SELAMAT TAHUN BARU:
New Year, New Spirit, New Life!
Let’s start with new spirit in your life!
Pada radiotalk yang sebelumnya habits setiap akhir tahun yang efektif: 2R (Refleksi & Resolusi). Kita telah bicara mengenai REFLEKSI. Refleksi yang baik, menjadi batu pijakan kita menuju ke tahun kita berikutnya. Percuma kita bicara soal rencana, keinginan maupun cita-cita, kalau kita tidak pernah belajar dari MASA LALU. Salah satu pepatah mengatakan, “Mereka yang tidak pernah belajar dari masa lalu, akan mengulanginya lagi di masa depan”.
Sekarang, kita bicara soal R berikutnya, RESOLUSI. “Jika resolusi dan impian dibuat lalu dilanggar, artinya bukanlah resolusi. Artinya Anda belum termotivasi, terdorong, yakin serta gigih untuk menjadikannya kenyataan. Itu saja”. (Jack Zufelt, The DNA for Success)
Resolusi, berarti bicara soal KEPUTUSAN kita! Resolusi menyangkut strategi. Resolusi juga terkait dengan prioritas kita di masa depan.
Ketika bicara soal resolusi, ingat kalimat dari motivator Anthony Robbins : “Kita seringkali over estimate ketika bicara soal apa yang bisa kita capai selama satu tahun, tetapi seringkali under estimate ketika kita bicara soal apa yang bisa kita capai dalam lima ataupun sepuluh tahun”.
Resolusi itu penting karena menurut Napoleon Hill 'What the Mind of Man can Conceive and Believe, he can Achieve' Mari kita bicara soal berbagai kesalahan besar dalam membuat resolusi atau rencana:
1. Mimpinya Tidak Jelas, atau Tak Punya Mimpi.
Banyak orang takut bermimpi dan bercita-cita, karena takut KECEWA akhirnya. Banyak pula yang hidupnya mengalir begitu saja, tanpa arah yang jelas. Memang benar, dalam hidup kita harus ‘mengalir’, tetapi aliran hidup kita kemana pun haruslah jelas. ANDA-lah nahkoda kapal kehidupan Anda sendiri. Penulis Mark Victor Hansen dalam Aladdin Factor mengatakan: “Bagaimana kita bisa mencapai tujuan kita, kalau impian saja kita tidak jelas?” Mungkin selama ini mimpi Anda kurang ikuti kaidah SMART (specific, measurable, attainable, relevant serta time based) yang sudah seringkali dibahas. Cobalah kembali ke ukuran-ukuran SMART ini.
2. Resolusinya Tidak Berkesinambungan.
Ada 2 tipe orang. Satu cita-citanya pendek, setahun-setahun. Ada lagi yang mimpinya terlalu panjang. Anda akan kagum, betapa banyak yang bisa dicapai dalam 5 tahun ke depan!
3. Lupa Merawat Mesinnya.
Ibarat mesin, banyak orang terobsesi mencapai hasil maksimal, tetapi lupa alokasikan waktu untuk merawat dan menjaga mesinnya. Begitu pula, Anda tidak boleh hanya ingin punya rencana, tetapi tidak merencanakan bagaimana proses ‘turun mesin’ yang akan Anda lakukan. Karena itu, selain punya rencana dan target, alokasikan pula waktunya untuk acara seperti training, seminar, baca buku, check up kesehatan, waktu liburan. Jadwal seperti itu, mestinya masuk pula dalam rencana hidup Anda (Hei…salah satu rekomendasi kita adalah mengikuti program hypnotherapy yang akan diadakan tgl 28-29 Januari 2008 ini, hubungi ke 021-3518505)
4. Terlalu Lama Menunggu atau Mencari Timing.
Tidak ada waktu yang tepat selain memulainya sekarang. Banyak yang menunggu timing yang tepat, namun timing itu tidak pernah ada.
5. Bawah Sadar Menolak.
Tanpa sadar, ada program masa lalu yang menolak. Akibatnya resolusi yang sudah dibuat, tanpa sadar ternyata disabotase oleh bawah sadar Anda.
Dennis Waitley: belajar mengendalikan “RAS” (reticular Activating System) kita
Tips: Prinsip ABC. Sebenarnya, dalam prakteknya, prinsip ini dibalik menjadi C-B-A. Bagaimana tips tersebut?C, yakni Conceive It! B, yakni Believe It! Berikutnya, terakhir yakni A, atau Achieve It! Dalam hal ini perlu kita selalu mengingat bahwa, dream (mimpi) tanpa strategi dan action adalah lelucon! |