan emosi sebagai bahan dasarnya.
- George Ross: Donald Trump meskipun tampak rasional,banyak membuat keputusan menanyakan perasaan sendiri, apakah ia merasa nyaman ataukah tidak.
|