Talkshow kali ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di seputar permasalahan mengenai pendidikan dan kurikulum pendidikan Kecerdasan Emosional. Sehubungan dengan Publik EQM pada tanggal 27-29 Februari 2008.
  
Latar belakang masalah yang menjadi mengapa training ini penting:

  • Banyak masalah kita sehari-hari yang membuat kita mudah terpancing secara emosional
    • Seorang bapak tukang bengkel memukul istrinya hingga nyaris mati dengan menggunakan linggis gara-gara istrinya meminta uang untuk lauk
    • Seorang guru olah raga mengamuk dan seorang murid jadi korban hanya gara-gara si murid salah bawa bola
    • Seorang supervisor call center merasa seperti split kepribadian, di kantor bagus tetapi di rumah sangat emosional
  • Kualitas hidup yang semakin menurun, dari waktu ke waktu
  • Kecepatan kerja di kantor, yang menimbulkan stress tinggi
  • Hubungan antar manusia yang sangat dangkal

Beberapa prinsip dalam pendidikan soal Kecerdasan Emosional:

  • IQ memuat kita diterima tetapi EQlah yang membuat kita dipromosikan
    IQ relative stabil, tetapi EQ berkembang sejalan dengan pertambahan usia kita
  • IQ seharusnya membuat EQ kita lebih cerdas
  • IQ bukan versus EQ, tetapi bagaimana IQ plus EQ, itulah yang menghasilkan orang-orang yang sukses

Daniel Goleman membangi atas 4 hal penting dalam EQ:

  • Kesadaran Diri: Who Am I?
  • Pengelolaan Diri: Bagaimana memanage diri termasuk emosi,dan memotivasi diri
  • Kesadaran orang lain: termasuk bagaimana kita berempati pada orang lain
  • Sosial Skills: bagaimana berinteraksi dengan orang lain

Hanya saja social skills ini kemudian belakangan diubah oleh Daniel Goleman menjadi Social Intelligence yang termasuk membahas The Dark Triad:machiavelis “Dunia ada sebagai alatku”, narcissistic (“Dunia ada untuk memujaku”) serta Sosiopath (“Dunia ada untuk dipermainkan: dikelabui, digunakan ataupun dibuang”)

Bagaimana kerangka Training Kecerdasan Emosional? 
Bukan EQ, tetapi EQM sesuai dengan buku Anthony Dio Martin
Dialog dengan seorang wartawan yang akhirnya sepakat bahwa lebih tepat menggunakan istilah EQM (Emotional Quality Management, bukan Emotional Quotient) karena quotient kesannya mengukur

Training ini didasarkan pada 4 tangga Kecerdasan Emosional
Emotional Awareness: bagian terpenting adalah menyadari kita sebagai manusia sebab atau sebagai akibat, law of attraction, permainan game THINK-FEEL-ACT

  • Testimonial: seorang karyawan telekomunikasi yang akhirnya menyadari bahwa selama ini sikapnya keliru, begitu pula seorang manager perkebunan yang menyadari bahwa ia salah menyikapi atasannya
  • Testomial: suami yang akhirnya menyadari cara bersikap pada istrinya yang perlu diubah karena selalu ribut setiap kali pulang kerja, tetapi dengan menyadari soal THINK-FEEL-ACT, jadi mengerti ia hanya perlu mengubah pola berpikirnya

Emotional Acceptance:
setelah menyadari adalah menerima

  • Bagian ini membicarakan soal membangun harga diri yang mempengaruhi rasa percaya diri kita
  • Membahas gelas Rekening Emosi Pribadi, didasarkan pada konsep Psikologi Positif
  • Latihan-latihan bagus untuk mengisi gelas rekening pribadi dan orang lain
    >   Biasanya ada peserta-peserta yang ‘histeris’ karena tidak bisa menerima dirinya, dalam kelas-kelas pelatihan

Emotional Affection:

  • Bagaimana berinteraksi dengan orang lain dengan memahami bahwa ada peta yang berbeda-beda
  • Menggunakan pemahaman atas tipologi
  • Latihan “uninsultability”
  • Latihan mengendalikan emosi marah, serta mengubah mood emosi dengan teknik STAR

Emotional Affirmation:

  • Menginspirasi emosi adalah energy
  • Bagaimana membentuk emosi menjadi energy yang konstruktif: kisah seperti FISH bagaimana bekerja dengan fun
  • Total formula for success

Apa yang juga diperoleh:

  • Latihan-latihan yang simple dan menarik
  • PAS lengkap dengan stamina emosinya
  • Kesempatan untuk konseling Kematangan Emosi
 
 
   
 

home | about us | news update |Training/seminar | gallery | radio talk | testimonial | e-mail us