MANUSIA NARSIS
 

Kamis, 14 Agustus 2008

 
 

Berdasarkan buku Social Intelligence, karya Daniel Goleman: Orang yang mengalami kesulitan hubungan dan empati dibagi dalam 3 golongan:

(1) Narcis;

(2) Machiaveli;

(3) Psikopath/Sosiopath

 

Mereka-mereka ini disebut:  Tiga Sekawan Kelam (The Dark Triad)

Mereka tidaklah memenuhi kategori diagnosa psikologis, jadi tidak berada di rumah sakit jiwa, tetapi mereka berada di sekitar kita (di rumah, di sekolah, di universitas, di lembaga, di pemerintahan, di lingkungan kerja)

 

Prinsip utama manusia narsis:  Dunia ada untuk memujaku

 

Kisah Narcisus yang lebih mencitai dirinya sendiri

  • Dewi Echo mengutarakan isi hatinya pada Narcissus. Tapi, lelaki ini menampiknya dengan kasar. Dikutuk oleh Apollo, sehingga Narcissus mati di tepi kolam karena jatuh cinta pada bayangannya sendiri.

 

1898, seorang psikolog Inggris Havelock Ellis pertama kali menggunakan simbol Narcissus untuk menyebut orang yang kelewat mencintai dirinya sendiri

 

Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR) perilaku narsisistik yang berlebihan dianggap bagian dari gangguan kepribadian NPD (Narsisistic Personality Disorder)

 

Sebenarnya narcis itu tidaklah jelek dan ada yang positif, suka jadi popular, mereka bisa melakukan hal heroik supaya dikagumi, bukan karena value:

  • Jangan salah, banyak orang Narcis yang kemudian menjadi sukses
  • Senang dengan pekerjaan tantangan tinggi, karena kalau bisa lewati mereka akan diberikan tepuk tangan
  • Selama tidak merugikan orang lain, sebenarnya tidaklah terlalu bur
  • Dari “Tiga sekawan kelam”, ini yang paling tidak berbahaya

 

Ciri-ciri orang yang narsis:

  • Senang menjadi pusat perhatian
  • Senang membangga-banggakan dirinya secara berlebihan sekali.
  • Orang Narsis berbeda dengan orang yang percaya diri karena hampir setiap hari ia hanya berbicara soal kehebatan, kelebihan, dan selalu membutuhkan orang lain untuk memuja dirinya.
  • Mengeksploitasi orang lain agar selalu merasa bangga dan menyukai dirinya. Di saat orang mulai tidak tertarik kepadanya, ia akan segera mencari korban lain yang akan senang memberikan pujaan bagi dirinya.

 

Permasalahan terbesar pada orang Narsis: hanya mengambil dari orang-orang di sekelilingnya, tetapi tidak memberikan balik secara tulus. Kalaupun ia memberi untuk orang lain, yang dia harapkan adalah pujian dan pemujaan terhadap dirinya.

Terkadang, orang Narsis ini bisa berlaku sangat baik dan sempurna kepada orang lain, tertapi terhadap orang-orang di sekelilingnya, terhadap anak buahnya maupun keluarganya, ia bisa jadi sangat kejam bahkan terkesan jahat.

Orang narsis pun tidak segan-segan men-‘teror’ orang lain yang bermasalah dengannya dengan sms, email maupun telepon yang membuat orang lain bergantung padanya. Atau, setidak-tidaknya membuat mereka merasa bersalah sekali.

 

Kisah Anna Edson Taylor: 1901 menjadi orang yang pertama kali mampu menyusuri air terjun Niagara serta terjun dari atas air terjun itu hingga ke bawah dengan hanya masuk ke dalam sebuah tong! Pokoknya, hampir kepada semua orang yang pernah bertemu dengannya Anna menceritakan prestasinya tersebut. Hingga akhirnya, sebuah surat kabar tua Denver Republican dalam ulasan editorialnya mengatakan dengan pahit kepada Anna, Anna Edson Taylor sudah mengambil semua pernghargaan dan pujian yang mestinya diberikan kepada tong kayu yang telah menyelamatkannya.

 

Penyebab narsis: kebanyakan mereka yang narsistik tidak mendapatkan penghargaan yang layak sewaktu kecil. Akibatnya, hal ini menjadi unfinished business dalam kehidupan mereka.

 

Tips menghadapi orang narsis:

(1)Hargai dan puji dia sepantasnya.

(2)Namun, tidak selamanya orang narsis harus dipenuhi keinginannya karena dirinya tdak pernah ada puasnya. Terkadang, mereka pun perlu diberitahu dan belajar ‘mencintai’ dan memberikan perhatian tanpa bersyarat kepada orang lain. Dalam taraf yang ekstrim, orang seperti ini butuh bantuan.

 

Tapi ingat! Tidak semua ‘self promotion’ ataupun rasa percaya diri yang kita tunjukkan pasti berarti narsistik.

 

Setiap orang harus memiliki kadar mencintai dirinya sendiri. Itu adalah hal wajar. Kalau tidak, semua orang mungkin sudah bunuh diri. Bukankah saat kita melihat foto kita, orang yang pertama kali kita lihat adalah wajah kita sendiri. Inilah insting kehidupan kita. Hanya saja, jika insting ini berubah menjadi obsesi yang berlebihan, ia pun menjadi wajah narsisistik yang merusak.

 
 
   
 

home | about us | news update |Training/seminar | gallery | radio talk | testimonial | e-mail us