Talkshow menghadirkan Bp.Moh. Aryana Haribawa (Andre), Director IT PT.Lowe Indonesia (perusahaan periklanan multinasional)
Ada penelitian di tahun 1997 yang mengungkapkan bahwa orang-orang IT secara EQ jauh lebih rendah dibandingkan profesi-profesi lainnya. Bahkan telah dimuat di Harvard Business Review
Tanda-tanda yang biasanya dijumpai pada orang IT: (hal ini lebih merupakan sebuah ‘stereotipe’ daripada kenyataan yang sebenarnya. Karena tidak berarti semua orang IT demikian!):
- Lebih banyak menggunakan IQ daripada EQ
- Lebih sulit berempati dan menggunakan perasaan dalam berpikir dan bertindak
- Secara sosial, lebih sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain
- Orintasinya lebih banyak berhubungan dengan job daripada people (teknis)
Beberapa realita yang membuat orang IT dicap demikian (berdasarkan beberapa keluhan yang seringkali muncul):
- Hidup dalam dunianya yang berada di antara kotak komputer, saat di depan komputer, itulah dunia mereka
- Bahkan untuk menegur dan memberitahu rekan di sampingnya pun menggunakan email atau jaringan komputer, padahal bisa bicara langsung karena orang tersebut disampingnya
- Kehidupan sosialnya kurang, hanya dengan orang-orang yang seminat (kebanyakan dari IT juga), dan kurang berbaur dengan unit atau bagian lain
- Beberapa diantaranya sulit mengerti dan memahami kebutuhan orang lain sehingga seringkali jadi konflik dengan bagian/unit lain karena beda persepsi (kasus IT dengan marketing)
Kenyataan menunjukkan, banyak juga sikap TIDAK FAIR dan sikap rekan-rekan IT ini terjadi, bukan tanpa alasan. Berbagai perlakuan pada rekan-rekan IT:
- Mereka diperlakukan hanya sebagai ‘trouble shooter’, hanya kalau ada masalah. Saat segalanya berjalan lancar, tidak diapresiasi
- Jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting, hanya soal teknis baru dilibatkan. Jangan heran, orang IT jadi kehilangan ‘konteks’ dengan gambaran besar suatu proyek
- Mereka dicap ‘nerd’, dikotakkan dan ditinggalkan. Kurang dirangkul, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam berbagai proyek penting di kantor
Mengapa EQ penting bagi orang IT:
- IT merupakan fungsi yang vital. Banyak informasi dan data penting dapat diakses oleh orang IT. Jika karakternya orang IT bermasalah, data tersebut bisa menjadi masalah!
- IT banyak bersinggungan dengan pihak lain. Di banyak perusahaan IT adalah support bisnis yang penting. Tanpa EQ yang baik, konflik akan sering muncul.
- Berbagai ‘stereotipe’ pada orang IT, justru menjadi tantangan bagi orang IT dengan membangun EQ yang tinggi
Tips dan saran bagi orang IT (dari Bp.Moh. Aryana Haribawa & Anthony Dio Martin):
- “Get out of your box” (Jangan hanya bicara soal IT, berusahalah punya minat dengan bidang-bidang lain, khususnya yang berhubungan dengan otak kanan)
- Terlibatlah dengan bidang-bidang lain di perusahaan, dan berusahalah membangun ‘bisnis sense’ dan mencoba melihat dari kacamata mereka
- Baca, dengar, dan ikuti berbagai seminar yang berusaha mengimbangi hal-hal teknis IT dengan hal-hal yang bersifat pengembangan diri dan people skills
Ketahui area-area dalam EQ yang masih kurang (mintalah feedback dari orang lain) dan berusahalah menutupi area yang kurang tersebut dengan komitmen mengembangkan diri |