|
|
|
|
 |
| |
 |
| |
| |

- Killer Statement itu adalah segala bentuk pernyataan negatif yang kita tujukan pada orang lain, bisa sadar bisa nggak sengaja, tujuannya: (1) untuk melukai; (2) merusak mental; (3) menurunkan semangat orang lain; (4) menertawakan kekurangan orang lain; (5) membuat lumpuh (invalid) orang lain
- Contoh kasus:
- Kisah Jerry Siegel dan Joe Shuster, yang tahun 1933 ditolak oleh Detective Comics dengan kata-kata: wah, nggak akan ada bakalan percaya dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual”. Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai 130 dollar. Padahal, itu adalah komik SUPERMAN! Bertahun-tahun Siegel dan Shuster hidup dalam kemiskinan sementara tokoh ciptaannya menjadi pujaan. Mereka dibunuh oleh killer statement yang pernah mereka terima.
- Tips:
- Eleanor Roosevelt: “Orang lain tidak mungkin melukai kita tanpa persetujuan dari kita”
- Biasanya ditujukan kepada mereka-mereka yang harga dirinya rendah
- Ada orang-orang tertentu yang suka menggunakan kalimat-kalimat ini, yang oleh Jay Carter dalam buku ”The Nasty Person” disebut sebagai INVALIDATOR
- Invalidator: orang yang punya kesenangan dengan mencari kekurangan dan melihat sisi buruk orang lain. Ia merasa memberi “kritik membangun”, tetapi tidak ada solusi dan kalimat konstruktif sama sekali kecuali merusak dan meremehkan kemampuan orang lain.
- Invalidator ini sendiri tidak punya kemampuan apapun, kecuali kesenangannya merusak mental orang lain dengan kata-katanya.
- Jadi ya kita sendiri harus membuat invalid si invalidator ini dengan cara tidak membiarkan kata-katanya jadi bahan pikiran kita. Ibarat survey, sumber datanya tidak akurat, jadi jangan dipercaya.
Bagi kita sendiri:
- Hati-hati dengan statement kita. Tanpa sadar kita juga ucapin killer statement kepada anak kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita.
- Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik seseorang.
- Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari menggunakan kalimat-kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.
- Kedua, supaya lebih positif daripada menggunakan kalimat yang dimulai dari “kamu” gunakanlah kalimat yang dimulai dari “saya”. Ubah “Kamu tidak berbakat jadi presenter” tapi menjadi “Saya melihat gaya bicaramu belum pas seperti seorang presenter professional”.
- Ingatlah smart listener, jangan sampai potensi dan kemampuan Anda dirusakkan oleh kata-kata dari kalimat orang yang tidak bertanggung jawab. “Nobody can destroy your potential without your consent”
|
|
| |
|
|
 |
 |
|
|
|
|