1. Beberapa prinsip penting soal IQ vs EQ:
    • IQ berpengaruh sekitar 20 persen terhadap kesuksesan kita hanya sekitar 80 hingga 85 persen oleh faktor EQ. Bagaimana dengan Q lainnya?
    • Sepanjang sejarah terjadi peningkatan IQ yang luar biasa: Effect Flyn. Dari tahun 1900 terjadi peningkatan skor IQ antara 9 hingga 20 pada 16 negera yang diteliti.
    • Proses “Multiplying Skills”, standar telah berubah. Permainan sama, harapan berbeda dari waktu ke waktu.
    • IQ tinggi, belum tentu EQ tinggi! Kasus Paul Wiend yang diambil dari buku “Emotional Quality Management”
      • Kasus Bill Gates
      • Kasus Steve Jobs
      • Kasus trainer yang suka membantai orang lain (high IQ, low EQ)
      • Kasus seorang wanita yang setelah mengikuti training EQ dan berubah
  1. Mengapa IQ tinggi, EQ rendah:
    • Pengalaman pahit, trauma-trauma
    • Tidak punya cara lain. When the only thing you know is hammer, you will treat everything as nails
    • Ego
    • Pattern-pattern “sociopath”, “machiavelis”, “narcissistic”
    • Kondisi: reward dari apa yang dilakukan

 

  1. Hal terpenting dari Radio Talk kali ini:
    • Good news: EQ berkembang sejalan dengan pengalaman
    • IQ sampai usia 20 tahun, tapi EQ masih bertumbuh
    • Goleman: EQ optimal di usia 40 tahun. Why?
    • Contoh: guru yang waktu muda suka main pukul, pemimpin agensi asuransi yang suka coret, direktur yang perkawinannya terancam
  1. How to improve your EQ? “Banyak orang jadi tua tanpa pernah menjadi dewasa” : 5 LEARN
    • Learn from you life: Aware with what life’s give you! Bikin diary kehidupan! Kalau tidak sempat, buat insight kehidupan!
    • Learn from others: tanyakan bagaimana orang bereksi terhadap suatu keadaan, tanyakan apa yang dia lakukan. Ataupun, amati apa yang dia lakukan.
    • Learn from books: buku adalah hasil intisari kehidupan. Orang menuliskan pengalaman dan risetnya. Why kita tidak pernah membaca? “I couldn’t understand orang yang tidak suka baca!”
    • Learn from trial and error: coba berbagai cara, ini akan memperluas cakrawala kita. Ini termasuk belajar dari kesalahan kita
    • Learn from the system: system ini merupakan gabungan, misalkan di MLM sudah ada systemnya, termasuk di EQ ada trainingnya (workshopnya), di perusahaan sudah ada pola systemnya.
 
 
   
 

home | about us | news update |Training/seminar | gallery | radio talk | testimonial | e-mail us